Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

Sepak Terjang Ketua RW Perempuan di Padang


Wartawan : Ade Nidya Zodittia - Padang Ekspres - Editor : Riyon - 21 April 2017 11:29 WIB    Dibaca : 67 kali

 

Dipilih karena Aktif, Disegani karena Tegas

Hari ke hari, perempuan semakin berperan di tengah masyarakat. Jika sebelumnya ketua RW lazim dipegang pria, kini banyak dipercayakan kepada wanita. Memperingati Hari Kartini yang jatuh hari, kami menampilkan sepak terjang sejumlah ketua RW perempuan di Padang? 

Namanya Ratna Sari, ibu empat anak. Sejak tahun 2015, dia dipercaya menjadi ketua RW 01 di Kelurahan Olo.

Perempuan yang akrab disapa Butet ini bersedia menjadi ketua RW karena terpanggil untuk melakukan sesuatu di tempat tinggalnya. Dia telah  meluncurkan banyak program di lingkungannya.

“Pada 19 Maret lalu, saya menggelar sosialisasi keluarga cerdas bencana. Ada juga sosialisasi kepada ibu-ibu muda tentang perkembangan motorik anak dari mahasiswa Kedokteran Unand,” jelasnya.

Ratna tak segan-segan menjemput warga ke rumah kalau tak datang. RW 01 Kelurahan Olo kawasan wisata Pantai Padang. Objek ini kerap dikunjungi muda-mudi. Dia ingin wilayahnya bersih dari perbuatan maksiat para pengunjung.

Diakuinya pemuda setempat sudah sering menangkap muda-mudi yang melakukan perbuatan tidak senonoh.

“Awalnya ada yang main hakim sendiri. Namun saya beri penjelasan bahwa tindakan itu tidak perlu dilakukan karena bisa berujung ke kepolisian. Kami selesaikan dengan kekeluargaan dengan memanggil orangtuanya,” tutur perempuan 60 tahun ini.

Untuk mencegah kembali terulang, dia membuat Siskamling dengan bantuan para pemuda. “Alhamdulillah sekarang sudah aktif,” ucapnya. Selain Ratna, juga ada Dilmasniati, ketua RW 01 di Kelurahan Alai Parak Kopi. Wanita 61 tahun ini telah menjabat sebagai ketua RW sejak tahun 2004.

“Saya orangnya aktif, jadi nama saya dicalonkan sebagai ketua RW. Karena warga dan Pak Lurah percaya kepada saya,” ucap wanita yang akrab disapa Mami tersebut. “Tak ada yang mau menjadi RW. Karena saya merasa mampu, ditambah senang beraktivitas, saya menerimanya,” tambahnya.

Untuk menjalankan program, Dilmasniati memiliki cara. “Warga daerah saya ini banyak yang sibuk bekerja, jadi untuk sosialisasi saya memilih pendekatan mengobrol. Kalau untuk gotong royong, sesuai kesepakatan warga, biasanya mengupah orang, kadang dibantu anak-anak kos yang tinggal di sebelah rumah saya,” jelas ibu satu anak ini.

Dilmasniati mengaku, saat ini perempuan tak harus di dalam rumah. “Aktivitas di luar itu penting untuk bersosialisasi,” ucapnya.

Kesulitan saat menjalankan tugas pasti ada. Namun Dilmasniati tak terlalu memikirkannya. “Masalah saya bawa hepi saja. Seperti melakukan pendataan, dari pada menggunakan ponsel, saya lebih memilih mendatangi rumah warga dengan mengendarai sepeda,” ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris Lurah Alai Parak Kopi, Yuidar Noer mengakui kinerja Dilmasniati. “Tiap ada proyeksi kerja, selalu dikerjakannya dengan baik,” ucap wanita bertubuh kurus tersebut. 

Selain dua perempuan tersebut, ada satu lagi ketua RW perempuan di Kelurahan Kampungjao. Fauziah Zaini. Dosen di Sekolah Tinggi Ilmu Hukum. Selain aktif mengajar, wanita 54 tahun itu juga diberi kepercayaan menjadi ketua RW dari tahun 2010 hingga sekarang.

“Awalnya suami yang jadi ketua RW, setelah itu saya yang meneruskan,” ucapnya.

Ibu satu anak ini sudah tinggal di daerah Kampuangjao sejak dia lahir. “Saya mau meneruskannya karena merasa ini juga tanggung jawab saya. Terlebih saya ingin daerah saya aman,” jelas Fauziah di kediamannya Rabu (19/4).

Fauziah juga aktif di berbagai kegiatan di luar rumah. “Saya mengaktifkan siskamling demi keamanan lingkungan saya. Maklum banyak ruko di sini. Saya tak ingin terjadi hal yang tak diinginkan,” ujarnya.

Suka duka menjadi ketua RW pun dirasakan Fauziah yang sudah menjabat selama 7 tahun ini. “Sukanya itu saya dihargai dan disenangi warga. Itu bahagianya tidak bisa diuangkapkan dengan kata-kata. Duka pun saya rasakan. Contohnya, saat ada kegiatan rebana dari kelurahan sulit sekali mengumpulkan ibu-ibu karena mereka sibuk mengurus cucu. Namun saya beri arahan dan pengertian, Alhamdulillah bisa berjalan dengan baik,” jelasnya.

Fauziah menuturkan, perempuan harus mampu sejajar dengan laki-laki. Karena wanita juga memiliki hak yang sama dalam berkarir.

Sepak terjang ketua RW wanita ini juga diakui warga. Yulinar, warga Kelurahan Kampungjao mengaku, kegiatan yang diprogramkan Fauziah berjalan baik. Fauziah tegas sehingga warga segan padanya. (*)

© 2014 Padek.co