Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

Kenakalan Pelajar Mengkhawatirkan


Wartawan : Redaksi - Editor : Riyon - 20 March 2017 12:22 WIB    Dibaca : 94 kali

 

Kenakalan pelajar tak pernah surut. Di Padang dan beberapa daerah di Sumbar, pelajar yang bolos saat jam pelajaran sering ditemukan. Mereka asyik main game di warung internet (warnet). Ada juga yang main judi di warung-warung. Sering dirazia Satpol PP tak membuat mereka jera. 

Setali tiga uang dengan tawuran. Dua tahun ini, pelajar tawuran semakin menjadi-jadi. Sebelumnya mereka beraksi di dalam kota, belakangan beralih ke pinggiran. Siasat ini mereka pakai untuk mengecoh petugas. GOR H Agus Salim dan jalan-jalan utama dianggap sudah tak strategis lagi. Alhasil, kini mereka sering beraksi di kawasan Kecamatan Kuranji, Lubukbegalung, Kototangah, Padang Timur dan kawasan lainnya. Mereka pun beraksi tidak lagi siang hari tapi malam hingga dini hari.

Seperti Minggu dini hari (19/3), sekitar pukul 02.00. Sekelompok remaja yang semuanya masih berstatus pelajar ditangkap personel Polsek Kuranji dan Polsek Padang Timur. Mereka diduga akan melakukan tawuran karena membawa peralatan seperti geer, samurai dan benda-benda tajam lainnya. Tidak hanya lelaki, anak perempuan juga ikut-ikutan di malam selarut itu.

Bila dulu pelajar ini kerap tawuran sepulang sekolah hari Sabtu. Mereka beralasan tawuran karena dendam, sakit hati dan semacamnya. Hari Sabtu dipilih karena pulang lebih cepat. Jadi waktu luang itu disalahgunakan untuk tawuran. 

Kini entah kenapa, mereka beraksi di malam hari.  Sasaran juga bukan pelajar berseragam yang pulang sekolah, tapi kelompok lain yang juga siap siaga. Edannya, kelompok tawuran remaja ini punya nama geng masing-masing. Ada yang bernama Sakesu yang artinya Saketek Surang dan Keluarga Pemburu Malam. Belum jelas apa makna pemberian nama geng tersebut.

Dikhawatirkan bila berlarut-larut, tunas-tunas bangsa ini tak tertutup kemungkinan terjerumus ke tindak kriminalitas. Sebab, tak jarang tertangkap pelaku pencurian seperti pencurian kendaraan bermotor, ada yang berstatus pelajar. 

Tindakan merazia rutin yang dilakukan polisi bersama pihak terkait sudah tepat. Tinggal lagi mengintensifkan dan memantau terus pergerakan mereka.
Tindakan yang memberi efek jera perlu diberikan agar mereka menghentikan aksi tersebut. 

Orangtua, ninik mamak, tokoh masyarakat dan elemen lainnya perlu mewaspadai setiap tindak-tanduk remaja yang mengarah kepada perbuatan negatif dan membahayakan. 

Orantua harus mengawasi perilaku anaknya. Jangan biarkan anak tumbuh sendirian dan bergaul dengan teman dan lingkungan yang salah. Ninik mamak harus memantau dan tidak lepas tangan dengan tumbuh kembang kemenakan. Masyarakat harus proaktif bersama-sama mengawasi gerik-gerik para remaja yang mencurigakan. Bila semua elemen peduli maka kenakalan remaja bisa ditekan. (*)

 

© 2014 Padek.co