Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

Selamat Jalan, Achmad Kurniawan


Wartawan : JPNN - Editor : Riyon - 11 January 2017 10:53 WIB    Dibaca : 35 kali

 

Hebuskan Nafas Terakhir Akibat Serangan Jantung

Keluarga besar Arema FC berduka. Salah satu kiper terbaiknya, Achmad Kurniawan, 37, meninggal dunia pukul 17.00, Selasa kemarin (10/11) di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang akibat sakit jantung.

Sebelumnya, dia telah menjalani perawatan selama 10 hari di RSSA. Selama menjalani perawatan di Instalansi Gawat Darurat (IGD) sejak Kamis (29/12), kondisi AK, sapaan Achmad Kurniawan, memang sempat membaik.

Dia sempat menggerakkan tangan dan membuka matanya, namun belum sadar. Namun takdir berkata lain. Kiper kelahiran 31 Oktober 1979 ini akhirnya dipanggil menghadap Ilahi, sore kemarin. 

Media Officer Arema FC Sudarmaji menjelaskan, kabar meninggalkan AK ini didapat dari pelatih Arema FC, Aji Santoso. Lalu dirinya menghubungi semua pemain. ”Kami sangat berduka, kehilangan pemain terbaik kami,” ungkap Sudarmaji di RSSA, Selasa (10/1) malam.

Dia menjelaskan, manajemen Arema FC terakhir menjenguk AK di RSSA dua hari yang lalu, Minggu (8/1). Saat itu kondisinya sudah mulai membaik. Dia sudah sadar dari komanya. ”Sejak masuk RSSA, dua hari lalu sempat membaik,” kata pria asal Banyuwangi ini.

Menurut Sudarmaji, kondisi AK memburuk pada Kamis (29/12) lalu. Itu terjadi setelah cuci darah pertama. Lalu kondisi sempat membaik. Akan tetapi kembali drop dan harus cuci darah lagi. Kemudian dia mengeluhkan sesak nafas sampai koma.

Sementara, dari pantauan koran ini, sejak pukul 18.00 petang kemarin, beberapa pemain Arema datang ke IGD RSSA untuk menyampaikan rasa belangsungkawa. Mereka antara lain Benny Wahyudi dan Dendy Santoso.

Disusul tiga menit berselang ada Arief Suyono dan pelatih kiper Arema Yanuar ’Begal’ Hermansyah. Tak berselang lama, jenazah AK dibawa ke kamar mayat. Istri AK, Femilia Chintya, dan pemain lainnya ikut mengantarkan jenazah ke kamar mayat. Mereka terlihat sangat terpukul dengan kepergian AK.

Sejumlah pemain yang hadir terlihat bermata sembab tanda duka mendalam. Pemain-pemain Arema FC, mulai dari adiknya Kurnia Meiga, Syaiful Indra Cahya, Ahmad Alfarizie, Benny Wahyudi, Arief Suyono, Adam Alis, Sunarto, Juan Revi, serta pelatih Aji Santoso ikut masuk ke dalam kamar mayat.

Mereka mendoakan teman satu timnya tersebut. Sekitar 30 menit kemudian jenazah dimasukkan ke dalam peti dan dibawa ke rumah duka di Singosari. ”Rencananya malam ini (tadi malam) langsung dibawa ke Jakarta, dan dimakamkan di sana” tandas Sudarmaji.

Pelatih Arema FC, Aji Santoso mengaku sangat terpukul dengan meninggalnya AK. Sejak dipercaya menjadi pelatih Arema FC, Aji menyatakan belum sempat berkomunikasi dengan AK. ”Yang jelas saya dan pecinta bola di Malang sangat kehilangan kiper terbaik,” kata Aji.

Mantan pelatih Persik Kediri pada tahun 2008 ini tahu betul AK. Karena Aji pernah menjadi pelatih AK ketika masih di Persik Kediri. ”Dia kiper yang baik, pribadi yang baik dan setia kawan. Bahkan kalau ada masalah di klub, AK bisa menjadi penengah,” kata Aji.

Masih menurut mantan pelatih Persela Lamongan ini, AK bisa menjadi contoh yang baik bagi siapapun. Menurutnya dalam kondisi menang atau kalah, AK selalu fight. Contohnya di Arema FC, walau usianya sudah tidak muda lagi, akan tetapi berhasil tampil dengan baik. ”Dia punya keinginan keras untuk selalu fight,” puji Aji

Salah satu pendiri Arema, Ovan Tobing yang juga hadir di RSSA menyatakan sangat kehilangan pemain terbaik Arema FC. ”Dia yang menjadi semangat Arema akhir-akhir ini, ternyata sudah pergi,” kata Ovan. (*)

© 2014 Padek.co