Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

Persegres Gresik vs Semen Padang: Hapus Trend Buruk Laga Tandang


Wartawan : JPNN - Editor : Riyon - 21 April 2017 10:56 WIB    Dibaca : 68 kali

 

Tidak pernah menang dalam laga tandang (away) dalam kompetisi Torabika Soccer Champion (TSC) 2016 menjadi catatan buruk Semen Padang FC dalam sebuah kompetisi sejak kembali ke kasta tertinggi Liga Indonesia 2010/2011 lalu. 

Catatan buruk ini harus menjadi perhatian serius pelatih kepala Semen Padang Nilmaizar saat bertandang ke Gelora Joko Samudro, Gresik, Jawa Timur menghadapi tim kuda hitam Pesegres Gresik United dalam lanjutan kompetisi Liga 1/2017, petang nan (21/4). (Siaran langsung  TV One pukul 15.00)

Walaupun sudah diperbaiki dalam laga Pramusim Piala Presiden 2017, namun catatan buruk ini tetap harus perhatian serius Semen Padang. Apalagi, kendati tanpa dihuni pemain bintang, Persegres mampu menahan tim kuat Persipura di Jayapura pada dalam laga pembuka Liga 1/2017. Skuat Persegres telah menunjukkan mereka bukan ’anak bawang’.

Pelatih kepala Semen Padang, Nilmaizar agaknya memaklumi konidisi tersebut. Nil meminta anak asuhnya tidak memandang remeh lawan. Persegres berpotensi menjadi tim kuda hitam pada kompetisi musim ini. 

Namun, pelatih kharismatik ini menyatakan, jauh-jauh datang ke Gresik bukan untuk kalah. Pasukan Urang Awak sudah berkomitmen mendulang poin penuh untuk memperbaiki catatan buruk di TSC 2016 lalu serta untuk meningkatkan mental pemain jelang menjamu Persipura di Stadion Haji Agus Salim, Padang.

”Gresik merupakan tim bagus dengan komposisi pemain muda bagus, namun kami tentu tak ingin kalah pada pertandingan ini. Kami datang ke Gresik untuk bermain maksimal dan mencuri poin penuh. Pertandingan besok sangat penting untuk perjalanan Semen Padang dan menghapus catatan buruk laga tandang,” tegas Nil. 

Hanya saja, tekad Nil tersebut tentu tidak semudah membalik telapan tangan. Dalam dua laga tandang menghadapi Laskar Joko Samudro, Semen Padang tak pernah menang. Hanya bermain imbang 1-1 dan kalah 1-0.

Apalagi, dalam laga nanti, Semen Padang kembali tidak diperkuat gelandang asal Korsel, Ko Jae Sung yang masih dibekab cedera. Nil harus memutar otak, pada laga perdana versus Sriwijaya FC lalu, permainan dari sayap yang menjadi ciri kas Semen Padang juga sulit diterapkan. 

”Dalam regulasi harus dimainkan 3 pemain U-22. Ini yang menjadi kendala ketimpangan antara kualitas pemain utama dan pemain muda yang harus dimainkan,” lanjut pelatih karismatik itu.

Sejauh ini, tiga pemain muda yang sering dipercaya Nilmizar adalah Kevin Ivander, Adi Nugroho, dan Syamsul Bahri. Selain kedua sayap, posisi bek sebagai tembok terakhir Semen Padang juga jadi bahan evaluasi Nilmaizar. Kesalahan komunikasi antara pemain belakang dan penjaga gawang di laga perdana harus dibayar mahal dengan bobolnya gawang M Ridwan

Beruntungnya dari list 20 pemain yang diboyong ke Gresik sudah ada nama senter bek andalan Kabau Sirah Handi Ramdhan yang absen di laga perdana. Kembalinya sosok Handi yang dikenal cukup lugas dan keras dalam mengawal lini pertahanan bisa jadi solusi utama lini pertahanan. 

Pelatih Persegres Gresik, Hanafi menilai masih harus membenahi lini pertahanan tim asuhannya. Meski mampu menahan imbang Persipura, lini bertahan Laskar Joko Samudro dinilai masih punya banyak titik lemah.

Goran Gancev dkk bermain terlalu ke belakang. Sehingga dengan mudah para pemain Persipura menggempur pertahanan timnya. Bahkan hampir menguasai separuh lapangan pertandingan. ”Yang pasti, kami siap memenangkan pertandingan nanti,” ungkap Hanafi

Hanya saja, tuan rumah dipastikan tanpa Arsyad Yusgiantoro dan Kiper Satria Tama. Keduanya kembali dipanggil pelatih Timnas Indonesia U-22, Luis Milla, untuk menjalani pemusatan latihan, 20-25 April. (*)

 

© 2014 Padek.co