Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

Akses 5 Ribu Warga Terganggu


Wartawan : Arditono - Padang Ekspres - Editor : Riyon - 11 January 2017 11:06 WIB    Dibaca : 30 kali

 

Jembatan Darurat ke Lima Jorong Oleng 

Jembatan darurat yang dibangun warga Jorong Bariang dan Mataair, Nagari Bomas, Kecamatan Sungaipagu, Kabupaten Solok sudah mulai oleng. Padahal, jembatan itu akses utama bagi masyarakat lima jorong. Yakni Motoair, Siluak, Bangko, Bantiang dan Kayukalek. 

Sedikitnya, 5 ribu jiwa memanfaatkan jembatan tersebut untuk akses transportasi dan mengangkut hasil perkebunan, setelah dihantam banjir bandang setahun lalu. 

“Sudah berkali-kali kami melaporkan keluhan ini kepada wakil rakyat, namun belum direspons. Seharusnya, ini jadi perhatian serius Pemkab dan DPRD Solsel,” ujar Sarbaini, 48, salah seorang niniak mamak setempat kepada Padang Ekspres, Selasa (10/1). 

Dia menyebutkan, empat anggota DPRD yang diusung warga Sungaipagu, baru sekadar janji akan mengucurkan dana aspirasi. Sudah setahun setelah banjir bandang hingga kini belum juga terealisasi. Jembatan darurat yang dibangun warga, sudah patah dan oleng dengan kemiringan 90 derajat.

”Bila akses ini putus, warga akan kesulitan mengangkut hasil bumi berupa padi gabah. Tak hanya itu, akses transportasi bagi anak sekolah juga akan terganggu,” sesalnya. 

Maktolan, 56, warga setempat mengaku sudah mengajak kepala daerah ke lokasi jembatan itu pada November 2016. Kepada Sekkab Solsel juga sudah disampaikannya, termasuk anggota DPRD dapil II. Dengan harapan, adanya kuncuran anggaran untuk perbaikan jembatan darurat yang dilalui warga.

“Sampai saat ini, baru sebatas janji,” ucapnya. Sementara itu, Wali Jorong Bariang, Muliadi mengatakan, jembatan yang sudah oleng tersebut dapat mengganggu kelancaran pengangkutan hasil bumi warga dan akses transportasi anak sekolah.

Pihaknya sudah bermusyawarah dengan masyarakat setempat, termasuk niniak mamak untuk memperbaiki  jembatan darurat secara swadaya. 
Bila menunggu adanya realisasi, tentu jembatan ini tak lama lagi bisa dilewati. Dalam minggu ini, rencananya akan diperbaiki secara gotong-royong.

“Tak mungkin kami harus menunggu anggaran yang entah kapan direalisasikan, tapi lebih baik kami kerjakan secara gotong-royong,” bebernya. 

Padang Ekspres berusaha menemui Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Solsel Hanif di kantornya untuk konfirmasi, pukul 13.00 sampai pukul 15.00. Ketika dihubungi, telepon selulernya tak aktif. Pesan singkat yang dikirimkan juga tak dibalas.

Anggota DPRD Solsel dari dapil Sungaipagu, Raymond ketika dihubungi terkait keluhan masyarakat Jorong Boriang dan Matair, juga tak mengangkat ponselnya. Begitu pula pesan singkat yang dikirimkan, belum ada balasan. (*)

© 2014 Padek.co