Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

Menentukan Pilihan di Hari Tenang


Wartawan : Heri Sugiarto - Padang Ekspres - Editor : Riyon - 12 February 2017 12:27 WIB    Dibaca : 130 kali

 

Sebanyak 101 daerah di Indonesia akan menggelar pemungutan suara pada Pilkada Serentak 2017, Rabu (15/2). Terdiri dari 7 pemilihan gubernur, 18 wali kota dan 76 bupati. 

Di Sumbar, pada hari yang telah ditetapkan pemerintah sebagai hari libur nasional itu, masyarakat Kota Payakumbuh akan memilih wali kota, sedangkan di Kabupaten Kepulauan Mentawai akan memilih bupati lima tahun ke depan. 

Di Kota Payakumbuh terdapat tiga pilihan pasangan calon wali kota dan wakil wali kota yang telah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Yakni Wendra Yunaldi berpasangan dengan Ennaidi, Riza Falepi dan Erwin Yunaz, serta Suwandel Muchtar dan Fitrial Bachri. Sedangkan di Kabupaten Kepulauan Mentawai, ada dua pilihan pasangan calon, yakni Yudas Sabaggalet berpasangan dengan Kortanius Sabeleake serta Rijel Samaloisa dan Binsar Saleleubaja.

Seluruh pasangan calon telah mengikuti rangkaian debat dan kampanye untuk menyampaikan visi dan misinya, difasilitasi KPU dan diawasi Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) bersama masyarakat. 

Memang tak dapat dipungkiri pada pilkada serentak kali ini, tensi politik di DKI Jakarta terasa lebih tinggi dibandingkan daerah lainnya di Indonesia. Sebagai barometernya Indonesia, pemilihan pemimpin di ibu kota negara itu juga mendapat perhatian luas rakyat Indonesia. Debatnya saja disiarkan live stasiun televisi nasional sehingga bisa ditonton rakyat di tanah air. Bahkan, banyak yang menyebut, pemilihan tersebut rasanya seperti pemanasan jelang Pemilihan Presiden 2019 saja.

Namun demikian, kondisi tersebut jangan sampai membuat kesiapan penyelenggaraan dan pengawasan pilkada di daerah, termasuk Payakumbuh dan Mentawai jadi terabaikan.

Masyarakat tentu menginginkan pasangan calon terpilih memimpin daerahnya, adalah orang yang terbaik dan dipercaya dapat merealisasikan janji-janji kampanye, berintegritas dan antikorupsi.

Nah, tiga hari jelang pencoblosan ke Tempat Pemungutan Suara (TPS), KPU telah menetapkan masa tenang mulai hari ini (12/2) hingga Selasa (14/2). Inilah masanya masyarakat memilah-milah mana pasangan calon yang memiliki visi dan misi sesuai keinginan hati nurani dan kebutuhan pembangunan daerah. Lalu, mendokumentasikan janji-janji kampanye para pasangan calon sehingga bisa ditagih ketika terpilih dan tak ingkar. 

Di sisi lain, ini hari-hari rawan terjadinya pelanggaran, baik oleh pasangan calon maupun tim sukses yang berniat berbuat curang. Mulai dari kampanye terselubung di kampung-kampung hingga lewat media sosial, money politics dan mobilisasi massa serta kecurangan lainnya.

Hal tersebut memerlukan pengawasan ekstra oleh Panwaslu bersama masyarakat sehingga tercipta pemilu yang berintegritas. Apalagi dalam eksposenya beberapa hari lalu, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengidentifikasi sebanyak 246 dari 438 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Mentawai dan Payakumbuh masuk kategori rawan.

Bagi KPU, ini masanya memastikan logistik pilkada seperti surat suara dan tinta telah sampai ke lokasi pemilihan dan tersimpan dengan aman. Selain itu, seluruh masyarakat yang masuk kategori pemilih dipastikan sudah terdata, dan mendapatkan kartu untuk memilih sehingga tidak menjadi masalah setelah pemilihan. Penyelenggara pilkada dari level atas hingga ke TPS juga harus netral, begitu pula petugas pengawas dan aparatur sipil negara (ASN). 

Terpenting lagi, masyarakat jangan takut untuk melapor jika melihat pelanggaran atau haknya untuk memilih dilanggar. Aktif pula melapor ke penyelenggara jika belum mendapat kartu pemilih. 

Akhirnya, selamat memilih pemimpin Kota Payakumbuh dan Kabupaten Kepulauan Mentawai untuk lima tahun ke depan dengan menggunakan hak pilih di TPS 15 Februari nanti. Semoga tercipta pilkada badunsanak. (*)

© 2014 Padek.co