Dubes Selandia Baru Beri Gelar Kehormatan


Wartawan : JPNN - Editor : Riyon - 04 December 2016 09:58 WIB    Dibaca : 82 kali

 

Pemenang Zetizen National Challenge Go to New Zealand sudah kembali ke tanah air kemarin (3/12). Mereka sudah menuntaskan misi belajar dan bertualang di Selandia Baru selama 7 hari.

Kedatangan mereka ke tanah air ini disambut oleh Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia, Trevor Matheson dan juga Tim Anderson, New Zealand Trade Commissioner untuk Indonesia di Ballroom Hotel Harris Tuban, Bali. 

Sebagaimana diketahui, para pemenang, yang dijuluki Alpha Zetizen of the Year, merupakan perwakilan dari setiap provinsi di Indonesia yang dipilih karena berhasil menaklukan tantangan untuk melakukan aksi positif.

Terbang ke Selandia Baru adalah hadiah untuk mereka persembahan dari New Zealand Embassy dan Jawa Pos Group di bawah koordinasi New Zealand Trade and Enterprise.

Selama di negara tersebut, mereka mendapatkan banyak inspirasi untuk diterapkan di lingkungan masing-masing. Oleh karena itu, Kedutaan Besar Selandia Baru melalui Duta Besarnya untuk Indonesia, Trevor Matheson menganugerahkan gelar spesial untuk para Alpha Zetizen of the Year, yakni Honorary Youth Ambassador of New Zealand.

Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia Trevor Matheson mengungkapkan bahwa gelar tersebut sengaja diberikan agar para peserta menjadi anak muda yang lebih baik. 

“Mereka sudah banyak belajar hal positif dari Selandia Baru. Kini saatnya mereka berkontribusi lebih banyak untuk sekolahnya, lingkungannya, keluarganya, dan negaranya,” kata Trevor.

Selama di Selandia Baru, para pemenang Zetizen National Challenge Go to New Zealand ini memang melakukan banyak aktivitas berbeda.

Salah satunya adalah mengunjungi sekolah dan kampus terbaik di negara tersebut. Bukan semata untuk belajar mata pelajaran tertentu, melainkan untuk mempelajari hal-hal inspiratif dari sistem pendidikan di Selandia Baru.

Aryo Seno Bagaskoro, perserta perwakilan Jawa Timur, mengaku bahwa Selandia Baru telah membuka matanya tentang sistem pendidikan yang baik.

“Selama di Selandia Baru saya belajar bahwa seharusnya pendidikan di sekolah itu bukan tentang apa yang diinginkan guru, tapi apa yang diinginkan murid. Murid diberikan kebebasan untuk belajar sesuai minatnya,” ujar Seno.

Seno merasa bahwa sekembalinya dia ke sekolah, dia akan mengajak teman-temannya untuk aktif mengembangkan diri dimana pun mereka berada.

“Saya akan mengajak teman-teman berani tawuran. Tawuran mengutarakan ide, tawuran mengenalkan Indonesia ke kancah dunia. Dari event ini kita sudah diajak membuka mata lebih lebar bahwa belajar tidak hanya di kelas. Belajar bisa di mana saja dan dari siapa saja,” tambah siswa SMAN 5 Surabaya tersebut.

Serupa dengan Seno, Yatsuko, perwakilan dari Sumatera Barat (Sumbar) dan Musyafa Kavin Balya, perwakilan dari DKI Jakarta, turut merasa terpanggil untuk menyebarkan semangat beraksi positif di lingkungannya.

Gelar Honorary Youth Ambassador of New Zealand dianggap sebagai pelecut semangat untuk menjadi lebih baik. “Apa yang saya dapatkan di Selandia Baru untuk saya terapkan di perguruan silat saya adalah tentang bagaimana disiplin diri di segala bidang,” ucap Kavin.

“Saya ingin anak-anak didik saya nanti disiplin supaya hasil yang mereka dapatkan bisa sangat maksimal,” tambah Musyafa.

Seno, Yatsuko, Kavin, beserta 31 anak muda lain pemenang Zetizen National Challenge go to New Zealand berjanji bahwa mereka akan menjadi contoh yang baik di lingkungan mereka. Niat baik mereka begitu didukung penuh oleh Jawa Pos Group serta Kedutaan Besar Selandia Baru.

Yondang Tubangkit, perwakilan dari Jawa Pos Group yang malam itu menghadiri acara peresmian tersebut menyatakan bahwa Jawa Pos Group senantiasa mendukung kegiatan anak muda.

“Kami memiliki komitmen untuk mengembangkan anak muda. Hal ini sudah berjalan bertahun-tahun. Jawa Pos Group melalui Zetizennya akan selalu dan terus mengupayakan yang terbaik untuk anak muda,” kata Yondang dalam sambutannya.

Selain itu, Tim Anderson, New Zealand Trade Commissioner yang juga menjadi ayah angkat peserta selama berada di New Zealand, menghimbau kepada anak-anak supaya tidak menyia-nyiakan kesempatan ini.

“Saya yakin nggak lama lagi kalian akan menjadi pemimpin. Maka, apa yang kalian butuhkan (untuk menunjang kegiatan aksi positif sebagai Honorary Youth Ambassador of New Zealand, red) akan kami bantu semaksimal mungkin,” tukas Tim. (*)

© 2014 Padek.co