Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

Zulhardi Z Latif, Ketua Komisi III DPRD Padang


Wartawan : Debi Virnando - Padang Ekspres - Editor : Riyon - 12 March 2017 11:54 WIB    Dibaca : 122 kali

 

Mendorong Pemerataan Pembangunan

Di DPRD Padang, Zulhardi Z Latif dipercaya sebagai Ketua Komisi IV selama satu periode kepengurusan alat kelengkapan dewan (AKD). Ia mengurus kesejahteraan rakyat Kota Padang.

Rumah-rumah keluarga miskin menjadi prioritas programnya bersama rekan-rekan anggota dewan lain di komisi yang sama. Setiap pembahasan, Zulhadi bertarung memperjuangkan kesejahteraan warga kota.

Sekarang, dipercaya sebagai Ketua Komisi III DPRD Padang bidang Pembangunan. Menurutnya, banyak daerah di pelosok yang belum tersentuh pembangunan walaupun di beberapa titik pembangunan mulai tercelak.

“Walaupun pemko telah memulai, namun masih banyak daerah yang belum disentuh, terutama di wilayah,” ungkap alumni SMA 5 Padang itu. Inilah tugas berat ketua Komisi III ke depannya. Memeratakan pembangunan. Menyeimbangkan antara pendapatan dengan pembelanjaan daerah.

Ia menyadari betul pendapatan asli daerah (PAD) baru sekitar Rp 460 miliar, sementara Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Rp 2,2 triliun. Menurutnya, keuangan Padang saat ini belum seimbang antara pengeluaran dan masukan. Padang masih berharap uluran tangan dari pusat dan Sumbar.

Dalam catatannya, sekitar 14 ribu rumah masih belum layak huni. Tugas berat pemerintah, baik eksekutif dan legislatif ke depannya. Pemerintah harus tetap melanjutkan pembangunan infrastruktur untuk mendorong kemajuan kota. Namun, katanya, jangan abaikan pemberdayaan.

Melalui pemberdayaan, mata rantai kemiskinan dapat diputus lewat pemberdayaan. Seperti yang dilakukan melalui Rumah Singgah. Apabila tidak memungkinkan memperbaiki kondisi orangtua, maka masa depan anak-anak mereka yang harus dipercerah.

Salah satunya dengan pemberdayaan. Sebagai mantan tenaga ahli di Kementerian Sosial RI Program Keluarga Harapan (PKH), Zulhardi menyadari betul pemberdayaan dan pembangunan non-fisik.

“Kemiskinan dekat dengan pendidikan. Sebagian besar anak-anak yang di bawah garis kemiskinan, dipicu oleh rendahnya pendidikan orangtua. Nah, orangtua mereka tidak mungkin lagi disekolahkan, maka anak-anaknya yang diberi pendidikan. Putus mata rantainya,” lanjutnya.

Karena itu, pemerataan pembangunan, dilakukan baik secara fisik, maupun non-fisik. Anak-anak dari keluarga kurang sejahtera harus diberi spirit dan semangat. Itulah tugas semua pihak terutama pemerintah kota.

Sejauh menjabat sebagai wakil rakyat, keseriusan Zulhardi dalam mendampingi kebutuhan warga terlihat. Karena itu, masa rehat sidang selalu dimanfaatkan dengan kegiatan reses.

Seperti dua hari kemarin, reses di tiga tempat digelar demi menjemput aspirasi konstituennya. Selama tiga hari, warga Kelurahan Korong Gadang, Sungai Sapih dan Kuranji didatangi.

Usulan yang terserap akan dikawal dan perjuangkan pada Musrenbang Kota. Hasil reses akan disampaikan pada eksekutif dalam bentuk pokok-pokok pikiran dewan. Menurutnya, melalui reses, program kelurahan yang telah diusulkan dapat terakomodir dan terealisasikan.

“Inilah salah satu upaya memeratakan pembangunan, sekarang dan masa yang akan datang. Selama masih diberi kesempatan, perjuangan ini tidak akan pernah usai,” lanjutnya.

Nama Zulhardi juga harum di lingkungan DPRD Padang. Selain memiliki ide cemerlang dalam rapat dan pembahasan, kebiasaan mudah senyum membuatnya akrab dengan seluruh anggota dewan. Bagi seorang politikus, keramahan, kepiawaian diplomasi akan sangat menetukan lajunya pembangunan.

Karir politik di partai juga sangat cemerlang. Mulai dari tukang pasang bendera, tukang angkat minuman di Golkar Kecamatan Kuranji, sekarang dipercaya sebagai Sekretaris DPD Golkar Padang.

Jabatan ketua di kecamatan juga pernah di duduki selama dua periode. Sekarang, juga dipercaya sebagai Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Padang. (*)

© 2014 Padek.co