Sumpah Gamawan


Wartawan : Mohammad Isa Gautama - Pengajar Komunikasi Politik, Fakultas Ilmu Sosial-UNP - Editor : Riyon - 20 March 2017 12:22 WIB    Dibaca : 134 kali

 

Perkara sumpah, mungkin orang Minang rajanya. Mulai dari anak kecil, sampai orang dewasa, ada-ada saja pameo tentang ’cara’ atau ’teknik’ bersumpah. Sumpah pun bisa dibagi dua, sumpah yang baik, atau katakanlah ’sumpah putih’, sampai sumpah yang tidak baik, semacam ’sumpah hitam’ yang mengandung ’kutukan’.

Orang yang sedang kasmaran setengah mati, demi meyakinkan (calon) kekasihnya biasa bersumpah, “Demi Tuhan, cintaku sedalam samudra, setinggi Himalaya”. Atau yang lumayan legendaris, “Sumpah mati, aku sayang kamu melebihi diriku sendiri.” Itu hanya beberapa contoh dari banyak contoh ’sumpah putih’ lainnya. Karena derajat ’kelebayannya’, tak jarang sumpah putih disebut juga sebagai janji atau sumpah gombal.

Sebaliknya ’sumpah hitam’ seringkali diucapkan dengan bumbu-bumbu menyeramkan, seperti mengikutsertakan deskripsi kematian, nama binatang, bahkan juga benda-benda yang disandingkan dengan tujuan ’mengutuk’ orang yang disumpahi. Sumpah kutukan yang paling terkenal di Indonesia mungkin juga berasal dari ranah Minang yaitu mitologi Malin Kundang. Dalam mitologi itu, si anak durhaka disumpahi menjadi batu oleh ibunya, dan ’monumen’ Malin Kundang kini setiap hari bisa dikunjungi di pantai Air Manis.

 


Silahkan Login Untuk Lanjut Membaca

Username/ Email
Password
© 2014 Padek.co