Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

Mengabdi di Sela Badai


Wartawan : Debi Virnando - Padang Ekspres - Editor : Riyon - 19 March 2017 11:47 WIB    Dibaca : 137 kali

 

Dari Pasar Raya ke DPRD Padang

Ketua DPRD Padang, Erisman lahir dari Pasar Raya sebagai pedagang. Dirinya sempat terlibat delapan kali aksi demonstrasi sebelum menjabat. Sekarang, pendemo itu mengabdi disela badai politik mengguncang gedung DPRD Padang.

Salah seorang anak pedagang bernama Erisman berjuang bersama pedagang Pasar Raya kala itu. Namanya baru dikenal sebagai pemilik toko pakaian muslim, belum pemilik BA 2 A. Sedikitnya, Erisman melibatkan diri di delapan kali aksi selama memperjuangkan hak para pedagang.

Lambat laun Erisman menyadari perjuangannya dengan pedagang tidak akan maksimal selagi berjuang mengatasnamakan diri sebagai pedagang. Butuh gebrakan baru dalam memperjuangkan hak warga kota. “Karena itu saya terjun ke politik,” papar Erisman sembari membuka foto-foto kenangan saat aksi bersama forum padagang pasar.

Ceritanya, cikal bakal pengusaha telah tumbuh sejak masih berstatus sebagai mahasiswa. Bahkan, sejak 1986 sudah berdagang di Pasar Raya Padang. Dari pengalaman inilah dia meyakini, Pasar Raya sebagai kampus perdagangan. Namun, saat Pasar Raya mulai meredup, Erisman mengambil spirit maju, dia bangkit dan berjuang.

Kawasan Pasar Raya Padang, dalam ingatan Erisman mengalami perubahan drastis dari tahun ke tahun. Siapa yang tak kenal Terminal Andalas di era 80-an hingga 90-an.

Tidak sekadar pemberhentian bus antarkota dalam provinsi (AKDP), bagi generasi tua, terminal yang hari ini disulap menjadi pusat perbelanjaan itu juga tempat mereka menanak rindu. Menanti kedatangan seseorang di pojok lengang tatkala alat komunikasi masih selembar surat. Dari sana pula, pedagang sekitar terminal menggantung rezeki.

Sekitar tahun 2003, setumpuk cerita itu menjadi kenangan. Toko-toko sekitar bekas terminal meredup. Gejolak dari pedagang warnai penolakan kebijakan pemerintah tersebut. Perseteruan pemko dan pedagang memanas. Nasib serupa juga dialami terminal angkot. Bangunan megah pun berdiri di sana.

Waktu berlanjut, gempa meluluhlantakan Kota Padang. Matahari dan Fase VII, serta kios-kios pedagang menjadi antah baranta. Kebijakan pemko yang dinilai tidak berpihak pada rakyat, kembali memancing konflik. Demonstrasi warnai citra Kota Padang sebagai ibu kota Sumbar.

Satu dari ratusan pedagang yang menggalang demonstasi, pemilik BA 2 A hari ini, Ketua DPRD Padang, Erisman. Anak pedagang yang melanjutkan usaha orangtuanya di Pasar Raya Padang, dikenal sebagai pemilik toko pakaian muslim “5 Dara” sebelum dipanggil ketua di Gedung Bundar Sawahan. “Saya murni darah dagang,” kenang Erisman.

Kebab Dara merupakan satu dari berbagai usaha yang dirintis suami Vivi Yunita ini. Ceritanya, setelah Pasar Raya berantakan oleh gempa, Erisman mencari inovasi baru. Membaca peluang usaha lain dengan metode ATM, amati, tiru dan modifikasi. Alhasil, Kebab Dara menjadi tempat nongkrong anak-anak muda di Padang.

Ayah tiga anak ini juga merambah bisnis lain. Hotel d’Dhave dan travel umrah berdiri. Menurut Erisman, pemilihan nama hotelnya sesuai dengan abjad awal nama mereka satu keluarga.

Huruf D awal nama sibungsu Erisman, Dara Yani, Hafiz Heriyuda (H), Aufa Bil Ahdi (A), lalu Vivi Yunita (V) dan namanya sendiri dihuruf akhir, Erisman (E). Dari singkatan inilah, nama Dhave itu diambil. Konon kabarnya, kata d’Dhave berarti bangsawan.

Sampai sekarang, segala unit usahanya tumbuh dan berkembang. Termasuk usaha awalnya, toko pakaian muslim 5 Dara di Pasar Raya Padang. Karena lahir dari Pasar Raya, politisi Gerindra ini merasa bertanggung jawab untuk mengembalikan marwah pasarraya.

Setelah menduduki jabatan dewan, banyak hal yang harus diubah Erisman. Hari libur yang biasanya digunakan untuk keluarga saat menjadi pengusaha, harus diganti dengan pelayanan pada masyarakat.

Erisman harus meyakini keluarga, jika dirinya sekarang tidak hanya sebagai kepala keluarga dan seorang ayah. Melainkan milik warga Padang. “Saya tetap mengabdi walaupun sejak dilantik, banyak terpaan badai politik,” ungkapnya.

Pengabdian inilah yang dibuktikannya lewat kegiatan selama ini. Tanggap pada penderitaan rakyat. Seperti yang dilakukan bersama Wakil Wali Kota Padang, Emzalmi baru-baru ini.

Erisman langsung turun mendatangi masyarakat Baringin, Kecamatan Lubukilangan (Luki) yang mengalami musibah banjir. Itulah satu dari banyak pengabdian yang dilakukan sejak dilantik menjadi Ketua DPRD Padang. Jabatan ketua, sebutnya, jabatan pengabdian. (*)

© 2014 Padek.co