Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

Rp 516 Miliar untuk Infrastruktur


Wartawan : Gusti Ayu Gayatri - Padang Ekspres - Editor : Riyon - 20 March 2017 11:10 WIB    Dibaca : 140 kali

 

Pemprov Prioritaskan Proyek Multiyears

Pemerintah Provinsi Sumbar menggelontorkan anggaran Rp 516 miliar untuk pembangunan infrastruktur pada tahun ini. Mencakup jalan, jembatan, pelabuhan, gedung pemerintahan, dan irigasi. 

“Tahun ini ada puluhan proyek strategis dijadikan prioritas. Proyek strategis tersebut merupakan luncuran program dari tahun sebelumnya. Ditujukan untuk memberikan peningkatan pelayanan lebih baik bagi masyarakat, mendukung kegiatan keolahragaan, mendukung pengembangan destinasi wisata dan pengendalian banjir,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumbar, Hansastri didampingi Sekretaris Bappeda Sumbar Hefdi, kepada Padang Ekspres, pekan lalu. 

Pada tahun 2017 ini, Pemprov tetap melanjutkan pembangunan main stadium. Guna mendukung persiapan penyelengggaran Pekan Olahraga Nasional (PON) pada tahun 2024 yang direncanakan Sumbar sebagai tuan rumah. Selain itu, lanjutan pembangunan convention hall untuk pertemuan skala nasional. 

Kemudian melanjutkan pembangunan gedung budaya sebagai cerminan adat basandi syarak- syarak basandi kitabullah (ABS- SBK). Kemudian lanjutan pembangunan jembatan Lolong.

Ini akan memberikan dukungan lanjutan jalan Pantai Padang menuju Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Lanjutan pembangunan gedung inflasi. 

“Tahun ini juga ada alokasi anggaran untuk detail engineering design (DED) pembangunan gedung inflasi di Bukittinggi. Gedung inflasi ini diharapkan akan memberikan kemudahan bagi petani dan masyarakat,” harap Hansasri. 

Prioritas lainnya adalah pembangunan lanjutan gedung pemerintahan rusak akibat gempa. Di antaranya kantor Badan Keuangan Daerah, Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), Ketahanan Pangan dan DPRD. Untuk pembangunan lima gedung pemerintah tersebut digelontorkan anggaran sebesar Rp 81,8 miliar. 

Lanjutan pembukaan akses kawasan Mandeh, dan lanjutan pembangunan jalan Tiku-Lubuksikaping. “Kita memang prioritaskan menuntaskan infrastruktur multiyears terlebih dahulu,” ucapnya. 

Ditambahkan Sekretaris Bappeda Hefdi, untuk bidang pengelolaan sumber daya air (PSDA) ada sejumlah proyek infrastruktur yang dijadikan prioritas. Di antaranya, Batang Maransi dialokasikan anggaran Rp 13 miliar. “Meskipun masih ada persoalan lahan jadi hambatan, kami tetap prioritaskan," ucapnya.

Program prioritas untuk pengendalian banjir adalah lanjutan cekdam Batang Kuranji, bendungan Batang Tarusan, pengamanan Pantai Tiku, pengendalian banjir Batang Kandis. Seluruh dananya berasal dari APBN. 

Selain itu, program prioritas lainnya adalah lanjutan pembangunan Batang Sinamar. Alasan proyek ini tetap jadi prioritas adalah mengairi sawah di Kabupaten Tanahdatar untuk mendukung ketahanan pangan.

Program prioritas lainnya adalah lanjutan pembangunan irigasi Batang Anai tahap II juga untuk mendukung ketahanan pangan di daerah Batang Anai dan sekitarnya. 

Di bidang perhubungan yakni pelabuhan Carocok Painan sebagai dukungan terhadap prioritas nasional dan pengembangan tol laut. Kemudian pembangunan pelabuhan Pasa Puat Mentawai untuk mendukung perencanaan tol laut dan pengembangan daerah tertinggal, peningkatan jembatan kereta api (Padang- Pariaman) mendukung pembangunan perkeretaapian di Sumbar kemudian lanjutan pembuatan stasiun BIM untuk memperlancar transportasi Padang-BIM. 

“Proyek strategis lainnya adalah lanjutan pembangunan Masjid Raya Sumbar. Saat ini, sudah ditenderkan,” ucapnya. 

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sumbar, Yulfitni Djasiran berharap pelaksanaan proyek infrastruktur yang belum selesai di tahun 2016 dan sedang berjalan di tahun ini dapat diselesaikan secepat mungkin oleh Pemprov Sumbar. Sebab, infrastruktur ini dapat segera dinikmati masyarakat. 

“Jalan dan jembatan misalnya harus diselesaikan secara cepat dan maksimal. Karena ini merupakan akses penting yang selalu digunakan masyarakat,” ujarnya.

Dia juga berharap persoalan yang kerap jadi kendala pembangunan infrastruktur yakni pembebasan lahan agar segera diselesaikan. Sehingga, nantinya tak menghambat program yang telah direncanakan. (*)

 

© 2014 Padek.co