Distribusi Gula di Padang Titipan Irman


Wartawan : JPNN - Editor : Riyon - 21 December 2016 11:14 WIB    Dibaca : 19 kali

 

Kesaksian Dirut Perum Bulog dan Kadivre Bulog Sumbar  

Sidang suap distribusi gula impor yang menyeret nama Irman Gusman masih terus bergulir. Penjualan gula di Padang, Sumbar melalui CV Semesta Berjaya (SB) itu merupakan titipan Irman yang saat itu menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI.

Dalam sidang kemarin (20/12), Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menghadirkan Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti dan Kepala Divre Bulog Sumbar Benhur Ngkaimi sebagai saksi untuk terdakwa Irman. Majelis hakim yang diketuai Nawawi Pamulango mencecer kedua saksi itu terkait distribusi gula di Padang dan kaitannya dengan Irman Gusman.

”Apakah Bulog pernah melakukan pengadaan gula,” tanya Hakim Anggota Jhon Halasan Butar-Butar kepada Djarot. Menurut Djarot, Bulog melakukan pengadaan gula pada 17 Juni 2016. Gula itu didistribusikan ke seluruh Indonesia. 

Dia juga ditanya apa kaitannya distribusi gula dengan Irman Gusman. Djarot menyatakan, setelah libur Lebaran, Irman pernah menghubunginya dan mengabarkan tentang harga gula di Padang. ”Harga gula cukup tinggi,” terang dia saat bersaksi kemarin.

Irman juga memberikan informasi terkait pengusaha yang siap mendistribusikan gula di Padang. Yaitu, Memi, istri dari Xaveriandy Susanto yang merupakan dirut CV Semesta Berjaya.

Setelah itu, Djarot meminta nomor handphone Memi. Menurutnya, dia ingin mengecek apa betul Memi merupakan pengusaha bahan pokok di Padang. ”Saya ingin tahu siapa itu Memi,” tutur dia.

Hakim juga bertanya apakah ada kata-kata rekomendasi agar CV SB menjadi mitra Bulog. Djarot menyatakan, Irman menyampaikan bahwa Memi merupakan pengusaha yang bagus. Baginya itu merupakan rekomendasi untuk menjadikan CV sebagai distributor yang siap mendistribusikan gula di wilayah Padang.

Selain itu, Djarot juga menghubungi Benhur sebagai Kadivre Bulog Sumbar akan menindaklanjuti rekomendasi dari Irman. Selanjutnya, Benhur menghubungi Divre Bulog DKI yang diketahui mempunyai stok gula. Memi mengajukan distribusi gula sebesar 3.000 ton. Namun, Bulog hanya memberi 1.000 ton sesuai dengan kondisi yang ada.

Benhur juga dicecar majelis hakim. Salah satunya apakah dia kenal dengan Irman. Menurut Benhur, dia kenal, karena Irman merupakan Ketua DPD RI. Menurut dia, Djarot menyampaikan ada titipan dari Irman. Jadi, dia pun melaksanakan perintah itu.

”Istilah titipan itu darimana,” tanya Hakim Anggota Ansyori Syafrudin. ”Dari Pak Dirut (Djarot), kalau tidak salah ada kata titipan,” jawab Benhur.

Dalam membantu CV SB mendapat jatah gula, Benhur membantah menerima hadiah dari Memi. Dia hanya menjalankan tugas. Selain itu, terang dia, Bulog juga membutuhkan mitra untuk mendistribusikan gula di Padang.

CV SB merupakan distributor besar di wilayah Sumbar yang sudah dikenal, sehingga perusahaan pelat merah itu percaya dengan CV milik Memi dan Xaveriandy itu.

Seperti beritakan, pada 16 September lalu, KPK melakukan operasi tangkap tagan (OTT) terhadap Irman Gusman, Memi dan Xaveriandy di rumah dinas Irman di Jalan Denpasar, Jakarta setelah melakukan transaksi suap.

Penyidik juga menyita uang Rp 100 juta di tangan Irman. Uang itu merupakan hadiah dari Memi, karena Irman telah membantu mendapatkan jatah gula impor dari Perum Bulog. (*)

© 2014 Padek.co