KPK Periksa Dirut Bulog


Wartawan : JPNN - Editor : Riyon - 30 September 2016 11:04 WIB    Dibaca : 56 kali

 

Wapres Jusuf Kalla Besuk Irman Gusman

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai mendalami kasus suap yang melibatkan mantan ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman. Kemarin (29/9), Direktur Utama Badan Urusan Logistik Djarot Kusumayakti dipanggil penyidik KPK sebagai saksi.

Djarot yang menjalani pemeriksaan sejak pukul 09.45 pagi dan keluar KPK sekitar pukul 19.35 itu, mengaku pernah berkomunikasi dengan Irman lewat telepon. Dia juga membenarkan bahwa dalam komunikasi per telepon itu ada pembicaraan tentang masalah gula di Sumbar. 

Menurutnya, dalam pembicaraan itu Irman menceritakan soal harga gula di Sumbar yang mahal. “Beliau telepon, cuma sekali itu. Yang saya tangkap, beliau cuma mengabarkan kalau di sana (Sumbar) harga gula mahal,” kata Djarot.

Dia pun merespons informasi Irman. “Ya, saya akan segera tindaklanjuti. Nanti kalau saya punya barang (gula), akan saya kirim,” tambah Djarot menirukan pembicaraannya dengan Irman.

Selanjutnya, Bulog memang memiliki gula untuk dipasok ke seluruh Indonesia. Banyaknya 1.000 ton dari total 3.000 ton. “Itu alokasi untuk seluruh Indonesia. Alokasi daerah tidak ada,” ujar Djarot seraya menegaskan bahwa tak ada rekomendasi untuk CV Semesta Berjaya yang menjadi mitra Bulog di Sumbar.

Plt Kepala Biro Humas KPK Yayuk Andriani menuturkan, penyidik memerlukan keterangan Djarot untuk mengorek tentang tata aturan gula impor. Termasuk, tugas dan tangggung jawab Bulog dalam gula impor tersebut. “Diperiksa terkait tata niaga gula, kewenangan-kewenangan Bulog dan kaitannya dengan kasus kuota gula impor,” ujarnya.

Dalam kasus suap itu, Irman diduga menerima uang Rp 100 juta dari pengusaha Xaveriandy Sutanto. Pemberian itu ditujukan untuk memperlancar pemberian jatah distribusi gula impor Bulog. Bulog punya gula impor yang harus didistribusikan ke masyarakat. Nah, CV Semesta Berjaya menjadi salah satu distributor.

Selain Djarot, dalam jadwal pemeriksaan KPK ada pula istri Irman, Liestiyana Rizal Gusman dan Djoko Suprianto (ajudan Irman) yang akan dimintai keterangan. Mereka berstatus sebagai saksi.

Yayuk menyebutkan, penyidik perlu meminta keterangan kedua orang itu mengenai peristiwa saat operasi tangkap tangan. Selain itu, informasi terkait peristiwa-peristiwa lain yang berkaitan dengan kasus tersebut.

“Mereka memiliki keterangan yang relevan dengan kasus terkait, begitu juga hari ini ada pemeriksaan terhadap ajudan dan juga istri dari IG,” imbuh dia.

Namun, tambah dia, Liestyana mangkir tanpa keterangan. Dalam jadwal pemeriksaan KPK, Liestyana mestinya menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus suap Rp 100 juta dari Dirut CV Semesta Berjaya Xaveriandy Sutanto dan istrinya, Memi ke Irman.

“Tidak hadir. Belum ada konfirmasi mengenai alasan ketidakhadirannya,” Yuyuk.

Wapres Besuk Irman

Sementara itu, pagi kemarin, Wakil Presiden Jusuf Kalla menjenguk Irman Gusman di Rutan Guntur di Jalan Sultan Agung No 33, Manggarai, Guntur, Jakarta Selatan. JK ditemani juru bicaranya Husain Abdullah datang sekitar pukul 09.30. Mereka berbincang sekitar 25 menit. 

“Soal kesehatan dan lain-lain. Soal kegiatan selama di (rutan) Guntur,” ujar Husain menjelaskan obrolan JK dan Irman. JK tidak membawa apa pun untuk Irman. “Cuma silaturahmi aja. Suasananya akrab penuh persahabatan,” imbuhnya.

JK dan Irman memang cukup dekat. Dalam beberapa kegiatan yang dilakukan JK seperti kunjungan ke daerah, Irman juga turut serta. Kedekatan mereka bisa jadi karena sama-sama keluarga besar Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) yang baru saja menggelar perayaan ulang tahun emas Rabu (28/9) malam.

“Iya ada juga cerita soal acara (KAHMI) yang ramai semalam (kemarin lusa malam),” imbuh Husain. Yayuk Andriani membenarkan ada izin yang diajukan Wapres JK kepada penyidik KPK untuk menjenguk Irman.

Penyidik yang memberikan pertimbangan penjenguk disetujui untuk mengunjungi atau tidak. Senin dan Kamis memang jadi hari besuk. “Hari ini (kemarin, red) sudah keluar izin itu jadi sudah bisa dijengkuk,” kata dia. (*)

 

© 2014 Padek.co