Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

Maling Marak,10 Kios Dikupak


Wartawan : Almufri Syofyan - Padang Ekspres - Editor : Riyon - 21 April 2017 11:31 WIB    Dibaca : 53 kali

 

Pedagang Pasar Tanahkongsi Resah 

Ratusan pedagang Pasar Tanahkongsi resah. Pasalnya, kios-kios dan lapak-lapak di pasar tersebut telah berkali-kali dikupak maling beberapa bulan terakhir. Bulan ini saja, telah terjadi empat kali kasus pengupakan kios di pasar itu.

Terakhir terjadi kemarin (20/4). Sekitar 10 kios dan lapak berhasil dikupak maling. Diduga, kios-kios dan lapak-lapak tersebut dikupak dini hari dan baru diketahui saat Subuh ketika sejumlah pedagang mulai berdatangan ke pasar.

Yudi, 30, pedagang cabai yang kiosnya dikupak maling kemarin. “Sekitar 20 kg stok cabai giling yang saya simpan di dalam peti ludes digondol maling.
Kerugian saya mencapai Rp 500 ribu lebih,” ujarnya kepada Padang Ekspres, kemarin.

Korban lainnya Andi, 35. Pedagang sandal ini mengaku, ketika sampai di kiosnya kemarin pagi, dia kaget melihat dagangan berserakan. Di antara pedagang-pedagang yang kemalingan kemarin, Andi mengalami kerugian yang paling besar. Hampir separuh isi kiosnya digondol maling. Dia rugi sekitar Rp 2 juta.

“Tentu ini sangat merugikan saya. Apalagi penjualan sedang merosot,” ungkap pedagang yang sudah 12 tahun berdagang di pasar itu. Begitu tahu kiosnya dan beberapa kios pedagang lain dikupak maling, dia melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Padang Barat. 

Nur Aini, 40, pedagang kelontong mengaku, selama empat tahun berjualan di pasar tersebut, baru kali ini kemalingan. “Saya mengalami kerugian sekitar Rp 1,5 juta,” akunya.

“Uang dalam kotak sekitar Rp 500 ribu dan peralatan pemotong daging hilang,” sebut Aciak, 43, penjual daging.

Dia dan pedagang lainnya yang menjadi korban sudah berulang kali melapor ke Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar Tanahkongsi. “Namun jawaban yang kami terima cuma sekadar akan ditingkatkan pengawasannya. Tapi tetap saja pedagang pasar kemalingan lagi,” katanya.

Ketua Persatuan Pedagang Pasar Tanahkongsi Junaidi, 50, mengatakan, pihaknya telah melaporkan kasus pencurian itu dan meminta pengawasan ekstra kepada pengelola Pasar Tanahkongsi. Namun respons yang didapatkan dari pengelola pasar baru sebatas janji-janji.

“Kami telah melapor kepada kepala pasar dan kepala pasar tersebut hanya menegur pihak keamanan yang piket untuk bekerja lebih ekstra saat malam hari. Padahal, kami sudah sangat resah karena kenyamanan terganggu,” ujarnya. 

Terpisah, Kepala Unit (Kanit) Reserse Kriminal (reskrim) Polsek Padang Barat Ipda Saharrudin Sahar mengatakan, belum menerima laporan kemalingan yang dialami pedagang Pasar Tanahkongsi tersebut.

“Hingga sore ini, belum ada laporan masuk atas kasus kemalingan yang terjadi di Pasar Tanahkongsi, kami akan coba cek kembali,” sebutnya dihubungi via telepon genggam kemarin sore.

Sementara itu, hingga berita ini naik cetak, Padang Ekspres belum berhasil mengkonfirmasi Kepala UPT Pasar Tanahkongsi, Falepi. Saat ke kantornya sekitar pukul 10.30, dia tidak di tempat. Dihubungi ke nomor telepon genggamnya, tidak aktif. 

Kepala Dinas Perdagangan Padang Hendrizal menyebut, dia belum mendapat informasi tentang kejadian tersebut. “Telepon genggam saya mati hampir sepanjang hari ini. Saya saat ini sedang berada di Batam. Besok sore (hari ini, red) baru pulang dan akan langsung saya cek,” tukasnya. (*)

 

© 2014 Padek.co