Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

Masrul, mantan Cleaning Service Kantor Bupati Pessel


Wartawan : Yoni Syafrizal - Padang Ekspres - Editor : Riyon - 15 January 2017 11:20 WIB    Dibaca : 90 kali

 

Mampu Sekolahkan Anak hingga Kuliah

Profesi cleaning service (CS) kerap dipandang sebelah mata. Tapi siapa sangka, dari profesinya ini, pria ini mampu menyekolahkan anak-anaknya hingga bangku perguruan tinggi.

Bahkan, di lingkungan kantor bupati Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel). Ia selalu menjadi contoh oleh mantan Bupati Pessel, Nasrul Abit setiap kali apel pagi karena kegigihannya mencari uang tanpa harus meninggalkan tugas utamanya sebagai CS.

Dialah Masrul, 53, yang akrab dipanggil Pak Ogah. Warga Karangpauah Nagari Gurunpanjang Kecamatan Bayang Pessel ini selalu terlihat ceria, sehingga terkesan tidak memiliki beban dalam kehidupan.

Mungkin ini telah menjadi sebuah ciri khas baginya, ditambah sikap yang ramah, mudah senyum dan senang bertegur sapa, membuat Pak Ogah disenangi oleh semua orang yang dikenalinya. 

Menjadi CS merupakan pilihan terakhir baginya setelah dua tahun menganggur karena dirumahkan oleh perusahaan tempat dia bekerja di Pekanbaru Provinsi Riau. Itu terjadi tahun 2006, peristiwa itu akhirnya membawa ia pulang kampung ke Pessel bersama istri dan dua anak yang masih sekolah.

Agar kehidupan terus berjalan dan anak-anak bisa bersekolah, berbagai pekerjaan pun dilakoninya, mulai dari tukang cangkul ke ladang, kuli bangunan, dan berbagai bentuk pekerjaan kasar lainnya. Hingga akhirnya menjadi CS di kantor bupati Pessel.

“Saya sebelumnya bekerja di sebuah perusahaan yang cukup besar di Pekanbaru. Karena perusahaan tempat saya bekerja melakukan pengurangan karyawan, sehingga saya masuk sebagai salah seorang yang dirumahkan,” katanya. 

Seiring berjalannya waktu dan kebutuhan hidup semakin tinggi, ternyata gaji yang diterima sebagai CS tak bisa menutupi biaya hidup. Sambil bekerja sebagai CS di kantor bupati Pessel, dia juga bekerja sambilan sebagai pedagang, tanpa mengabaikan tanggung jawab. 

“Kalau mengandalkan gaji dari CS sulit rasanya untuk memenuhi kebutuhan hidup. Ditambah lagi saya harus memikirkan keberlangsungan pendidikan dua anak saya yang sudah SMA ketika itu. Saya mulai berpikir harus mencari tambahan penghasilan, lalu saya membuka kantin di belakang kantor bupati Pessel,” tuturnya.

Beruntung selama bekerja ia diterima oleh banyak orang di kantor bupati Pessel, sehingga memudahkannya membangun jaringan dan relasi dengan para pegawai di lingkungan kantor bupati Pessel.

Berbagai kebutuhan para pegawai pun dilayaninya, mulai dari pesanan makanan, minuman dan kebutuhan lainnya. Karena semua kebutuhan bisa dipenuhinya sehingga dia digelari oleh teman-teman sebagai Waserda.

“Ketika menjadi CS, saya memang telah membuka jaringan dengan semua orang. Dan saat mereka tau saya buka kantin, orang-orang mulai memesan makanan dan kebutuhan lainnya kepada saya. Bahkan, handphone saya tak berhenti berdering dari panggilan para pelanggan, mulai dari pejabat paling tinggi hingga orang biasa,” ceritanya. 

Ternyata melakoni dua pekerjaan sekaligus membuatnya keteteran. Ia tidak mau pekerjaan barunya ini membuat tugas utamanya terabaikan. Setelah dua tahun melakoni pekerjaan CS, ia akhirnya memutuskan berhenti sebagai CS.

“Di tahun 2010, saya putuskan untuk mengundurkan diri agar bisa lebih konsentrasi menjalani pekerjaan,” jelasnya. 

Berkat semangat, dan kegigihan yang dimiliki, dua anaknya sampai juga hingga ke perguruan tinggi. Bahkan anak yang tua bernama Mondrasih 26, telah diwisuda pada bulan Mei 2016 lalu di Unand, dengan gelar Sarjana Peternakan. Sekarang juga sudah diterima bekerja pada perusahaan peternakan di Solo dengan posisi supervisor. 

Sedangkan adiknya bernama Rifa Zolan 19, tengah menjalani kuliah pula di Politeknik Unand,  jurusan Administrasi Bisnis pada semester V. 

“Ketika itu saya berpikir tidak akan mampu menyekolahkan bahkan menguliahkan dua anak saya hingga ke perguruan tinggi. Tapi Allhamdulillah, perasaan pesimis itu terbantahkan,” ungkapnya.

Dikatakan, semua itu merupakan sebuah anugerah yang besar baginya, sebab sebelumnya memang tidak pernah terlintas dalam pikirannya akan bisa menguliahkan anaknya. Apalagi sampai bisa diterima bekerja dengan posisi yang cukup lumayan di perusahaan tempat dia bekerja sebagai mana saat ini.

“Di rumahkan oleh perusahaan tempat bekerja, kemudian bekerja sebagai CS, sangat sulit rasanya bisa menyekolahkan anak sampai ke perguruan tinggi. Saya katakan demikian, sebab istri saya yang bernama Arsana 51, juga hanya seorang guru tenaga sukarela di SMP Luar Biasa Painan,” tuturnya. 

Ketika ditanya berapa omzet yang didapat dalam satu hari, ia enggan untuk menjelaskan. Namun diakuinya cukup untuk memenuhi kebutuhan dan biaya kuliah anaknya. 

”Allhamdulillah, saya sangat mensyukuri rezeki yang diterima, karena cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan juga bisa menguliahkan anak yang saat ini salah satunya sudah diwisuda dan juga bekerja di perusahaan,” ungkapnya.

Kabag Humas Kabupaten Pessel, Wendi mengatakan, Pak Ogah merupakan orang penting di kantor Bupati Pessel. Bahkan setiap kali apel pagi, mantan Bupati Pessel, Nasrul Abit, sering menyampaikan Pak Ogah patut dicontoh, sebab walau hanya seorang CS, tapi dia bisa mencari tambahan ekonomi bagi keluarganya, tanpa mengabaikan tugas utama sebagai CS. 

“Pak Ogah sering dijadikan sebagai contoh oleh mantan Bupati Pessel, Nasrul Abit setiap kali apel pagi. Masak pegawai kalah sama Pak Ogah, yang hanya seorang CS, tapi bisa mencari tambahan di luar. Ini patut di contoh, terutama sekali bagi para kepala SKPD, jangan hanya terpaku pada APBD saja, tapi carilah anggaran ke pusat, provinsi dan pada sumber-sumber lainya yang sah,” kata Wendi menirukan ucapan mantan Bupati Pessel Nasrul Abit.  

Dikatakan lagi bahwa kehadiran Pak Ogah sebagai seorang CS hingga menjadi seorang pemilik kantin di salah sudut kantor bupati Pessel, memang tidak hanya sekadar membantu para pegawai dalam mendapatkan berbagai kebutuhan.

Tapi juga mampu memotivasi banyak orang untuk juga terpancing bisa mengikuti jejaknya sesuai bakat dan keinginan. Termasuk bagi para PNS sendiri. (*)

© 2014 Padek.co