Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

Impian Pernikahan Tarra dan Gya


Wartawan : JPNN - Editor : Riyon - 11 January 2017 10:31 WIB    Dibaca : 18 kali

 

Serba Klasik, Padukan Unsur Jawa dan Sunda 

Sabtu lalu, Tarra Budiman melamar kekasihnya, Gya Pramdisti Sadiqah. Selepas itu, dia langsung beraktivitas seperti sedia kala. Dia bertekad menyelesaikan tanggung jawabnya sebagai host sekaligus mengumpulkan pundi rupiah untuk pernikahannya. Seperi apa pernikahan yang jadi impian mereka.

Enam bulan lagi Tarra Budiman melepas masa lajang. Dia menikah dengan Gya Pramdisti Sadiqah. Proses lamaran pun telah dilangsungkan mereka di kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (7/1) lalu. 

“Kalau bulan si belum dapat. Tapi enggak jauh-jauh. Pokoknya maksimal enam bulan,” ujar Tarra saat ditemui di kawasan Kebon Jeruk. Meski beban mulai bertambah, rona bahagia masih terlihat dari wajah pria kelahiran Denpasar, 22 September 1986 saat menjalani aktivitasnya kembali di panggung hiburan. 

Tarra pun terlihat begitu bersemangat menjalani aktivitasnya. “Enggak lah karena memang suda tanggung jawab. Ketika sudah punya tanggung jawab kan harus dikerjakan,” ujarnya. 

Pria yang memiliki nama lengkap Bimantara Budimansyah mengaku memang sudah mantap untuk melepas masa lajang di tahun 2017. Bahkan juah-jauh hari sebelum megikat kekasihnya. Tarra dan Gya-sapaan akrab Gya Pramdisti Sadiqah telah memilih membicarakan konsep pernikahan. 

“Aku pribadi itu piginnya konsep pernikahan etnik. Ada etnik sunda, etnik jawanya,” jelasnya.

Konsep tersebut diambil karena latar belakang dari keluarga dan calon istrinya memiliki perbedaan etnik. Namun semua itu dikembalikan pada rapat keluarga. 
“Ya masih akan kita bahas juga dengan keluarga. Walaupun pada akhirnya aku dan calon aku, Gya yang memutuskan,” jelasnya.

Yang pasti, dalam pernikahannya nanti, pemain film Di Bawah Lindungan Ka’bah ini ingin mengusung konsep tempo dulu. “Seperti apa sih bandung tempo dulu itu. Nah mulai sekarang itu kita sudah mulai cari bandung tempo dulu seperti apa,” ceritanya.

Termasuk menonjolkan unsur yang berbau klasik. Di antaranya dengan menonjolkan mobil klasik, lagu-lagu klasik, hingga berencana menampilkan sebuah band klasik. 

“Karena gue tipikal suka klasik. Jadi aku tuh suka hal-hal yang berbau klasik seperti mobil klasik. Terus ketika sudah sampai di lagu-lagu, basicly aku pingin salah satu band yang nuansanya juga klasik. Jadi lebih mencakup ke semuanya,” ceritanya.

Selain tema klasik pernikahan Tarra juga akan diwarnai dengan nuansa etnik lewat sentuhan keroncong (adat Jawa.red)  dan gaun pengantin dengan dominasi adat Sunda. Adat Sunda mendominasi pernikahan impian Tarra dan Gya lantaran pernikahan karena digelar di Bandung, Jawa Barat daerah asal sang kekasih.  

“Lokasi tetap di Bandung karena memang ayah dari Gya, inginnya akad ada di rumahnya dia. Jadi dari kakaknya yang pertama memang akad sudah di rumah. Sudah wajib hukumnya maksudnya harga mati di rumah,” jelasnya. 

Untuk undangan sendiri, Tarra memperkirakan bakal menyebar 1,500 hingga 2.000 undangan. “Maunya sih enggak banyak. Keluarga dan temen dekat saja. Tapi kalau nanti enggak diundang takutnya enggak enak. Maksimal aku pinginnya antara 1.500-2.000 undangan,” pungkasnya. (*)

 

© 2014 Padek.co