Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

Gadis Bisu Dihamili Petani


Wartawan : Arditono - Padang Ekspres - Editor : Riyon - 21 March 2017 11:37 WIB    Dibaca : 156 kali

 

Masih Ada Hubungan Keluarga 

Predator anak harus diwaspadai, termasuk dalam keluarga sendiri. Polres Solok Selatan menangkap RD, 27, yang tega mencabuli remaja berusia 21 tahun yang masih ada hubungan keluarga.

Ironisnya, pelaku penyandang tunawicara alias bisu. Sehingga pelaku berprofesi petani di Nagari Lubukgadang Utara leluasa melakukan perbuatan bejat tersebut. 

Kasat Reskrim Polres Solok Selatan, AKP Omri Y Sahureka menjelaskan, RD,27 diamankan setelah dilaporkan keluarga korban. Dari penyelidikan pihak kepolisian, korban diduga telah disetubuhi empat kali oleh RD di rumah korban. Dua kali dilakukan di dapur dan dua kali di ruangan rumah korban. 

Pihak Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Solsel harus mendatangkan guru SDLB, karena sulitnya komunikasi saat dimintai keterangan pada korban. 

”Pelaku yang kesehariannya petani ditangkap di rumahnya. Setelah dilakukan pemeriksaan, kami langsung menggiring ke sel tahanan. Pelaku mengungkapkan hal yang sama, seperti keterangan dari korban,” ungkap AKP Omri Y Sahureka.

Dia mengatakan, perlu diberikan pemahaman nilai etika dan agama terhadap generasi muda maupun dewasa hingga orangtua agar kasus-kasus pencabulan tidak terjadi lagi. Kejadian ini tidak saja merusak moral tapi juga masa depan korban. 

“Kita akan tetap upayakan proses hukum terhadap kasus cabul tersebut. Bagi orangtua perlu menjaga anak-anak di bawah umur. Karena kasus pencabulan di Solsel, terbilang tinggi,” terang pria yang baru pindah tugas dari Satnarkoba Polda Sumbar itu. 

Selama tahun 2017, Polres Solsel sudah menangani empat kasus cabul. Satu kasus di bulan Januari lalu, yakni satu korban dan satu pelaku. Kemudian Februari, dua tersangka dengan korban berbeda. Tiga kasus tersebut korbannya anak di bawah umur. 

Maret ini, korban dan pelaku masih memiliki hubungan keluarga. Omri mengatakan, tahun 2016 kasus pencabulan ada 8 kasus, korbannya anak di bawah umur. Bahkan ada yang belum masuk sekolah. 

“Kasus cabul yang kita tangani hari ini, diduga sudah dilakukan sekitar 2,5 bulan yang lalu. Kini korban tengah hamil 2 bulan,” katanya. Ketua Nahlatul Ulama Solsel, Yusriadi menyesalkan perbuatan pelaku. 

“Kurangnya pemahaman agama membuat pelaku cabul tidak dapat menahan hawa nafsu. Karena itu, peranan orangtua mendidik anak dan memberikan pemahaman agama penting agar mental dan karakter anak tarasah dengan baik hingga mereka tumbuh dewasa,” katanya. (*)

© 2014 Padek.co