Gairahkan Maninjau dengan Wisata Halal


Wartawan : Rifa Yanas - Padang Ekspres - Editor : Riyon - 04 November 2016 09:56 WIB    Dibaca : 19 kali

 

Meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan ke Sumbar menjadi angin segar dalam meningkatkan pendapatan daerah. Tahun ini disebut-sebut jumlah kunjungan naik sebesar 30 persen.

Setelah keberhasilan Sumbar memenangi sejumlah prediket wisata halal beberapa waktu lalu, jumlah itu diprediksi bakal terus meningkat.

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit, saat membuka Festival Danau Maninjau, Kamis (3/11). Menurutnya, Agam dengan beragam destinasi wisata unggulan, dapat memaksimalkan jargon wisata halal tersebut.

“Kemarin, saya panggil pakar pariwisata dari jebolan Australia, Riri namanya. Saya tanyakan apa saja itu wisata halal? Menurut ahli ini, ternyata Sumbar kaya akan potensi, namun langkah pertama harus dipetakan dulu. Yang utama adalah menciptakan rasa aman bagi para wisatawan, ini harus dikonsep,” ujar Nasrul Abit.

Membangun pariwisata, lanjutnya, tidak dapat hanya dikerjakan oleh dinas pariwisata semata. Melainkan harus melibatkan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), satuan kerja perangkat daerah (SKPD), dan seluruh elemen. “Selagi tidak dikerjakan bersama, tidak bisa,” tegasnya.

Wisata halal, dimaksudkan Nasrul Abit, bagaimana pengelola destinasi wisata dapat menyediakan segala kebutuhan wisatawan. Terutama, memahami perbedaan pola watak dan perilaku para pengunjung. Berwisata tujuannya adalah menghibur diri dan menghilangkan stres.

“Minimal, tolong siapkan satu toilet berdiri dan satu toilet jongkok di setiap lokasi objek wisata,” pinta Wagub.

Di sisi lain, Nasrul Abit juga berjanji akan mendukung Pemkab Agam dalam menyiasati pengurangan keramba jaring apung (KJA). Dia mengakui pudarnya pesona Danau Maninjau lantaran KJA telah menyita perhatian berbagai pihak, para perantau, pegiat pariwisata dan pelaku tour travel.

“Nanti kami musyawarahkan bersama apa yang bisa dibantu provinsi, karena Danau Maninjau adalah warisan kekayaan alam yang harus dihidupkan kembali,” janjinya.

Sehubungan dengan telah dimulainya agenda Festival Danau Maninjau, mantan bupati Pesisir Selatan ini meminta jadwal pelaksanaannya tidak lagi diubah-ubah. Iven ini harus masuk dalam kalender pariwisata Sumbar. “Jangan sampai berdempet dengan iven di daerah lain, tahun depan harus dikemas lebih matang dan makin menarik,” tutupnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Agam, Trinda Farhan Satria dalam sambutannya mengatakan bahwa tujuan dilaksanakannya Festival Danau Maninjau kali ini adalah untuk menampilkan kebudayaan daerah di hadapan para wisatawan, sekaligus mencari bibit atlet dayung dan mendongkrak semangat pelaku ekonomi kreatif.

“Sektor pariwisata di Agam akan dikemas berbasis nagari. Total ada 118 destinasi di Agam dengan daya tarik masing-masing. Ini yang akan didorong untuk dikembangkan mulai dari bawah,” ujar Trinda.

Adapun Danau Maninjau khususnya, lanjut Trinda, terdapat tiga sektor utama potensi yang dapat dimanfaatkan yaitu sebagai sumber energi PLTA, jargon wisata halal yang cocok dengan masyarakat salingka danau, serta budidaya ikan yang masih belum seimbang dan menjadi PR bersama.

“Dulunya, Danau Maninjau dikenal sebagai salah satu danau terindah di dunia, sekarang ikan matinya yang lebih dikenal,” tuturnya.

Untuk itu, dia mengharapkan festival itu akan berdampak luas. “Semoga iven ini sebagai gelinding bola salju untuk menggali nilai sejarah, budaya dan keindahan pariwisata Danau Maninjau ke depan,” harapnya.

Festival Danau Maninjau 2016 ini berlangsung hingga Minggu (6/11). Kepala Dinas Pariwisata, Seni dan Kebudayaan (Disparsenibud) Agam, Hadi Suryadi dalam laporannya menyebut, iven ini diikuti oleh 16 grup lomba dayung sampan yang berasal dari 7 kabupaten/kota di Sumbar.

Selain itu, juga pada lomba kesenian tambua tansa diikuti oleh 32 peserta, lomba saluang sebanyak 8 peserta dan talempong aguang sebanyak 12 grup.
“Acara ini dimeriahkan pula dengan pameran yang diikuti oleh puluhan pelaku UMKM di Agam,” paparnya. (*)

 

© 2014 Padek.co