Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

Ferry Amrizal, Donorkan Darah selama 32 Tahun


Wartawan : Surya Purnama - Padang Ekspres - Editor : Riyon - 26 March 2017 11:24 WIB    Dibaca : 62 kali

 

Tidak Ingin Orang Mati Kekurangan Darah

Ferry Amrizal, 52, warga Jalan Tarandam VII, Kecamatan Padang Timur adalah sosok yang patut dicontoh. Selama 32 tahun ia mendonorkan darahnya kemudian diberikan kepada membutuhkan.

“Bantulah orang yang membutuhkan dengan ikhlas, jangan harapkan pamrih,” sebut Ferry Amrizal saat ditemui Padang Ekspres, Kamis (23/3) di Kantor Blue Bird Jalan Bypass Kilometer 13, Kota Padang.

Wajahnya terlihat sudah lelah dan menua, menggambarkan kalau dirinya adalah sosok pekerja keras. Senyumnya sangat ramah menyambut kedatangan Padang Ekspres.  

Ferry Amrizal adalah peraih penghargaan Satya lencana dari Palang Merah Indonesia (PMI). Penghargaan tersebut ia terima dari Ketua Umum PMI, Muhammad Jusuf Kalla yang juga merupakan Wakil Presiden Republik Indonesia.

Ferry sapaan akrabnya, bekerja sebagai sopir taksi, pergi pagi pulang larut malam. Uang yang dibawa pulang juga sangat pas-pasan. Pekerjaaan berat sebagai sopir taksi tidak melunturkan keinginannya untuk berbagi sesama.

Meski sibuk dengan pekerjaan, kesetiannya juga tidak memudar untuk mendonorkan darah. Dalam setahun, empat kali dirinya mendonorkan darah dan rutin dilakukan di tahun-tahun berikutnya.

Tahun 2017 ini, genap 32 tahun ia aktif mendonorkan darah. Berkat keikhlasannya mendonorkan darah, ia jarang sakit-sakitan atau diganggu masalah kesehatan lainnya.

“Dalam setahun saya mendonorkan darah 4 kali, ini sudah saya lakukan sejak berusia 20 tahun, efeknya sangat terasa kepada tubuh. Alhamdulillah sampai saat ini saya belum pernah mengalami masalah kesehatan,” ujar pria kelahiran 1964 ini.

Ferry sendiri kaget ketika mendapat anugerah penghargaan Satya Lencana dari PMI dan pemerintah pada 19 Februari 2017. Penghargaan itu diserahkan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Mendonorkan darah pertama kali ia lakukan pada September tahun 1985 bertempat di kantor PMI pusat.

Keinginannya itu muncul setelah dihadapkan pada sebuah kasus kecelakaan yang terjadi di Jakarta. Kecelakaan itu menimpa seorang pengendara motor. Pengendara kehabisan banyak darah dalam kecelakaan. Ferry ikut mengantarkan korban ke rumah sakit.

Perasaannya iba ketika melihat keluarga korban yang panik ketika diintruksikan tim medis untuk mencari darah tambahan. Beberapa jam keluarga pengendara itu tidak berhasil menemukan darah tambahan sementara nyawa keluarganya harus ditolong secepat mungkin.

Hati Ferry tergugah, tanpa pikir panjang ia berinisiatif mendonorkan darahnya. Awalnya ia takut, namun karena keadaan darurat, ia harus berani. Rasa takutnya hilang, keinginannya cuma satu kalau darahnya sangat membantu untuk keselamatan korban.

Sejak kejadian itu, ia mulai rutin mendonorkan darah, apalagi sebagai seorang pengemudi taksi ia sangat sering melihat kecelakaan yang membuat korbannya kehabisan banyak darah. 

“Pertama kali mendonor tahun 1985 di PMI di Jakarta, saat itu saya berumur 20 tahun dan bekerja sebagai sopir taksi,” ujar pria satu anak ini. Pada tahun 2004, Ferry pindah ke kota Padang. Meski begitu ia masih tetap rutin mendonorkan darah. Baginya mendonor sudah diniatkannya sebagai ibadah.

Selain rutin mendonorkan darah, Ferry juga sering memberikan pemahaman, sosialisasi dan mengajak teman-teman satu profesinya untuk ikut mendonor. Semakin banyak yang mendonor maka akan semakin banyak masyarakat yang terbantu.

“Saya kalau mau donor sering ngajak teman untuk ikut, kadang ada yang mau, kadang tidak, tergantung pendekatan kita. Biasanya yang ragu untuk mendonorkan darah adalah yang pertama kali untuk mendonorkan,” sebutnya.

Ferry tidak ingin ada masyarakat yang harus meregang nyawa karena kekurangan darah. Hatinya terasa teriris melihat orang-orang yang panik mencari bantuan darah. Ia berharap kepedulian yang ia lakukan juga dilakukan oleh banyak orang.

Saat ini perusahaan tempat Ferry bekerja juga sangat mendukung kebiasaannya mendonorkan darah, sosoknya yang senior dan dituakan dikalangan sopir membuat rekan lainnya bisa menerima nasehat yang disampaikannya.

“Dengan adanya pak Ferry yang sudah senior di Blue Bird Padang ini kami sebagai manager pool sangat terbantu. Sebagai orang yang rajin mendonorkan darah kami mengapresiasinya,” ujar Achmad Suhandi, Manager Pool Blue Bird Padang.

Achmad menambahkan Ferry saat ini ditunjuk sebagai duta donor darah di Blue Bird Padang, dan kegiatan tersebut dilaksanakan dua kali setahun.

“Kami sudah menunjuk pak Ferry sebagai pengurus internal di Padang, dan mengagendakan dua kali setahun donor yang langsung dikelola olehnya. Saat ulang tahun Blue Bird kita akan adakan kegiatan donor darah massal,” ujarnya. (*)

© 2014 Padek.co