Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

Anak di Bawah Umur Digaruk


Wartawan : Syawaluddin - Padang Ekspres - Editor : Riyon - 20 March 2017 11:56 WIB    Dibaca : 154 kali

 

Terjaring dalam Razia di Sebuah Hotel 

Anak-anak di bawah umur rentan dipekerjakan di tempat hiburan malam. Menyikapi keresahan masyarakat, Polresta Padang menggelar Operasi Bina Kusuma yang menyasar tempat hiburan malam di Padang. Dalam razia Sabtu (18/3) malam, dari sembilan wanita yang terjaring, satu orang masih di bawah umur.

Pantauan Padang Ekspres, operasi dimulai sekitar pukul 23.00. Petugas menyasar beberapa kafe yang menjadi target operasi di Jalan HOS Cokroaminoto. 

Di sana terlihat sepi, salah satu ruang karaoke juga sudah ditutup. Lalu petugas segera memeriksa identitas pengunjung dan pemandu karaoke yang masih berada di lokasi tersebut.

Tapi tidak didapati yang di bawah umur dan petugas langsung menuju sebuah kafe  di Jalan Batang Arau. Di sana juga terlihat sepi. Petugas tidak menemukan pengunjung dan pekerja karaoke yang di bawah umur. 

Lalu petugas menuju sebuah hotel di Jalan Bundo Kanduang. Di sana petugas mengamankan tiga wanita berbusana seksi, satu di antaranya belum genap 18 tahun.

Di Kafe dan Karaoke “D” di Pondok, petugas juga mengamankan tiga wanita. Begitu juga di Kafe “G” di Jalan HOS Cokroaminoto juga di amankan tiga wanita. Kemudian pihak kepolisian membawa para wanita tersebut ke Polresta Padang.

Saat melakukan pendataan di Aula Tuah Sakato Polresta Padang, wanita berinisial IPS yang belum genap 18 tahun menangis ketika petugas menanya identitasnya.

Sambil menutup wajah dengan kedua tangan serta rambutnya, dia memberikan KTP kepada petugas. Dia juga mengaku masih sekolah di SMA negeri di Padangpariman. 

Kepala Bagian (Kabag) Operasional (Ops) Polresta Padang Komisaris Polisi (Kompol) Sumintak, usai kegiatan mengatakan, kegiatan ini berlangsung dari tanggal 13 sampai 26 Maret 2017. Sasaran operasi premanisme, anjal, termasuk permasalahan anak-anak di bawah umur.

“Untuk anak-anak di bawah umur sasaran kita ke tempat-tempat hiburan menggandeng Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), karena masyarakat resah banyaknya anak-anak yang masuk ke tempat hiburan malam,”ujarnya.

Terkait anak di bawah umur pihaknya melakukan berkoordinasi dengan P2TP2A apakah anak tersebut datang sendiri di tempat hiburan malam atau ada yang mempekerjakannya.

“Dalam operasi ini kita membentuk dua tim, masing-masing tim, target operasi tiga tempat, target adalah anak-anak di bawah umur,” ujarnya. "Sumintak menambahkan, ada beberapa titik premanisme yang mengganggu wisatawan sehingga mengganggu pariwisata Padang,” sebutnya.

Pergerakan operasi berdasarkan informasi intel di lapangan. Enam target operasi, tiga tempat nihil atau kondisi kafenya sudah kosong. “Jika ada informasi dari pihak intel, kami akan melakukan upaya lagi untuk operasi,” katanya.

Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Khusus Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Ermiati menyebut, terkait anak di bawah umur bekerja di tempat hiburan malam, pihaknya akan mencoba mengembalikan anak-anak tersebut ke sekolah kalau mereka ingin sekolah karena hak anak itu adalah mendapatkan pendidikan.

“Kami akan mencoba untuk menfasilitasi itu. Tidak ada hak kepala sekolah untuk menolak anak bersekolah bagaimanapun kondisi anak,” jelasnya. (*)

© 2014 Padek.co