Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

Makin Langsing dan Eksotis


Wartawan : JPNN - Editor : Riyon - 11 January 2017 10:33 WIB    Dibaca : 16 kali

 

Perubahan Kezia Warouw Jelang Miss Universe 

Mimipi Kezia Roslin Cikita Warouw untuk berlaga di pentas pageant internasional sudah di depan mata. Jumat (13/1) Puteri Indonesia 2016 itu berangkat ke Manila, Filipina, untuk mulai mengikuti sesi karantina Miss Universe 2017.

Malam puncak ajang yang mempertemukan putri-putri tercantik sedunia tersebut digeber di Mall of Asia, Pasay, Metro Manila, pada 30 Januari. Penampilan Kezia bikin pangling ketika menghadiri konferensi pers di Graha Mustika Ratu, Tebet, Jakarta Selatan, Senin malam lalu (9/1).

Tubuhnya makin langsing. Kulitnya berubah kecokelatan, eksotis sekali. Selama ini, selain persiapan wawasan dan mental, dia memang bekerja keras untuk memoles tubuh. 

“Banyak banget turunnya (berat badan, red). Maklum, dulu saya ukurannya L, sedangkan (para putri) kebanyakan Latinas ukurannya S. Nggak lucu kan kalau (saya) tetap sama,” canda Kezia.

Sayang, cewek kelahiran Jakarta, 18 April 1991, itu enggan menyebutkan angka pasti berapa kilogram yang dia buang dari tubuhnya. “Jangan ah. Banyak pokoknya, belasan (kilogram),” ucap dia tersipu. 

Kezia memang tidak tanggung-tanggung mempersiapkan diri. Dia menekan konsumsi karbohidrat dan menyeimbangkannya dengan olahraga setiap hari. Bagi orang yang doyan makan bakso dan mi ayam seperti dia, membatasi makan adalah pengorbanan besar.

Kezia berharap usaha kerasnya tersebut cukup untuk mendapatkan postur ideal. “Agar saat memakai baju-baju desainer Indonesia, jatuhnya bagus di badan,” jelasnya. Ya, sejumlah desainer tanah air memang telah menyiapkan rancangan masing-masing untuk Kezia.

Ada Anne Avantie, Aditya Dwicahya, Ansoe, Yosep Inudarsono, Arturro, Batik Sephora, dan Ivan Gunawan. Plus, Dynand Fariz, yang masih menjadi desainer national costume andalan. Lebih dari 10 gaun akan dibawa Kezia ke Filipina. 

Ivan Gunawan menyumbangkan gaun terbanyak, yakni enam pieces. Di antaranya, gaun malam, swimsuit, dan sebuah gaun yang akan digunakan Kezia untuk grand final.

Keponakan Adjie Notonegoro itu memanfaatkan kain-kain tradisional untuk rancangannya agar image Indonesia melekat kuat pada Kezia dalam berbagai kegiatan karantina. 

Misalnya, pada rancangan gaun malam yang dinamakan Rambu Solo. Ivan menggunakan kain toraja berwarna terakota yang dirasanya pas untuk warna kulit Kezia saat ini. 

Untuk gaun grand final, Ivan lagi-lagi belum mau berbagi detail. Dia hanya memberi tahu bahwa gaun itu nanti dinamai Kejora, yang artinya bintang. Ivan menjanjikan ribuan bintang tersemat di busana Kezia nanti. Dia membutuhkan waktu tiga bulan untuk membuat gaun tersebut.

“Kejora beratnya sepuluh kilogram karena semuanya pakai kristal, bukan payet biasa,” tuturnya, bikin penasaran.

Untuk kostum nasional, kali ini Dynand Fariz menciptakan gaun yang terinspirasi dari Garuda. Ide gaun itu sebenarnya dipikirkan Dynand sejak awal 2016.

Namun, dia seperti menyimpannya, untuk dikenakan pada saat yang paling tepat. Dan, inilah saatnya. “Tema Unity Nation lewat Garuda ini sebagai lambang Indonesia adalah negara kepulauan terbesar dengan aneka perbedaannya,” tutur Dynand. (*)

 

© 2014 Padek.co