Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

Diduga Tempat Fotokopi Terlibat


Wartawan : Rudi Effendi - Padang Ekspres - Editor : Riyon - 21 April 2017 11:27 WIB    Dibaca : 47 kali

 

Disdik Kumpulkan Bukti Kebocoran Kunci Jawaban 

Kebocoran kunci jawaban Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) tingkat SMP dan sederajat di Padang terus diselidiki. Pada pelaksanaan USBN hari keempat kemarin (20/4), sejumlah tempat foto kopi diduga terlibat membocorkan kunci jawaban. 

Hal tersebut diungkapkan Kepala SMPN 40 Padang Syafril M.”Kami mengetahui dari 3 siswa kami yang tertangkap membawa kunci jawaban ketika ujian. Dari pengakuannya, mereka mendapatkan kunci jawaban dari sejumlah tempat foto kopi yang ada di sekitar kampus perguruan tinggi swasta di kota ini,” ujarnya.

Kunci jawaban tersebut, ada juga disimpan  dalam telepon genggam. “Selasa (17/4) ada siswa yang kedapatan menyimpan kunci jawaban di handphone-nya. Namun jumlahnya tidak banyak, karena di sini (SMPN 40, red), pada umumnya siswa tidak mempunyai handphone, apalagi android. Kebanyakan mereka berasal dari keluarga menengah ke bawah,” tutur Syafril M.

Sebelum ujian dimulai Syafril memerintahkan kepada semua guru pengawas ujian agar mengecek kondisi kelas terlebih dahulu. “Kami cek satu per satu meja mereka. Setelah itu, baru diperbolehkan masuk kelas. Tas dan saku celana mereka juga kami periksa. Kalau yang bawa handphone, akan kami periksa juga. Setelah kami memastikan kondisi ruangan aman, baru ujian bisa dimulai,” jelasnya.

Sementara, dari pengakuan sejumlah siswa SMPN 40 Padang tersebut, ada juga kunci jawaban didapatkan dari teman-teman satu sekolah dan teman mereka dari sekolah lain.

“Sebelum ujian Matematika Selasa (18/4), ada teman saya yang memberikan kunci jawaban secara gratis. Setelah saya cocokkan dengan jawaban yang saya cari sendiri, ternyata banyak juga kunci jawaban itu yang benar,” ujar salah seorang  siswa.

Tak jauh berbeda diungkapkan sejumlah siswa SMPN 1 Padang. Mereka juga mengetahui banyaknya kunci jawaban beredar di berbagai media sosial (medsos). Namun, mereka tidak menyimpan atau membawa kunci jawaban dan soal essai tersebut ke sekolah.

“Kalau mata pelajaran IPA dan Seni Budaya yang diujikan hari ini (kemarin, red), tidak ada terlihat di akun Line saya tadi malam. Sedangkan, untuk kunci jawaban IPS, Bahasa Inggris, PPKN, Matematika, Agama dan Bahasa Indonesia, ada saya melihat kunci jawabannya. Dan soal essainya pun, seratus persen sama dengan yang diujikan. Namun saya tidak pernah membawa kunci jawaban dan soal essai tersebut ke sekolah. Karena tidak ada juga gunanya berbuat curang. Selain itu, pengawasan juga ketat saat ujian,” jelas salah seorang siswa SMPN 1 Padang.

Wakil Kepala SMPN 1 Padang Undrifal mengaku belum menemui sejumlah kecurangan yang dilakukan siswanya. “Sampai hari ini (kemarin, red), belum ada masalah yang berkaitan dengan pelaksanaan ujian. Kami di sini (SMPN 1, red), sangat ketat dalam mengawasi siswa kami. Sebelum ujian tas mereka kami kumpulkan dan saku celana mereka juga kami periksa. Kalau ada yang bawa handphone, langsung kami sita. Sebelum USBN ini dimulai, kami sudah mewanti-wanti agar tidak membawa handphone selama ujian berlangsung,” tukasnya.

Hal yang sama juga dikatakan Kepala SMPN 7 Padang. “Di sini, kami sangat mengutamakan kejujuran. Siswa di sini, sudah terbiasa dengan perilaku jujur.

Seperti yang terjadi hari Rabu (19/4), ada beberapa orang siswa kami yang mengaku mendapat kunci jawaban. Sebelum ujian, mereka langsung memberikan kunci jawaban itu kepada kami,” ujar Syafrizal Syair Kepala SMPN 7 Padang, ketika ditemui di ruang kerjanya kemarin.

Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan Padang Ramson mengatakan, sedang mengumpulkan barang bukti yang otentik agar oknum yang diduga menyebarkan kunci jawaban dan soal essai tersebut bisa dilaporkan kepada pihak yang berwajib.

“Kami sedang bekerja keras saat ini, agar dugaan bocornya kunci jawaban dan soal essai tersebut dapat diselesaikan secepatnya. Tentunya kami harus hati-hati dan tidak boleh gegabah. Terkait yang terjadi di SMPN 40, saya akan melakukan koordinasi dengan kepala sekolahnya dalam waktu dekat ini,” tukas Ramson. (*)

 

© 2014 Padek.co