Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

Saat Lidah Menteri Mengecap Kuliner Khas Limapuluh Kota


Wartawan : Arfidel Ilham - Padang Ekspres - Editor : Riyon - 21 April 2017 11:16 WIB    Dibaca : 71 kali

 

Kurabu, Pongek hingga Katan Sarikayo Nan Menggugah 

Memiliki kemampuan mengolah aneka kuliner yang sudah mendunia, Sumbar terkenal dengan rasa masakan yang khas. Tidak hanya rendang, sederet masakan khas dari Limapuluh Kota tak kalah menggugah selera dalam festival kuliner yang digelar Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.

Cuaca panas dari sengatan terik matahari, Selasa (17/3) siang, membuat gerah rombongan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Yohana Susana Yembise. Beruntung, usai penandatanganan komitmen Kabupaten Layak Anak (KLA), Menteri Yohana bisa menikmati dinginnya suasana objek wisata Lembah Harau.

Udara yang sejuk di celah tebing bukit Lembah Harau dan aroma masakan yang telah disiapkan dalam festival kuliner Limapuluh Kota, menyambut kedatangan menteri berdarah Papua ini.

Didampingi Bupati Irfendi Arbi, Menteri Yohana mulai mencicipi hidangan yang sudah tersusun rapi oleh masing-masing nagari yang ikut dalam festival kuliner.

“Kita tahu masakan di daerah Sumbar ini sangat terkenal enaknya, begitu juga dengan masakan-masakan dari Limapuluh Kota,” ujarnya di hadapan bupati ketika mencicipi hidangan.

Meski sulit untuk mengingat namanya, Menteri Yohana disuguhi, kurabu, pongek, punju ikan hingga katan sarikayo yang menggugah selera. Sekitar 72 dari 79 nagari yang ada di Limapuluh Kota, ambil bagian dalam iven ini. Menyajikan kuliner dengan khas masing-masing nagari.

Nagari benar-benar menggali kemampuan dalam meracik dan meramu bumbu makanan, sehingga menggugah selera penikmatnya. Kuliner yang  sudah pasti halal itu merupakan hasil karya anak nagari yang mesti terus dilestarikan dan mampu menambah nilai jual daerah.

“Menjadi hal yang unik dan diharapkan bakal menjadi salah satu iven yang mampu menarik kunjungan ke Limapuluh Kota. Sepertinya ibu Menteri sangat menikmati kuliner khas kita di Limapuluh Kota ini,” sebut Irfendi Arbi sebelum mendampingi Menteri Yohana menyanyikan lagu khas Papua, Apuse.

Irfendi Arbi didampingi Ibu Monalisa juga membawakan sebuah lagu yang cukup populer, Kampuang Den Jauah di Mato. Plt Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Yatmiko menyebutkan, ratusan kuliner khas dari masing-masing nagari ditampilkan di festival kuliner.

Kegiatan ini diharapkan bisa menjadi motivasi bagi Limapuluh Kota untuk mempopulerkan makanan khas, ketimbang menyajikan makanan-makanan pabrikan dan makanan instan.

“Selain tidak menampilkan ciri khas daerah, makanan instan tentunya sebagian besar bukan produk daerah. Berbeda dengan makanan khas yang disajikan, akan menambah nilai spesifikasi daerah dan membuka peluang bagi masyarakat secara ekonomis. Kita berharap bisa menjadi nilai tambah bagi kemajuan pariwisata Limapuluh Kota,” sebut Yatmiko didampingi Kepala Bidang  Pariwisata, Nengsih.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, sejak Selasa (18/4) hingga Rabu (19/4) ini, bagian dari agenda kegiatan peringatan hari jadi Limapuluh Kota.

Selanjutnya, direncanakan Pekan Budaya tahun 2017 yang akan dilaksanakan di kompleks Kantor Bupati Limapuluh Kota Bukik Limau, Sarilamak, Kecamatan Harau.

“Lestarikan budaya dengan pekan budaya yang kali ini bertajuk Baliakkan Siriah Kagagangnyo, Suruikkan Pinang Katampuaknyo ini, diusung Dinas Pendidikan dan Kebudayaan,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Radimas. (*)

 

© 2014 Padek.co