Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

Menyorot Pelayanan Kelurahan Kampung Pondok


Wartawan : Mona Triana - Padang Ekspres - Editor : Riyon - 21 April 2017 11:28 WIB    Dibaca : 65 kali

 

Syarat Lengkap, Hitungan Menit Siap

Kelurahan Kampung Pondok pernah menjadi kelurahan terbaik tingkat nasional pada 2010 lalu. Bukti kelurahan terbaik diabadikan lewat monumen di Simpang Raya. 

Saat ini, Kelurahan Kampung Pondok memiliki 33 RT dan 11 RW dengan jumlah penduduk 5.937 jiwa. Kantor Lurah Kampung Pondok yang terletak di Jalan Dobi ini, saat dikunjungi Padang Ekspres, Siang kemarin (20/4), terlihat sepi. Tidak ada warga yang berurusan di kelurahan yang termasuk dalam Kecamatan Padang Barat ini.

Dari luar, kantor kelurahan ini terlihat bersih, ada tiga tong sampah yang terletak di samping kanan pagar. Lalu juga ada dua betor milik Lembaga Pengelolaan Sampah (LPS) Kelurahan Kampung Pondok.

Ketika Padang Ekspres, masuk ke dalam kantor kelurahan tersebut, langsung nampak motto “Senyum dalam penampilan, santun dalam pelayanan dan tegas dalam peraturan”.

Kemarin, lurah Kampung Pondok tidak berada di tempat, yang ada hanya Sekretaris Lurah, Ratna Yazid. Ia mengatakan pengurusan surat menyurat musim-musiman.

Kalau mau masuk sekolah banyak warga yang mengurus surat miskin. Tetapi di hari biasa kebanyakan warga mengurus surat pindah, surat kelakuan baik, surat nikah dan surat usaha.

“Untuk surat usaha biasanya bagi warga yang ingin membuat NPWP atau yang ingin meminjam ke Bank,” ujarnya sembari menyebutkan kantor lurah mulai buka dari pukul 07.00 sampai pukul 16.30.

“Yang penting persyaratan lengkap, misalnya ada pengantar dari RT. Kalau lengkap pengurusannya akan cepat, yang lama itu kan persyaratan diberikan warga tidak lengkap, jadi mereka harus melangkapi terlebih dahulu,” ungkapnya. Ia memastikan kepengurusan surat menyurat di Kelurahan Kampung Pondok tidak ada dipungut biaya alias gratis.

Di dinding kantor juga ditempel standar operasional (SOP) berisi jenis pelayanan, berkas yang harus dibawa, waktu yang dibutuhkan dalam pengurusan dan biaya. Biaya gratis.

Di sebelah tulisan tersebut juga telah tertempel alur protap pelayanan administrasi, sehingga warga yang datang dapat langsung membaca bagaimana alur pengurusan surat.

Sementara itu, Seksi Trantibum dan Penanggulangan Bencana Kelurahan Kampungpondok Benny Siswanto menjelaskan, untuk pengelolaan sampah, kelurahan memiliki tiga betor, tetapi ia mengaku betor tersebut telah banyak yang rusak. Sedangkan dana perbaikannya tidak ada.

Tiga betor tersebut digunakan oleh lima operator yang rutin mengambail sampah ke masing-masing rumah warga setiap sorenya. “LPS ini sudah hampir berjalan dua setengah tahun, iuran per rumah tangga ada Rp 20 ribu, ada juga yang hanya bayar Rp 10 ribu per bulannya. Tergantung kesanggupan masing-masing,” ucapnya.

Sedangkan gaji dari para operator tersebut berasal dari iuran tadi. Benny mengaku hingga saat ini, belum menemui kendala dalam pengelolaan LPS di Kelurahan Kampung Pondok ini. (*)

 

© 2014 Padek.co