Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

Angka Pengangguran masih Tinggi


Wartawan : Yoni Syafrizal - Padang Ekspres - Editor : Riyon - 06 March 2017 11:10 WIB    Dibaca : 94 kali

 

Tiap Tahun, 8.000 Angkatan Kerja Bersaing

Angka pengangguran di Pesisir Selatan (Pessel) terbilang masih tinggi. Tercatat 20.636 jiwa atau sebesar 11,69 persen dari total angkatan kerja. Sedangkan angkatan kerja ada 176.530 orang. Dari jumlah tersebut, yang bekerja baik pada jalur formal maupun nonformal 155.894 orang. 

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Pessel, Sirdin Masrul didampingi Sekretaris, Beny Rizwan mengakui, masih tingginya angka pengangguran di Pessel.

“Karena masih tingginya angka pengangguran, maka perlu dicarikan solusi agar angka kemiskinan tidak bertambah. Salah satunya melalui berbagai pelatihan. Selain itu juga melalui bantuan modal usaha, tentunya melalui kerja sama berbagai pihak terkait,” ujarnya saat ditemui Padang Ekspres, Jumat (3/3).

Sementara, angkatan kerja Pessel tahun 2015 meningkat dari tahun 2014. Jumlah angkatan kerja yang menganggur tahun 2014 hanya 9,6 persen atau 18 ribu orang dari 185.773 angkatan kerja.

Menurutnya, itulah data terbaru angka pengangguran di Pessel. Angka tahun 2016, sebutnya, pihaknya masih melakukan penghitungan. Namun, diperkirakan masih berada pada kisaran 10 persen dari jumlah angkatan kerja yang ada.

Menurut Sirdin Masrul, untuk mengurangi angka pengangguran agar tidak menimbulkan persoalan sosial di masyarakat, pihaknya berupaya melakukan berbagai pelatihan bagi angkatan kerja.

“Langkah ini perlu dilakukan mengingat masih minim peluang kerja di Pessel bila dibandingkan dengan jumlah angkatan kerja yang membutuhkan pekerjaan. Sebab dalam 1 tahun saja bisa dikatakan rata-rata angka pencari kerja yang berasal dari tamatan SLTA dan sarjana mencapai 8 ribu jiwa. Karena tidak tertampung di dalam daerah, sehingga mereka mencari peluang kerja di daerah lain,” katanya.

Memasuki tahun 2017 ini, pihaknya melalui Balai Latihan Kerja (BLK) juga memberikan pelatihan bagi para angkatan kerja. Langkah itu bertujuan agar angkatan kerja tersebut memiliki daya saing dan keterampilan kerja dalam membekali hidup, baik yang sudah berkeluarga maupun bagi yang akan berkeluarga.

“Tahun 2017 ini, Pessel melalui dukungan anggaran baik yang bersumber dari Angaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten maupun anggaran pusat melalui Balai Latihan Kerja Indonesia (BLKI) Padang, kembali menggelar pelatihan keterampilan bagi angkatan kerja. Kegiatan pelatihan keterampilan kerja ini diikuti 160 peserta yang berasal dari angkatan kerja produktif,” ungkapnya.

Angkatan kerja yang tidak tertampung melalui jalur formal dan nonformal yang mencapai delapan ribuan jiwa per tahun baik yang berasal dari tamatan SLTA maupun sarjana ini tidak menimbulkan persoalan sosial, sehingga pihaknya membekali dengan keterampilan kerja melalui berbagai pelatihan-pelatihan.

Diakuinya, hingga saat ini masyarakat masih cenderung mencari kerja pada jalur formal dibanding nonformal. Hal itu karena cara pandang masyarakat secara umum bahwa bekerja di jalur formal atau PNS masih dianggap sebuah keberhasilan.

Padahal bekerja pada jalur nonformal jauh lebih baik jika dibarengi dengan keterampilan yang memadai. Direktur LSM Swara Pesisir, Ir Rizal Mala mengatakan, agar tidak menimbulkan persoalan sosial, perlu dicarikan solusi agar angkatan kerja yang selalu bertambah setiap tahun tidak menjadi penganggur. Bisa melalui berbagai pelatihan atau bantuan program sesuai potensi yang dimiliki.

“Karena Pessel merupakan salah satu daerah di Sumbar yang juga tidak memiliki perusahaan besar yang bisa menampung tenaga kerja maka salah satu upaya yang bisa dilakukan melalui pemaksimalan lahan garapan sesuai potensi yang dimiliki,” ungkap Rizal Mala di Painan.

Ia berharap Pemkab melalui Dinakertrans setempat dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait lainnya berupaya menciptakan angkatan kerja yang tangguh, profesional dan memiliki daya saing.

Anggota DPRD Pessel, Erman Syawar yang juga Sekretaris Komisi II ketika dihubungi kemarin (5/3) berharap daerah mampu membuat kebijakan-kebijakan dan terobosan yang bersifat riil dalam meningkatkan kualitas angkatan kerja supaya memiliki daya saing.

“Agar Pessel memiliki angkatan kerja yang profesional dan memiliki daya saing, maka pemerintah daerah diharapkan mampu membuat kebijakan-kebijakan dan terobosan yang bersifat riil,” sarannya.

Tentunya, kata Erman Syawar, melalui pola fasilitasi khusus terhadap generasi muda dengan berbagai bentuk keterampilan seperti yang telah dilakukan.

Semua itu, jelas Erman Syawar, beranjak dari angkatan kerja yang menamatkan sekolah baik SMA dan perguruan tinggi yang tidak kurang dari delapan ribuan orang itu. 

“Penambahan jumlah angkatan pencari kerja itu adalah persoalan sosial yang perlu dicarikan solusinya di daerah ini. Sebab tidak semua angkatan kerja itu bisa bersaing di luar daerah mencari pekerjaan baru karena kondisi ini juga terjadi di mana saja secara nasional,” jelasnya.

Besarnya potensi yang dimiliki oleh Pessel merupakan peluang yang bisa dimanfaatkan Pemkab untuk membuka lapangan kerja. Contohnya potensi kelautan, pariwisata, pertanian, perkebunan dan lainnya.

Itu merupakan sektor-sektor andalan yang belum tergarap secara maksimal dan diyakini bisa dijadikan  peluang untuk menjawab persoalan tersebut walau harus mendatangkan investor.

“Sebagai masyarakat Pessel, kita berharap agar persoalan sosial ini bisa terjawab di masa datang. Sebab persaingan untuk mencari kerja sudah semakin ketat, sementara potensi yang kita miliki itu belum juga tergarap seperti diharapkan,” pungkasnya. (*)

© 2014 Padek.co