Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

Sepanjang Pantai Padang Dibangun Pedestrian


Wartawan : Syawaluddin - Padang Ekspres - Editor : Riyon - 17 February 2017 11:20 WIB    Dibaca : 67 kali

 

Tak lama lagi pengunjung Pantai Padang semakin dimanjakan dengan dibangunnya pedestrian sepanjang pantai. Pengunjung lebih leluasa menikmati keindahan pantai dengan menyusuri pedestrian ini. 

Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang, Medi Iswandi mengatakan, pedestrian akan dibangun dari jalan layang dekat Hotel Pangeran sampai ke Muaro Padang, panjangnya lebih kurang 4 kilometer. 

Pembangunan pedestrian di kawasan Pantai Padang tersebut untuk mempercantik pantai. “Dana perencanaannya sekitar Rp 100 juta dan saat ini dalam proses tender,” ujarnya kepada Padang Ekspres kemarin.

Dia menambahkan, pedagang yang berada di depan kantor Dinas Pariwisata akan direlokasi  dan akan dibanbangun pusat jajanan di lahan kantor Dinas Pariwisata.

Sementara kantor Dinas Pariwisata dan Dinas Perikanan akan dipindahkan ke rumah dinas DPRD di Jalan Gondaria belakang Dinas Peternakan Sumbar. “Yang penting pedestrian bisa dibangun dan  pedangang kita tetap berjualan serta pantai kita juga tetap bersih,” tambah Medi.  

Sementara itu, Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum Kota Padang, Fadel mengatakan, tahun ini pihaknya akan membangun sarana untuk pejalan kaki atau trotoar di tiga titik yakni di kawasan Pasar Raya di Jalan Pasar Baru, Jalan Permindo dan di kawasan Jalan M Yamin atau di kawasan Bundaran Air Mancur. Tempat lain juga ada yakni rehab trotoar tetapi titiknya masih belum ditentukan.

“Anggaran untuk pembangunannya sekitar Rp 15 miliar lebih,” ujarnya. Sementara itu, pengamat tata ruang dari Universitas Bung Hatta, Eko Alvares berharap Pemko Padang dapat membangun lebih banyak pedestrian untuk memberikan kenyamanan kepada pejalan kaki.

Namun yang  paling penting bagaimana PKL tidak berjualan di jalur pedestrian tersebut. “Pemko harus bisa mengawasi hal itu. Jangan sampai hak pejalan kaki direbut PKL,” tegasnya.

Hal itu sebetulnya sudah diatur dengan Perda Ketertiban Umum, di mana orang tidak boleh meletakkan dagangannya di fasilitas umum (fasum) atau menjadikan ruang kota sebagai gudang oleh PKL,” katanya.

Terakhir dia memberi saran agar kawasan jalan utama Kota Padang dibangun pedestrian untuk pejalan kaki. Sehingga orang tidak banyak menggunakan kendaraan pribadi serta membuat warga kota menjadi sehat dan menghargai hak orang lain. (*)

© 2014 Padek.co