Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

Erisman, Ketua DPRD Padang


Wartawan : Debi Virnando - Padang Ekspres - Editor : Riyon - 19 March 2017 11:48 WIB    Dibaca : 142 kali

 

Padang Harus jadi Tujuan Wisatawan

Kemajuan pariwisata Padang dua tahun ke belakang patut diapresiasi meski masih butuh pembenahan. Padang ditarget menjadi kota tujuan wisatawan lokal maupun mancanegara (wisman), dan bukan sekadar kota pesinggahan bagi wisatawan yang datang ke Sumbar.

Selain itu, keberadaan terminal angkot dan bus antar-provinsi akan diselesaikan demi menunjang sektor perekonomian kota. Visi bersama sejumlah daerah di Sumbar untuk menghidupkan sektor pariwisata dapat menjadi peluang besar bagi Padang dalam menggerakkan ekonomi masyarakat. 

Menurutnya, target menaikkan jumlah kunjungan wisman hingga 100 ribu orang per tahun oleh pemerintah provinsi merupakan angin segar bagi Kota Padang untuk dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) ke depannya. Tentu saja, rencana tersebut tidak cukup dihadapi dengan Pantai Padang.

Pemko mesti menyiapkan strategi tertentu agar peningkatan jumlah kunjungan memberikan multiplier effect bagi kota. Pariwisata maju, dalam hematnya, tidak sekadar menyolek ob jek wisata. Namun, pariwisata dikatakan maju apabila sektor pariwisata telah memberikan kontribusi bagi kesejahteraan masyarakat dan PAD kota.

Ke depan, ada suguhan tertentu dari Padang sehingga wisatawan bertahan beberapa hari sebelum mereka mengunjungi destinasi di kabupaten kota lain di Sumbar.

Pantai Padang harus diberi pendukung selain Kawasan Wisata Terpadu (KWT) yang direncanakan pemko. Ada keraguan Padang hanya akan menjadi kota persinggahan meski KWT telah tuntas.

Oleh karenanya, objek wisata pendukung lain juga harus dibenahi seperti destinasi wisata keluarga Taman Hutan Kota Malvinas dan Taman Raya Bung Hatta (TRBH).

Penambahan destinasi inilah yang akan menyanggah KWT ke depannya. Bagaimana pun, wisatawan tidak mungkin menghabiskan hari hanya untuk menikmati satu destinasi.

“Jangan sampai wisatawan yang hendak ke Bukittinggi, atau sekarang lagi hangat-hangatnya Mandeh, dari bandara mereka langsung ke sana. Mereka menginap jangan sampai hanya sekedar penunggu pagi atau pelepas lelah. Mereka harus berhari-hari di sini sebelum mengunjungi daerah lain. Tanpa bermalam di Padang sedapatnya wisatawan yang berkunjung ke Sumbar merasa ada yang kurang, ini harus diwujudkan bersama-sama,” ungkapnya saat ditemui di d’Dhave Hotel, kemarin (16/3).

Selain pariwisata, simpul transportasi angkutan kota, dan simpul transportasi angkutan kota antar-provinsi (AKAP) menjadi harga mati. Kota maju, kota yang menjadi tujuan destinasi wisata, harus memiliki transportasi aman, nyaman dan indah. Semuanya saling bersinergi.

Pasar Raya Padang sempat menjadi sentral perekonomian dulunya karena dekat dengan terminal yang menjadi simpul transportasi. Saat simpul itu hilang, lambat laun marwah Pasar Raya Padang memudar.

Semua, tegas Erisman, mesti dikembalikan. Marwah Pasar Raya sebagai sentral perputaran ekonomi harus dikembalikan. “Kembalikan kebanggaan pedagang,” ungkapnya.

Selain Pasar Raya, kebutuhan pedagang di pasar satelit tidak boleh luput. Selama ini pedagang hanya berjuang dengan nasib masing-masing. Untuk itu rekan di legislatif juga diimbau agar wakil rakyat menjaga kenyamanan dan kebutuhan pedagang di pasar satelit.

Lembaga legislatif, baik dalam membenahi pasar satelit maupun pariwisata, akan memiliki andil yang besar karena salah satu fungsinya budgeting (penganggaran).

“Sektor pendidikan, harmonisasi antara pemko dan kampus-kampus yang ada di Padang juga sangat perlu,” lanjutnya. Sebab, kampus memberikan andil mengharumkan nama kota. Keberadaan kampus juga menghidupkan perekonomian warga kota yang berdomisili di sekitar kampus.

Selaku ketua di lembaga legislasi, Erisman akan terus melakukan pengawalan demi kemajuan kota. Akan terus melahirkan regulasi-regulasi yang dibutuhkan kota ke depan. Tidak kalah penting, memperjuangkan penganggaran program prioritas yang akan berdampak pada kemajuan Kota Padang.

“Untuk inilah kami di DPRD dipilih. Dari rakyat, untuk rakyat,” pungkasnya. (*)

© 2014 Padek.co