Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

Gerbang Diblokir, PBM Terganggu


Wartawan : Aris Prima Gunawan - Padang Ekspres - Editor : Riyon - 12 January 2017 11:06 WIB    Dibaca : 46 kali

 

Pemilik Lahan Tagih Kompensasi ke SMPN 5 Lubukalung

Aktivitas belajar mengajar di SMPN 5 Lubukalung, Kabupaten Padangpariaman, kemarin, terganggu. Hal ini dikarenakan gerbang masuk ke sekolah berlokasi di Korong Simpangampek, Kampungpaneh, Nagari Airtajun, Kecamatan Lubukalung kembali diblokir pemilik tanah, Yulius.

Pantauan Padang Ekspres, gerbang masuk ke sekolah diberi palang kayu dan diletakkan steleng kayu. Akibatnya, kebanyakan siswa tampak enggan masuk ke dalam sekolah.

Setelah jajaran Polsek Lubukalung mendatangi SMPN 5 Lubukalung dam menyingkirkan steleng kayu tersebut, proses belajar mengajar (PBM) di sekolah dimulai kembali pukul 09.00.  

Kepala SMPN 5 Lubukalung, Ari Yunas mengatakan, pemblokiran itu dikarenakan tuntutan pemilik tanah, Yulius, berupa kompensasi tak dipenuhi. Pembayaran kompensasi kepada Yulius dan adiknya tersebut tak dapat dipenuhi pihaknya sejak Desember 2016 karena ketiadaan anggaran. 

Sekadar diketahui, Yulius meminta kompensasi Rp500 ribu sampai Rp 1 juta per bulan sebagai kompensasi pemanfaatan tanah tempat berdirinya fisik sekolah.

“Pihak sekolah pun telah mencarikan solusi dengan menjadikan Yulius sebagai penjaga sekolah agar bisa digaji. Namun hal tersebut ditolak,” kata Ari ketika diwawancarai di SMPN 5 Lubukalung, kemarin.

Persoalan lahan yang dikuasai Yulius mempersulit sekolah dalam proses pembangunan. Bahkan kakaknya yang bekerja sebagai tenaga kebersihan di sekolah itu, sulit menjalani tugasnya karena dihalangi Yulius.

“Bantuan yang kami terima dari pusat untuk perbaikan sekolah, harus dihentikan pembangunannya karena terkendala persoalan lahan yang sering diblokir Yulius,” katanya.

Ari menjelaskan, pemblokiran gerbang sudah sering dilakukan Yulius. Di antaranya tahun 2014, 2015, dan sekarang 2017. Untuk itu, dia berharap penyelesaian permasalahan itu seharusnya dilakukan secara komprehensif.

Terpisah, Sekretaris Dinas Pendidikan Padangpariaman, Yernizen kepada Padang Ekspres menuturkan pihaknya telah membicarakan hal tersebut dengan Kepala SMPN 5 Lubukalung.

Ketua Komisi I DPRD Padangpariaman, Syafrizal dt Lung mengatakan, permasalahan lahan SMPN 5 Lubukalung sudah lama dan terjadi karena adanya permasalahan di kalangan ninik-mamak pemilik tanah. 

“Berdasar info sepihak yang saya peroleh, sebelumnya permasalahan itu sudah dibahas namun tidak lengkap dengan seluruh unsur yang berhak di keluarga pemilik tanah,” ujarnya.

Kendati demikian, Syafrizal menilai, permasalahan tersebut salah satu bentuk lambatnya pengambilan sikap tegas dari Pemkab Padangpariaman. Untuk itu, dia berharap Dinas Pendidikan dapat menyelesaikan permasalahan itu dengan cermat. 

“Kami belum dapat laporan tindak lanjut yang telah dilakukan dinas terkait masalah SMPN 5 Lubukalung itu,” tukasnya.

Padang Ekspres berusaha melakukan konfirmasi ke pemilik tanah Yulius, namun bersangkutan tidak dapat ditemui. Begitupun dengan kakaknya yang bekerja di SMPN 5 Lubukalung juga tidak dapat ditemui untuk diminta penjelasan terkait sengketa tanah sekolah tersebut. (*)

© 2014 Padek.co