Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

Brigjen Pol Fakhrizal, Kapolda Sumbar


Wartawan : Hijrah Adi Sukrial - Padang Ekspres - Editor : Riyon - 12 February 2017 12:07 WIB    Dibaca : 64 kali

 

Wujudkan Kamtibmas untuk Kemajuan Pariwisata Sumbar 

Sumatera Barat adalah provinsi yang memiliki potensi wisata yang sangat besar dan kompleks. Agar potensi ini bisa memberikan kesejahteraan pada masyarakat, dibutuhkan keamanan dan kenyamanan, sehingga orang mau berbondong-bondong berwisata ke Sumatera Barat.

Kepolisian yang berfungsi mewujudkan keamanan ketertiban masyarakat memiliki peran besar untuk mewujudkan keamanan dan kenyamanan di Sumbar demi mendukungnya Sumbar menjadi destinasi wisata tingkat nasional.

Brigjen Pol Fakhrizal, selaku Kapolda Sumbar yang baru bertekad membantu Pemprov Sumbar mewujudkan Sumbar sebagai daerah yang nyaman dikunjungi.

Untuk itu, dia akan merangkul ninik mamak dan stake holder bergandengan tangan mengantisipasi tindak kriminalitas dan beredarnya paham radikalisme dan terorisme serta intoleransi di Sumbar untuk menciptakan keamanan dan kenyamanan di Sumbar.

Selain itu, banyak persoalan lainnya yang menjadi atensi pria asli Minang kelahiran Bukittinggi ini. Berikut petikan wawancara wartawan Padang Ekspres Hijrah Adi Sukrial dan Herru Irawan dengan Kapolda Sumbar Brigjen Pol Fakhrizal. 

Pak, sebagai orang asli Minang yang ditugaskan di kampung halaman tentu selain menjalankan tugas bapak memiliki tanggungjawab moral membangun kampung halaman. Seperti apa bapak memandang Sumbar Pak?

Sumbar adalah daerah yang memiliki potensi wisata yang sangat besar. Alam kita ada gunung, lembah, sungai, danau, teluk tanjung, ngarai yang sangat indah. Budaya  dan kuliner khas Minang semuanya sangat mendukung dan layak dijual. 

Saat serah terima jabatan saya (Kapolda Sumbar), banyak tamu dari luar daerah. Di sela tugas, ada yang menyempatkan diri mengunjungi daerah wisata Sumbar. Semuanya terkagum-kagum dengan keindahan alam dan kuliner Sumbar. 

Hal itu pun sudah diakui dunia. Buktinya, salah satu nagari di Kabupaten Tanahdatar ditetapkan jadi desa terindah di dunia. Sumatera Barat juga meraih dua penghargaan dari The World Halal Tourism Award 2016, yaitu Worlds Best Halal Destination dan Worlds Best Halal Culinary Destination.

Saya rasa ini adalah modal besar untuk menggaet wisatawan berkunjung ke Sumbar. Kita harus meningkatkan seluruh aspek yang bisa menunjang Pariwisata di tanah Minangkabau dan untuk menyambut wisatawan yang datang, termasuk memastikan pengunjung yang datang aman dan nyaman. 

Untuk mendukung pariwisata dibutuhkan dukungan dari kepolisian untuk memastikan terwujudnya kamtibmas dan kenyamanan bagi pengunjung yang datang. Apa yang akan menjadi program Polda Sumbar untuk mendukung kemajuan pariwisata Sumbar?

Seluruh Polres dan Polsek di jajaran Polda Sumbar akan diinstruksikan memberantas premanisme dan pemalakan, khususnya di kawasan destinasi wisata. Langkah itu dilakukan guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan ketika berkunjung ke objek wisata di ranah Minang.

Bila ada preman yang memalak-malak di objek wisata, maka wisatawan akan lari dan tempat wisata tersebut tidak akan dikunjungi lagi. Nah, ke depan polisi digerakkan untuk mengamankan objek-objek wisata. Kalau ada pemalakan dan pungutan liar di objek wisata akan kami sikat.

Kita juga akan optimalkan polisi pariwisata. Selama ini pengamanan di objek wisata didukung oleh Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit), mungkin ke depan itu akan terus kita maksimalkan dan kita kembangkan. 

Namun perlu dipahami, untuk mewujudkan kamtibmas itu tidak akan sukses tanpa kesadaran dan bantuan semua pihak. Untuk itu, kita akan merangkul semua elemen, khususnya ninik mamak.

Saya juga akan menginstruksikan para kapolres berkoordinasi dan merangkul ninik mamak guna menyelesaikan dan mengantisipasi permasalahan-permasalahan di tengah masyarakat, termasuk untuk mendukung kamtibmas di objek wisata. 

Selain pembenahan infrastruktur, yang perlu segera dibenahi itu perilaku masyarakat terhadap wisatawan. Mereka harus bisa menjadi pelayan yang baik bagi pengunjung. Jika wisatawan merasa diperlakukan buruk di sini, mereka akan kapok berkunjung lagi.

Efeknya, mereka akan bercerita kepada teman-temannya, sehingga orang enggan ke Sumbar. Kita juga yang rugi. Perekonomian tak bergerak, pengangguran akan bertambah.

Selain Kamtibmas di objek wisata, apa persoalan lainnya yang akan menjadi atensi Anda?

Saya pikir kejahatan konvensional tentu tetap menjadi atensi utama. Namun di luar itu, radikalisme, terorisme dan intoleransi tentu akan menjadi perhatian kita juga.

Kita tidak ingin Sumbar sebagai daerah yang banyak melahirkan negarawan, tokoh-tokoh besar di Negara ini menjadi tempat berkembangnya paham radikalisme dan terorisme serta tempat terjadinya intoleransi. 

Mengantisipasi agar Sumbar bebas dari perkembangan paham-paham radikal dengan memaksimalkan potensi babinkamtibmas dan intel. Jangan sampai Sumbar jadi tempat persembunyian teroris, apalagi jadi tempat berkembangnya paham radikal. Untuk mengantisipasinya, kami memaksimalkan peran intel dan babinkamtibmas.

Selama ini, permasalahan illegal meaning juga menjadi permasalahan yang belum terselesaikan di Sumbar, khususnya di Solok Selatan. Apa langkah Anda untuk menyelesaikannya?

Saat ini kita sedang inventarisir masalahnya dan nanti kita akan carikan solusi terbaik. Saya yakin permasalahannya kompleks, karena ada kehidupan masyarakat di situ. 

Intinya, kita cari akar permasalahannya dulu. Lalu kita duduk bersama, antara polisi, pemerintah daerah dan pihak terkait lainnya. Namun saya tegaskan, jika ada alat berat masuk ke Solsel dan melakukan penambangan akan kita tindak. Namun, jika urusannya masyarakat, ini akan kita carikan solusinya bersama-sama. 

Sebagai orang Minang yang bertugas di kampong halaman sendiri apakah memiliki beban moral?

Tentu saja, sebagai putra daerah, saya memiliki beban moril ikut terlibat dalam membangun kampung halaman.  Saya akan bekerja sebaik mungkin. Ini adalah kampung halaman saya.

Ketika saya bertugas di sini (Sumbar, red), saya mempertaruhkan nama keluarga besar saya. Kalau saya jelek, maka keluarga besar saya juga akan jelek. Makanya, apapun masalah di Sumbar harus dicarikan solusinya. (*)

© 2014 Padek.co