Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

Manchester United vs Saint-Etienne: Teror Ibra


Wartawan : JPNN - Editor : Riyon - 16 February 2017 11:00 WIB    Dibaca : 29 kali

 

Zlatan Ibrahimovic menjadi senjata utama Manchester United saat menjamu wakil Prancis, Saint-Etienne di leg pertama 32 besar Liga Europa, di Old Trafford, Jumat, 17 Februari.

Bermain beberapa musim di Ligue 1, Ibra memang menjadi teror paling menakutkan bagi klub-klub Prancis. Meski usianya tak lagi muda, ia tetap menjadi pembunuh nomor satu Paris saint Germain (PSG) dan sukses mengantarkan klub ibu kota itu merajai kompetisi domestik.

Sejak bergabung dengan PSG pada awal  musim 2012/ 2013, striker internasional Swedia itu mencetak 113 gol di Ligue 1. Hal itu membuatnya menjadi langganan top skor, termasuk musim lalu dimana striker jangkung berusia 35 tahun itu mencetak 38 gol.

Catatan luar biasa itu membuat Saint-Etienne sangat paham siapa pemain MU yang paling berbahaya bagi gawang mereka. Manajer Saint Etienne, Christophe Galtier mengakui itu jelang duel ini. ”Ia pemain luar biasa dan mencetak banyak gol,” kata Galtier di The Telegraph.

”Semua orang bilang dia akan kesulitan di Inggris, tetapi dia sudah mencetak 20 gol. Dia profesional. Dia panutan. Saya kira itulah alasan mengapa mereka membawanya ke Manchester. Teman saya yang katakan, ”Jika Anda beri bola padanya, dia akan membunuhmu,” lanjutnya.

Selain faktor Ibra, bek Etienne, Florentin Pogba mengakui United raksasa Eropa yang sulit ditaklukkan. Ia menegaskan akan bertarung habis-habisan. ”Semua bisa terjadi. Fakta bahwa mereka lebih baik dari kami di atas kertas, adalah benar, tetapi itu bukan masalah,” tegasnya di situs UEFA.

Walau tamu memberi respek tinggi, kubu MU tak ingin lengah. Manajer MU, Jose Mourinho mengatakan, sebagai juara grup, Etienne memiliki kualitas untuk bersaing. ”Ini adalah klub Prancis dan mereka memiliki kualitas,” kata Mourinho MUTV.

”Ini adalah klub bersejarah; meskipun bertahun-tahun tanpa gelar, mereka adalah klub besar dengan tradisi besar. Ini adalah klub di mana Michel Platini, sebelum pergi ke Italia, melakukan hal luar biasa yang membuat mereka dominan di Prancis pada periode itu,” tegasnya.

Pernah bermain di Monaco, Penyerang United, Anthony Martial sangat antusias menyambut laga ini. ”Kapan pun saya melawan mereka, selalu ada motivasi tambahan. Kami tahu ini menjadi sulit. Jika kami bermain dengan kemampuan terbaik, kami bisa memetik hasil bagus,” katanya di situs klub.

Martial berharap mencetak gol di laga ini. ”Tentu saja, akan menyenangkan jika saya bisa mencetak gol ke gawang mereka, tetapi saya harap kami bisa memenangkan pertandingan ini. Itu yang terpenting. Jika saya bisa mencetak gol itu sebuah bonus,” sebutnya.

Selain kiper ketiga, Joel Pereira, seluruh pemain MU bisa tampil di pertandingan ini. Kondisi sama juga terjadi di kubu Saint-Etienne yang sebelumnya kalah agregat 1-3 dari United di Piala Winners pada musim 1977/ 1978. Dengan demikian, laga ini bakal sengit apalagi Etienne tak terkalahkan di Liga Europa. (*)

© 2014 Padek.co