Owi Berharap Butet Bertahan


Wartawan : JPNN - Editor : Riyon - 25 August 2016 09:32 WIB    Dibaca : 18 kali

 

Butet Pilih Liburan, Owi Umrah Sekeluarga

Prestasi yang diraih pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir menjadi pencapaian terbaik atlet di ajang Olimpiade 2016.

Pasca olimpiade, Butet, sapaan karib Liliyana memang mengisyaratkan kalau Olimpiade Rio 2016 adalah yang terakhir baginya. Tetapi, sampai kemarin (24/8) Butet belum bisa memberikan keputusan akan masa depannya.

“Beri saya waktu istirahat dulu, saya butuh diskusi dengan keluarga dan pelatih untuk memutuskannya,” terang Butet di Cipayung kemarin. Pernyataan tersebut sejalan dengan apa yang disampaikan pebulu tangkis asal Manado itu kala menjalani pemusatan latihan jelang keberangkatan ke Rio.  

Ungkapan Butet itu rupanya terus menjadi pertanyaan besar buat Owi sebagai partner terbaiknya sejak 2011 silam. “Bahkan saat perjalanan pulang di pesawat, Owi masih tanya, terus,” katanya. Kedekatan Owi dan Butet memang terlihat cukup gayeng sepanjang Olimpaide 2016 berlangsung.

Gimmick yang diperlihatkan Butet ataupun Owi saat pertandingan sebelumnya secara jelas memperlihatkan mereka kerap tidak harmonis di dalam lapangan.

Salah satu alasan utamanya yakni wejangan yang diberikan seorang Christian Hadinata, maestro bulu tangkis Indonesia yang juga menjadi mentor Richard Mainaky, pelatih Owi/Butet di pelatnas saat ini.

“Kalian di lapangan soulmate, jadi harus saling dukung dan melengkapi,” ujar Owi menirukan wejangan Christian Hadinata. Rupanya, sejak saat itu, mindset keduanya berubah dan mereka memperlihatkan permainan yang saling melengkapi sepanjang Olimpiade 2016.

“Kenapa tidak dari dulu kami kayak gini,” sebutnya. Masalah keputusan Butet untuk tampil lagi bersama Owi rupanya mendapat angin segar dari Richard. Menurutnya, Owi tidak perlu khawatir akan masa depannya di pelatnas. “Urusan Butet serahkan saya, tenang saya, dia masih sanggup kok,” terangnya

Sebagai sosok penting di balik prestasi ganda campuran Indonesia, Richard melihat pengalaman dan kematangan Butet masih dibutuhkan. Meskipun usianya tidak muda lagi, Butet tetap membuktikan diri masih bisa bersaing dengan juniornya.

Bahkan, saat menjalani persiapan akhir jelang Olimpiade, setiap program latihan yang dijalankan Richard dilahap penuh seorang Butet. Masa depan Owi/Butet seharusnya bisa dimaksimalkan. Minimal hingga Asian Games 2018 mendatang atau kalau bisa sampai Olimpiade 2020 Tokyo, Jepang.

Meski demikian, Owi tetap siap jikalau dia harus kehilangan sosok Butet. “Di pelatnas masih banyak junior yang bisa jadi pilihan, siapapun orangnya saya selalu terbuka untuk bekerja sama, mengaca olimpiade Rio lalu,” ungkap Owi.          

Di istirahat kali ini, keduanya sudah menyiapkan rencana untuk berlibur. Butet misalnya, dalam waktu dekat dia memilih untuk menepi dari hingar-bingar bulu tangkis nasional. Bersama rekan-rekannya dia akan berlibur untuk sementara waktu.

“Tentu saya harus berbagi, lokasinya belum ditentukan, yang jelas dihitung dulu, jangan sampai besar pasak dari pada tiang,” urainya kepada awak media di sentra pelatnas Cipayung kemarin siang (24/8).

Senada dengan Butet, Owi juga memilih liburan untuk menenangkan pikiran dan merasakan sisa-sisa euforia kemenangan di Olimpiade. “Kebetulan keluarga ada hotel di Jepara, enak kali liburan sambil santai di pinggir pantai,” katanya.

Selain itu, satu janji yang sudah disematkan dia adalah rencana menjalani umroh bersama sang istri, Michelle Harminc Ahmad pada akhir tahun ini. “Menang ataupun tidak di Olimpiade saya memang sudah minta izin Kak Icard (Richard Mainaky, red) untuk menjalani ibadah umroh,” lanjutnya.

Tetapi seiring medali emas yang didapatkannya, Owi akan mengajak serta keluarga besarnya termasuk ayah dan ibunya, Muhammad Husni Muzaitun dan Masruroh ke tanah suci Mekkah. (*)

 

© 2014 Padek.co