Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

Lagi, SE Percepatan Tanam Padi Didemo


Wartawan : Willian Abib - Padang Ekspres - Editor : Riyon - 21 April 2017 11:00 WIB    Dibaca : 30 kali

 

Gubernur: Silakan Somasi atau Tempuh Jalur Hukum

Penolakan terhadap surat edaran (SE) Gubernur Sumbar tentang percepatan tanam padi terus berlanjut. Setelah didemo Koalisi Masyarakat Sipil Sumbar (KMSS), Senin (20/3), kemarin (20/4) giliran puluhan mahasiswa yang tergabung dalam lingkar mahasiswa Minangkabau Raya (Limamira) melakukan aksi serupa. SE Gubernur dinilai menghidupkan kembali dominasi militer terhadap sipil.

Pantauan Padang Ekspres, puluhan mahasiswa membawa spanduk yang bertuliskan penolakan terhadap SE. Tidak hanya itu, mereka juga membawa keranda mayat sebagai simbol matinya hak petani oleh pemerintah.

Dalam aksi tersebut, hampir terjadi kericuhan antara mahasiswa dengan personel Satpol PP Sumbar. Mahasiswa meminta agar dapat berorasi di dalam pekarangan kantor gubernur bukan luar pagar kantor.

Adu mulut dan saling dorong terjadi. Satpol PP menilai, aksi yang dilakukan mahasiswa ilegal dan tidak berizin. Karena tidak ada pemberitahuan. Beruntung, situasi bisa dikendalikan karena di lokasi turut diamankan oleh sejumlah personel kepolisian.

“Aksi ini tidak boleh sampai ke dalam. Izin dalam aksi ini tidak ada dan tanpa pemberitahuan sebelumnya. Jika berani menerobos, akan kami penjarakan,” ancam Kepala Dinas Pol PP dan Pemadam Kebakaran Sumbar, Zul Aliman di hadapan demonstran.

Sementara itu, koordinator umum aksi, Fajar Aditya Amri menyebut, SE merupakan upaya paksa bagi petani untuk menggarap sawahnya 15 hari pascapanen.

Jika hal itu tidak dilakukan dalam waktu 30 hari, penggelolaan sawah  diambil alih Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pertanian Kecamatan, bekerja sama dengan Koramil.

Walaupun SE telah direvisi, namun kerja sama penggelolaan bisa dengan pihak ketiga lainnya, namun SE dinilai masih mengebiri hak-hak petani atas tanah dan lahan milik petani. “SE ini merupakan restu gubernur pada militer untuk merampas tanah-tanah milik petani. Kita ingin SE segera dicabut,” tegasnya.

Jika SE tidak kunjung dicabut, Limamira mengancam akan menggerakkan masa dalam jumlah yang sangat besar untuk mendemo Gubernur. “Bahkan jika perlu, petani kita libatkan dalam demo selanjutnya,” tukas Fajar.

Di tempat terpisah, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno minta pihak yang tidak menyetujui SE Gubernur tentang dukungan gerakan percepatan tanam padi agar melakukan somasi atau menempuh jalur hukum ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTUN).

“Karena ini kebijakan kepala daerah, silahkan gunakan jalur yang tersedia,” ujarnya.

Menurutnya, SE itu dasarnya adalah upaya khusus (Upsus) untuk capaian swasembada beras secara nasional. Upsus itu, diperintahkan presiden kepada Kementerian Pertanian dan TNI dalam rangka ketahanan pangan nasional.

“Kerja sama pemerintah daerah dengan TNI ini, bahkan telah dimulai sejak Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan juga mendapatkan dukungan dari petani,” ujarnya.

Irwan mengatakan, hingga saat ini tidak ada seorang petani pun di Sumbar yang telah dirugikan dengan program itu. Bantuan dari TNI yang diberikan secara gratis, menguntungkan petani.

Politisi PKS itu mencontohkan, di Kabupaten Limapuluh Kota terdapat satu lokasi cetak sawah baru yang dilakukan oleh TNI di pinggang perbukitan. Lokasi itu sudah memiliki aliran air yang bisa digunakan.

Tetapi jika masyarakat diminta untuk membuat sawah di perbukitan, itu dipastikan tidak mampu karena membutuhkan peralatan khusus. Alat itu dimiliki oleh TNI, akhirnya, TNI turun tangan dalam pengelolaan. Setelah sawah selesai diolah, selanjutnya diserahkan kepada petani.

“Bantuan TNI ini sangat besar artinya untuk meningkatkan produksi padi di Sumbar. Jangan mereka disudutkan,” tegas gubernur.

Seperti diketahui, untuk mencapai swasembada pangan, Sumbar mengeluarkan surat edaran Gubernur Sumbar Nomor 521.1/ 1984/ Distanhorbun/ 2017 tentang Dukungan Gerakan Percepatan Tanam Padi. SE itu mengundang kontroversi karena dinilai tidak berpihak pada petani. (*)

© 2014 Padek.co