Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

Waspada Cuaca Panas Disertai Angin Kencang


Wartawan : Syawaluddin - Padang Ekspres - Editor : Riyon - 17 February 2017 11:23 WIB    Dibaca : 53 kali

 

Bakal Berlangsung Sepekan ke Depan

Beberapa hari ke depan, angin kencang disertai cuaca panas melanda Kota Padang. Kepala Seksi (Kasi) Observasi dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Padangpariaman Budi Iman Samiaji mengatakan, angin kencang yang terjadi akibat adanya peralihan musim penghujan ke musim panas.

“Cuaca panas disertai angin kencang diprediksi akan berlangsung satu minggu ke depan. Kondisi tersebut hampir terjadi di seluruh kawasan Sumbar,” kata Budi Iman Samiaji.

Angin paling kuat dirasakan di wilayah bagian timur dan bagian tengah seperti Pasaman, Padangpariaman bagian timur, Limapuluh Kota, Tanahdatar, Kota Solok bagian timur, Sawahlunto, Sijunjung, Agam bagian timur dan Padangpanjang.

Bulan Februari ini kondisi Sumbar memang kering, dari pagi sampai siang rata-rata cuaca Sumbar cerah. Kemudian sore dan malam hari ada pembentukan awan yang menimbulkan hujan dan dini hari namun durasinya singkat.

Dikatakan, kondisi normal di Sumbar pada bulan Februari memang seperti itu, setelah musim hujan pada bulan November dan Desember akhir Januari hingga Februari didominasi cuaca yang cukup terik, namun potensi hujan masih tetap ada.

“Jadi tidak 100 persen kering, potensi hujan selalu ada namun durasinya singkat dengan instensitas bervariasi dari ringan hingga lebat,” jelas Budi Iman Samiaji kepada Padang Ekspres, Kamis (16/2).

Selain itu, kata dia, kondisi angin juga cukup kencang yang berhembus mulai dari Subuh sampai sore hari. Kecepatan angin maksimum bisa mencapai 30 sampai 50 km/jam tetapi itu tidak berhembus sepanjang hari.

“Dalam waktu-waktu tertentu angin berhembus kencang, lalu berhenti kemudian berhembus kencang lagi,” terangnya.

Dia mengimbau kepada masyarakat meski durasi hujan tidak terlalu panjang namun masih berpotensi menimbulkan genangan air, tetapi tidak terlalu berbahaya bagi masyarakat. Kemudian karena angin yang tiba-tiba kencang warga diminta hati-hati terhadap baliho-baliho.

“Jika angin kencang jangan berdiri di lokasi tersebut salah satunya baliho yang berasal dari kayu yang pemasangannya di tancapkan. Masyarakat diminta waspada dalam menghadapi cuaca ini,” imbaunya.

15 Rumah Rusak Diterjang Puting Beliung

Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan  dan Logistik BPBD Kota Padang, Nasrul Sugana mengatakan, selama bulan Februari 15 unit rumah telah rusak terkena angin kencang. Lokasinya tersebar di beberapa titik seperti di Kecamatan Nanggalo, Kecamatan Kuranji dan Kecamatan Kototangah.

“Yang paling parah terjadi di Kecamatan Nanggalo kondisi rumah atap dan kuda-kuda rumah terlepas akibat angin puting beliung. Untuk perbaikan kita sarankan kepada pihak kelurahan dan kecamatan untuk mengusulkan bantuan ke Baznas,” katanya.

Dia mengimbau kepada warga agar waspada, karena angin kencang bisa menerbangkan atap rumah dan menumbangkan pohon. Jika angin kencang melanda, jauhi pohon-pohon tua dan jangan memarkirkan kendaraannya di bawah pohon.

“Pohon-pohon yang sudah tua jika angin kencang bisa berpotensi tumbang,” tuturnya. Sementara itu pantauan Padang Ekspres, angin kencang menyebabkan dedaunan banyak berguguran sehingga berserakan di jalan seperti di kawasan GOR, Padangbaru serta di Gunungpangilun.

Yanti, 42, warga Gunungpangilun mengaku cuaca saat ini memang terasa panas yang diselingi angin kencang. Selain itu, dedaunan banyak yang berguguran sehingga menjadikan halaman rumahnya harus disapu pagi dan sore hari.

“Cuaca saat ini memang panas disertai angin kencang. Ini mungkin merupakan peralihan dari musim hujan ke musim kemarau,” ujarnya. (*)

© 2014 Padek.co