Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

Solsel Belum Punya Kalender Wisata


Wartawan : Arditono - Padang Ekspres - Editor : Riyon - 20 March 2017 11:46 WIB    Dibaca : 43 kali

 

Raymond: Dispar Harus Desak OPD Terkait

Kalender wisata penting untuk mendukung iven tahunan dan promosi pariwisata daerah. Seharusnya tiap daerah punya kalender wisata ini. Namun Kabupaten Solok Selatan belum memilikinya.

Iven wisata tahunan yang sudah pasti di Solsel, baru pemilihan Uda Uni Solsel dan iven Tour de Singkarak (TdS) yang dikabarkan start atau finish di Solsel tahun ini.

“Soal kalender wisata memang belum ada kepastian. Yang jelas kita baru mengajukan jadwal iven di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Jadi baru dua iven yang sudah pasti digelar. Namun iven lokal belum ada kepastian,” ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Solok Selatan Budiman didampingi Kabid Pengembangan Pemasaran Pariwisata kepada Padang Ekspres, Jumat (17/3) lalu. 

Pendukung pengembangan wisata, pihaknya akan menggelar iven yang sudah ada dari tahun ke tahun. Yakni pemilihan Uda Uni Solsel sebagai bentuk pendukung kepariwisataan daerah. Untuk iven lokal atau kalender wisata lainnya, belum ada kepastian dari masing-masing OPD.

“Iven budaya lokal atau lainnya belum ada  kepastian, sebab juga menyangkut anggaran,” tuturnya. 

Dengan kondisi terkendala infrastruktur jalan, sehingga iven TdS tidak sampai ke Solsel tahun lalu. Namun tahun ini sinyal TdS bakal sampai ke Solsel dan rutenya dikabarkan hingga ke Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi. 

Kabid Pengembangan Pemasaran Pariwisata, Yolni Hendra menjelaskan, pemilihan Uda Uni Solsel bakal digelar Oktober 2017. Soal iven lokal berupa kebudayaan daerah belum ada kepastian, bisa jadi sebulan menjelang iven persiapannya seperti tahun sebelumnya. 

Dinas Pariwisata baru mengacu pada pelaksanaan iven yang sudah ada dan digelar setiap tahun. Mengenai iven lain berupa kalender wisata, hingga kini belum juga mendapat informasi dari OPD. 

“Soal promosi wisata, kita hanya bertumpu pada objek yang sudah jadi. Yakni Kawasan Seribu Rumah Gadang (KSRG) dan Hot Water Boom (HWB),” ujarnya. 

Hasil koordinasi dengan Kementerian terkait, daerah diminta tidak sekadar menggalakkan pariwisata. Tapi mengangkat potensi daerah yang belum ada di daerah lain.

Solsel diusulkan terus membenahi HWB dan kawasan Seribu Rumah Gadang. Sebab, di daerah lain belum ada yang menyerupai potensi wisata daerah Solsel ini. 

Anggota DPRD Solok Selatan, Raymond sangat menyayangkan SKPD terkait soal penerbitan kalender wisata. Sebab, patokan agenda pendukung kegiatan promosi dan iven wisata daerah merujuk kalender wisata yang kegiatannya sudah terangkum di dalamnya. 

“Kita berharap Dinas Pariwisata mendesak OPD, terkait penerbitan kegiatan pendukung wisata di daerah ini. Apalagi kegiatan tahunan berupa budaya lokal, perlu menjadi skala prioritas. Jangan sekadar iven yang sudah ada berupa uda dan uni, namun iven lokal yang menyentuh budaya daerah sendiri perlu dipopulerkan lewat kalender wisata tersebut,” ungkapnya. 

Kreativitas dalam berpariwisata sangat dituntut, sebab yang dapat menggerakkan wisata daerah adalah budaya lokal yang tidak ada di daerah lain.

“Semestinya, jangan hanya digarap yang telah ada. Tapi, yang unik yang dapat menjadi daya tarik parawisata luar daerah hingga mancanegara. Bila mereka baru pertama kali melihat, mereka pasti bertanya budaya lokal ini dari mana,” katanya. (*)

 

© 2014 Padek.co