Irman Sebut Teruskan Aspirasi Masyarakat


Wartawan : JPNN - Editor : Riyon - 24 November 2016 11:12 WIB    Dibaca : 7 kali

 

Selain menjalani persidangan kasus gula tanpa Standar Nasional Indonesia (SNI) di Pengadilan Negeri Padang, Direktur CV Semesta Berjaya Xaveriandy Sutanto dan istrinya juga tengah menjalani persidangan kasus suap gula impor terhadap mantan Ketua DPD Irman Gusman di Pengadilan Tipikor, Jakarta.  

Irman Gusman ketika dihadirkan menjadi saksi sidang lanjutan kasus dugaan penerimaan hadiah rekomendasi penambahan distribusi gula impor untuk wilayah Sumbar tahun 2016 dengan terdakwa Xaveriandy dan Memi di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (22/11), menyatakan semata-mata meneruskan aspirasi masyarakat Sumbar terkait kelangkaan gula.  

Dalam kesaksiannya, Irman menjelaskan soal adanya pesan singkat dari Memi. Isinya dia ingin bertemu dengan Irman dan menyampaikan soal kelangkaan gula di wilayah Sumbar. 

“Bu Memi pesan singkat mau ketemu dan menyampaikan adanya persoalan kelangkaan gula di Sumbar pada masa Lebaran, karena harga melonjak tinggi sekali,” ucap Irman dalam kesaksiannya di sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (22/11).

Kata Irman, Memi mengontak dirinya karena tahu Irman merupakan wakil rakyat dengan daerah pemilihan (dapil) asal Sumbar. Karenanya, dia menyampaikan aspirasinya kepada Irman soal kelangkaan gula karena harga tinggi di Sumbar tersebut.

“Dia merasa saya wakil daerah Sumbar. Beliau menyampaikan aspirasi bagaimana mengatasi kelangkaan gula,” ucapnya. Irman mengatakan, Memi lewat CV Semesta Berjaya pengalaman sebagai distributor gula.

Dia pun mengontak Direktur Utama Perum Bulog, Djarot Kusumayakti. Mengingat, Memi rupayanya sudah mengajukan CV Semesta Berjaya sebagai penyalur gula, namun belum disetujui oleh Bulog.

“Dia pengalaman menjadi distributor, dia minta supaya ditekan. Bulog sebagai lembaga stabilisasi gula, beliau sudah mengajukan sejumlah gula melalui distribusi ke Sumbar, tapi belum terlaksana,” ujar Irman. Kata Irman, dirinya kemudian setuju dan kemudian mengontak Bulog. Karena dia ingin harga gula di

Sumbar tersebut dapat kembali stabil. Dalam sidang itu, Memi menjelaskan, dengan mendapat jatah distribusi gula 1.000 ton, maka dia berharap bisa menormalkan harga gula di pasaran. (*)

© 2014 Padek.co