Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

Pedestrian Dijajah PKL


Wartawan : Syawaluddin - Padang Ekspres - Editor : Riyon - 17 February 2017 11:21 WIB    Dibaca : 42 kali

 

Satpol PP Harus Tegas pada Pedagang 

Pedestrian (trotoar untuk pejalan kaki) yang dibangun Pemko Padang di sejumlah titik guna memanjakan pejalan kaki patut diapresiasi. Hanya saja, pembangunannya belum didukung sarana dan prasarana yang memadai. Selain itu, sarana ini juga mulai dijajah pedagang kaki lima (PKL).

Seperti diketahui, Pemko membangun pedestrian di tiga titik yakni di kawasan Muaro Lasak, Jalan Permindo dan Muaro Padang. Ketiga pedestrian tersebut terlihat masih banyak yang  harus dibenahi.

Pantauan Padang Ekspres di pedestrian kawasan Muaro Padang kemarin, bangku atau kursi sebagai tempat duduk terlihat kurang. Tempat sampah juga minim.

Selain itu, jarak tempat sampah antara satu dan lainnya agak jauh. Pohon pelindung yang tidak seberapa jumlahnya menjadikan kawasan pedestrian panas. 

Satriati, 38, warga yang sedang melintas di pedestrian Muaro mengatakan, pedestrian di kawasan Muaro tidak efektif karena jalur pedestrian ini jarang digunakan pejalan kaki, karena kondisi Muaro yang sepi.

“Kayaknya Pemko salah sasaran membangun pedestrin di kawasan Muaro ini karena aktivitas pejalan kaki tidak seberapa seperti di Muaro atau di kawasan Permindo,” ujar gadis berkulit putih ini.

Selain itu, kata dia, pedestrian di kawasan Muaro juga minim tempat duduk untuk bersantai dan tempat sampah juga sedikit jumlahnya dan jaraknya pun berjauhan. Sehingga warga seenaknya saja membuang sampah sembarangan.

Menurut dia, pedestrian sebaiknya digunakan sesuai fungsinya. Sebab ia melihat jalur pedestrian dimanfaatkan pedagang untuk berjualan di malam hari, sehingga pedestrian tidak lagi tempat pejalan kaki namun berubah fungsi menjadi tempat berdagang.

Seperti saat dirinya berkunjung ke pedestrian di kawasan Permindo beberapa waktu lalu. Dirinya melihat PKL berjualan di jalur pedestrian sehingga mengganggu kenyamanan para pejalan kaki. Tidak itu saja penyandang disabilitas yang lewat pun terganggu.

“Satpol PP sebagai penegak Perda harus tegas agar kawasan pedestrian bebas dari PKL sehingga para pejalan kaki nyaman berjalan,” katanya. Sementara, pedestrian di kawasan Muaro Lasak terlihat masih tahap pengerjaan, sejumlah pekerja terlihat tengah menyelesaikan pekerjaannya.

Beberapa titik di kawasan pendestrian juga terpasang pemberitahuan “parkir roda dua”. Sepanjang pedestrian tersebut masih minim tempat sampah dan bangku untuk tempat duduk-duduk bagi para pengunjung.

Maria Yosefa, 25, warga Sikakap Mentawai mengatakan, kawasan pedestrian di Pantai Padang sangat bagus, tetapi masih banyak yang harus dibenahi seperti ketersedian tempat sampah dan tempat duduk pengunjung.

Selain itu kawasan pedestrian jangan dijadikan oleh PKL untuk berdagang dan tentu saja menggangu kenyamanan penjalan kaki. Dia mengatakan, jika saat hari libur atau liburan panjang anak sekolah, jalur pedestrian dijadikan tempat PKL berjualan seperti berjualan layang-layang dan sebagainya.

Sehingga wisatawan yang sedang berjalan kaki di kawasan pedestrian pun  tidak nyaman lagi. “Sebaiknya ada petugas Satpol PP yang rutin berpatroli di kawasan pedestrian ini untuk mengawasi PKL,” tuturnya.

Kondisi pedestiran di kawasan Permindo terlihat lebih baik dibandingkan di kawasan Muaro Lasak dan Muaro Padang. Jumlah tong sampah juga banyak di sisi trotoar meskipun beberapa besi penyangganya ada yang sudah rusak.

Yani, 29, mengapresiasi keberadaan pedestrian di kawasan Permindo ini yang lebih rapi dan tertata. Dia berharap kawasan pedestrian di Pemindo ini tetap konsisten untuk pejalan kaki, karena beberapa minggu lalu saat malam hari dia melihat kawasan tersebut dijadikan PKL untuk berdagang. (*)

© 2014 Padek.co