Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

350 Kardus Obat Disita


Wartawan : Intan Suryani - Padang Ekspres - Editor : Riyon - 21 April 2017 11:30 WIB    Dibaca : 58 kali

 

BBPOM Gerebek Rumah Penyimpanan Obat

Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Padang menggerebek satu unit rumah di Jalan Kartini, Kelurahan Padangpasir, Kecamatan Padang Barat Kamis siang (20/4).

Rumah tersebut digunakan sebagai gudang penyimpanan obat-obatan oleh seseorang berinisial S, yang juga memiliki apotek di Pasar Raya Padang.

Penggerebekan dilakukan, karena tempat tersebut tidak memiliki izin sebagai distributor. Dalam penggerebekan itu, petugas mendapatkan lebih kurang 100 merek obat-obat dalam 350 kardus. Di antaranya satu kardus Dextromethorphan, yang izin peredarannya sudah ditarik tahun 2014. 

Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Padang, Zulkifli mengatakan, pihaknya sudah lama menyelidiki tempat tersebut. Ini berawal dari pengawasan rutin, pihaknya menemukan salah satu apotek di Pasar Raya Padang, yang pemesanan banyak, namun ketersediaan obatnya tidak ada. Ternyata di simpan di dalam rumah. 

“Kami sudah melakukan penyelidikan selama satu bulan lebih, akhirnya kami menemukan satu gudang obat yang tidak memiliki izin sarana distributor,” jelasnya.

Zulkifli menegaskan, obat-obat tersebut telah dibawa untuk penyelidikan. Nilainya sekitar Rp 500 juta. “Saat ini kami masih belum bisa menentukan spesifik jenis obat yang ada secara keseluruhan,” ujarnya.

Dia belum dapat memastikan apakah obat-obat tersebut sudah punya izin edar, palsu atau tidak. “Harus didata secara rinci. Harus diuji dulu,” terangnya.

Akan ada dua jenis sanksi jika pemilik obat dan tempat tersebut terbukti melanggar aturan. Yakni administrasi dan pidana. “Kami melakukan dua bentuk pengawasan, rutin dan operasi. Untuk operasi melibatkan polisi, begitu juga penyelidikan,” terangnya. 

Kepada Padang Ekspres, menantu S menyebut, mertuanya sedang dalam pengurusan izin sarana distributor. “Rumah ini hanya gudang sementara selama izin sedang diurus. Sementara obat Dextromethorphan yang ditemukan mungkin sisa yang lama, saya saja kaget,” ucapnya. (*)

© 2014 Padek.co