Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

Anak Kolong yang jadi Panutan itu Sekarang jadi Kapolda


Wartawan : Hijrah Adi Sukrial - Padang Ekspres - Editor : Riyon - 12 February 2017 12:04 WIB    Dibaca : 53 kali

 

Didikan ayah seorang tentara yang keras mengantarkannya menjadi anak yang disiplin dan tertib sejak kecil. Disiplin dan tertib itu tanpa disadari menjadi gaya hidup Fakhrizal dalam menempuh berbagai jenjang pendidikan hingga akhirnya mengantarkannya lulus di Akabri. 

Sekarang, anak kolong yang masa kecilnya dihabiskan di Asrama Rindam di Airtawar (sekarang Batalyon 133) itu pulang kampung dan memegang tampuk kepemimpinan tertinggi kepolisian di Sumatera Barat.

Sebentar lagi, jenderal bintang satu ini akan menyandang bintang dua di bahunya. Dia membuktikan bahwa anak kolong yang identik nakal itu juga bisa sukses apabila sungguh-sungguh dan disiplin.

Lahir di Bukittinggi pada 29 April 1963, umur dua tahun Fakhrizal sudah diboyong ke Padang. Ayahnya yang merupakan seorang anggota TNI ditugaskan menjadi instruktur di Padang. Fakhrizal tinggal di lingkungan asrama TNI di Airtawar. 

Tinggal di asrama, Fakhrizal sejak kecil sudah membiasakan diri untuk disiplin dan tertib. Ibu-ibu di asrama selalu meminta anak-anaknya agar mencontoh Fakhrizal yang tetap disiplin dan berprestasi.

“Saya tidak mau ikut main-main tak jelas. Saat jam belajar saya belajar, saat jam main, saya main, saat jam pulang, saya pulang. Ternyata banyak ibu-ibu menasihati anaknya agar meniru saya. Karena ibu-ibu di asrama sering bilang seperti itu, saya bertekad untuk menjaga hal baik yang sudah saya terapkan selama ini,” jelas Fakhrizal kepada Padang Ekspres saat berbincang di ruang kerjanya beberapa waktu lalu.

Menurut Fakhrizal, meski tidak ikut hura-hura, bukan berarti dia kuper (kurang pergaulan). Namun, kawan-kawannya tetap segan padanya. Karena, dia juga rutin mengikuti berbagai kegiatan olahraga, seperti main bola dan main voli. 

“Saat saya di SMP saya seangkatan bersama pak Irwan Prayitno. Beliau aktif di OSIS, saya aktif di kegiatan olahraga. Saat sama di SMAN 2 Padang, saya adalah pemain tim sepak bola SMAN 2 Padang bersama Indra Sjafri,” ulas pria berkumis ini.

Hingga sekarang, olahraga menjadi hobi Fakhrizal. Selain suka bola, sekarang dia juga olahraga tenis dan golf. Menurutnya, selain menjaga kebugaran tubuh olahraga juga membuat pikiran jadi rileks dan bisa silaturrahmi rekan-rekan kerjanya.  

Disiplin, tertib dan sungguh-sungguh ini menurut Fakhrizal adalah kunci kesuksesannya. Gaya hidup ini dia pertahankan hingga jadi taruna Akabri hingga mengabdi jadi polisi. 

Cita-cita jadi ABRI

Mantan Kapolda Kalimantan Tengah ini memaparkan, ketika kecil dia tidak pernah membayangkan akan menjadi polisi, apalagi menjadi Kapolda seperti sekarang yang sedang dijalaninya.

Waktu kecil, Fakhrizal hanya mengetahui bahwa dia ingin masuk Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI), dimana ketika itu antara TNI dan Polisi digabung dalam institusi ABRI. 

Sewaktu lulus di Akabri, kemudian hasil tes menunjukkan bahwa Fakhrizal dinilai cocok untuk menjalani kepolisian di Akademi Kepolisian (Akpol).

“Setelah saya menempuh pendidikan kepolisian, kecintaan saya kepada korps kepolisian pun tumbuh. Saya merasa menjadi seorang polisi adalah profesi mulia, karena tugasnya memberikan rasa aman dan mengayomi masyarakat,” jelasnya.

Dalam menjalankan tugas berbagai pengalaman berkesan dialaminya. Ketika dia tugas di Jakarta, beberapa kali dia harus berhadapan dengan gerombolan preman jalanan. Tak jarang, kejadian itu terjadi saat Fakhrizal sedang jalan-jalan bersama istrinya.

“Saat ada peristiwa di jalan, meski sedang jalan bersama istri, insting polisi saya langsung keluar. Biasanya istri akan saya tinggalkan di pos polisi lalu saya akan buru penjahatnya,” ujar Fakhrizal.

Dalam mendidik anak, Fakhrizal juga membiasakan untuk tertib dan disiplin. Tak heran salah seorang anaknya juga sudah berhasil menjadi seorang perwira polisi. (*)

© 2014 Padek.co