Bundo Kanduang, antara Mitos dan Sejarah


Wartawan : Siti Fatimah - Ketua Pusat Studi Gender, Perubahan Sosial dan Multikultural FIS UNP - Editor : Riyon - 21 April 2017 11:46 WIB    Dibaca : 56 kali

 

Dalam perspektif sejarah, mitos menjadi penting kehadirannya, karena ia merupakan abstraksi dari realitas dalam komunitas masyarakat tertentu secara ideologis dan filosofis. Ia sarat dengan pesan-pesan, misalnya Kaba Sabai Nan Alui, Cindua Mato, Bundo Kanduang, Asal Usul Alam Minangkabau dan cerita-cerita lainnya tentang Minangkabau. 

Di samping itu, mitos pun erat kaitannya dengan tradisi lisan. Cerita yang disampaikan secara turun temurun, di mana penutur tidak tertutup kemungkinan menambah dan mengurangi isi ceritanya tanpa bergeser dari ide yang ada di dalamnya. 

Sejalan dengan kerangka analisis yang dikemukakan oleh Roland Barthes, mitos adalah satu jenis tuturan. Ia merupakan pesan atau penanda ketimbang fakta sosial yang sebenarnya, sebagai sistem semiologi dari sistem nilai daripada sistem fakta. Oleh karena itu, Barthes (1972) berpendapat bahwa pendekatan yang dinamis untuk membaca mitos ialah dengan baralih dari pemahaman semiologi ke pemahaman ideologi  dengan cara menghubungkan mitos dengan sejarah yang menjelaskan bagaimana mitos mewakili kepentingan sebuah masyarakat.

 


Silahkan Login Untuk Lanjut Membaca

Username/ Email
Password
© 2014 Padek.co