Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

Dua Taman Kuliner Sepi


Wartawan : Syawaluddin - Padang Ekspres - Editor : Riyon - 11 January 2017 11:40 WIB    Dibaca : 52 kali

 

Lokasi Dinilai Kurang Representatif

Taman Kuliner yang dibangun oleh Pemko Padang untuk menata para pedagang makanan dan minuman belum berjalan sesuai yang diharapkan.

Dari tiga Taman Kuliner yang dibangun Pemko Padang, hanya satu yang ramai pengunjung, dua lainnya sepi. Tak ingin bangkrut, pedagang hengkang dan kembali berjualan ke lokasi sebelumnya.

Seperti di Taman Pusat Kuliner yang berada di kawasan GOR H Agus Salim. Kemarin (10/1) tampak sepi pengunjung. Sejumlah konter penjual makanan ditinggal oleh pedagang sehingga etalasenya sudah berdebu.

Nita, 34, salah seorang pedagang makanan di Taman Pusat Kuliner di GOR H Agus Salim kepada Padang Ekspres, Selasa (10/1) mengatakan, sebelumnya ada 30 pedagang yang berjualan di lokasi itu.

Sekarang tinggal 15 pedagang yang masih bertahan. Mereka pindah karena tidak ada jual beli. Maraknya pedagang makanan di sepanjang jalan di GOR membuat pembeli malas datang ke Taman Pusat Kuliner itu.

“Karena berjualan di pinggir jalan lebih praktis. Pembeli tidak perlu parkir dan turun dari mobil, mereka langsung membeli dari kendaraannya,” katanya.

Sejak maraknya pedagang di jalan kawasan GOR H Agus Salim omzet Nita turun hingga 80 persen. “Hari ini baru tiga orang yang berbelanja, padahal sekarang sudah pukul 13.00,” ujarnya.

Sewa tempat dihitung per etalase, satu etalase Rp 150 ribu. “Pembayarannya ke UPTD GOR, satu kali sebulan,” tambahnya.

Dia berharap kepada intansi terkait khususnya Satpol PP Padang agar menertibkan pedagang yang berjualan di pinggir jalan di sekitar GOR. Karena kalau dibiarkan, kawasan GOR jadi semrawut, selain itu dapat mematikan pedagang di Taman Pusat Kuliner tersebut.

Sementara itu, di Kapal Kuliner yang berada di Jalan Hiligoo depan Masjid Taqwa Muhammadiyah juga terlihat sepi. Etalase pedagang sudah diselimuti debu karena tidak ada satu pedagang pun yang berjualan di tempat tersebut. Pedagang kembali pindah ke kawasan Air Mancur karena sepi pembeli.

Salah seorang pedagang pop es yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, dirinya dulu berdagang di Kapal Kuliner, namun karena tempatnya yang sempit dan tidak representatif, dia kembali berdagang dekat Bundaran Air Mancur.

“Di tempat yang baru tidak ada jual beli, tempatnya juga sempit. Kami kompak bersama kawan-kawan kembali berdagang di tempat yang lama, karena lebih banyak jual beli dibandingkan di tempat yang baru,” ungkap wanita yang dandanannya sedikit menor tersebut.

Kondisi berbeda terlihat di Taman Kuliner  yang dibangun di depan eks Matahari Dept Store. Di Taman Kuliner tersebut tampak ramai dikunjungi pembeli. Ada sekitar 15 gerobak berjejer menyajikan beragam makanan dan minuman. Tempat tersebut juga dilengkapi kursi-kursi kayu beserta tenda payung.

Nadia Safira, 16, pedagang bakso dan pecel ayam di  Taman Kuliner mengatakan, pengunjung ramai saat istirahat siang. Selain itu pengunjung juga ramai pada hari Sabtu dan Minggu. 

“Rata-rata para pedagang di sini buka dari pukul 08.00 sampai pukul 22.00,” katanya.

Dara yang akrab disapa Nadia ini mengatakan, untuk menjaga kualitas makanan, dirinya selalu menjaga kebersihan dan kehigienisan makanan. “Kita selalu menjaga rasa dan kehigienisan makanan supaya pelanggan yang datang merasa puas,” katanya.

Selain itu harga makanan juga bervariasi, mulai Rp 15 ribu sampai Rp 27 ribu. Pembayaran makanan melalui satu kasir dengan melampirkan nota pembayaran. “Untuk omzet lumayan lah, kalau sedang ramai bisa Rp 2 juta sampai Rp 3 juta sehari,” tuturnya.

Dia berharap Taman Pusat Kuliner ini bisa menjadi salah satu destinasi wisata kuliner, karena semua makanan tersedia di sana. Senada diungkapkan Indah, 35, pedagang di Bofet Garuda Pak Datuak. “Kebersihan makanan di tempat ini terjamin, pelayanan yang baik lebih diutamakan kepada pengunjung,” katanya.

Dia berharap Taman Pusat Kuliner ini diberi atap yang permanen, karena kondisi saat ini jika hujan atau badai, pengunjung tidak nyaman.

“Kendati telah memakai payung-payung, pembeli masih tetap basah kena hujan. Sebaiknya payung ini diganti saja dengan atap yang lebih permanen, sehingga jika hujan turun pengunjung merasa nyaman,” ujarnya.

Buyung Sema, 60, pengunjung Taman Pusat Kuliner mengaku, jika berbelanja ke Pasar Raya Padang, sering singgah ke Pusat Taman Kuliner. Karena letaknya strategis dan lokasinya nyaman. Selain itu makanannya juga higienis dan harganya terjangkau. (*)

© 2014 Padek.co