Obrigado Rio, Ganbatte Tokyo!


Wartawan : JPNN - Editor : Riyon - 23 August 2016 11:22 WIB    Dibaca : 32 kali

 

Hujan deras, angin kencang dan hawa dingin tidak membuat closing ceremony Olimpiade Rio de Janeiro 2016 di Stadion Maracana kemarin pagi WIB kehilangan pesona. Suasana menjadi hangat karena Samba, karnaval, dan pesta!

“Ini adalah Olimpiade luar biasa di sebuah kota yang juga luar biasa,” kata Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach. “Dalam 16 hari, Brasil berhasil menginspirasi dunia. Dalam situasi yang sulit, Brasil memberikan cara yang hebat dalam menikmati hidup,” imbuh pria asal Jerman tersebut. 

Cuaca Brasil yang tidak bersahabat sempat membikin ragu apakah Maracana bisa disesaki penonton? Apakah acara akan berlangsung meriah? Kekhawatiran tersebut ternyata tidak beralasan.

Koran ini yang hadir langsung di Maracana melihat bagaimana ekspresifnya rakyat Brasil. Suhu yang mencapai 11derajat celsius dengan embusan angin menusuk tulang plus hujan, tak mengendurkan semangat penonton. 

Ketika barisan atlet memasuki stadion, lagu-lagu yang mengalun dari deretan penyanyi kondang Roberta Sa, DJ Dolores & Orchestra Santa Massa, dan DJ Mutti membuat penonton bergoyang. Bendera Merah Putih juga ada, namun tidak ada satu pun atlet Indonesia di sana. 

Kehadiran superstar musik elektronik asal Norwegia Kygo menambah panas suasana. Dia berkolaborasi dengan penyanyi Amerika Serikat Julia Michaels membawakan lagu Carry Me yang sangat rancak. 

Pemutaran video momen-momen terbaik di Rio 2016 tak kalah menggetarkan. Tanggapan paling meriah ketika gambar menampilkan selebrasi Neymar usai mencetak gol ke gawang Jerman pada inal sepakbola. Juga, ketika gadis favela, Rafaela Silva, menangis sesenggukan di podium usai meraih emas pertama untuk Brasil dari cabang olahraga judo. 

Setelah seremonial yang mengharukan itu, bendera Yunani dinaikkan, bersanding dengan Brasil. Bendera Olimpiade diturunkan. Gubernur Tokyo Yuriko Koike dan Wali Kota Rio de Janerio Eduardo Paes bergabung di panggung utama. Itu menandai estafet tuan rumah dari Rio ke Tokyo 2020.

Pada 12 menit berikutnya, suasana berubah menjadi sangat Jepang. Sajian video yang menampilkan kultur olahraga Jepang dikombinasi dengan karakter anime khas Negeri Sakura seperti Captain Tsubasa, Hello Kitty, hingga Doraemon.  

Yang membikin penonton histeris adalah ketika Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe yang ditampilkan masih berada di Tokyo, mendadak muncul ke tengah lapangan dengan memakai baju Super Mario.

Itu berkat tongkat ajaib yang keluar dari kantung Doraeman. Keren! Untuk memakai kostum Super Mario, pemerintah Jepang sampai harus minta izin kepada Nintendo sebagai pencipta karakter.

“Saya adalah orang yang paling bahagia di seluruh dunia,” kata Presiden Organising Committe Olimpiade Rio 2016 Carlos Arthur Nuzman.

“Saya bangga kepada negara saya, kepada kota saya, kepada rakyat Brasil. Rio telah mencatat sejarah. Tantangannya begitu berat, namun tantangan itu berakhir dengan sukses,” imbuhnya.

Tepukan meriah mengiringi pidato Nuzman yang berapi-api. Teror virus zika, keamanan, sampai venue yang amburadul ternyata tidak muncul di Rio. Nyaris tidak ada insiden besar terjadi selama Olimpiade.

Seremonial ditutup oleh Samba. Lagu Cidade Maravilhosa (Kota yang Indah) membuat stadion kembali bergoyang. Rio berpesta seolah tidak ada hari esok. 

Bagi Indonesia, Rio 2016 juga adalah peningkatan prestasi. Dari nol emas di London 2012, Merah Putih mendapatkan satu emas pebulutangkis lewat ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.

Tambahan dua perak dari lifter Eko Yuli Irawan dan Sri Wahyuni Agustiani membawa kontingen Indonesia meraih prestasi tertinggi sejak Sydney 2000 (1 emas, 3 perak, 2 perunggu). Akhirnya, terima kasih Rio, semoga berhasil Tokyo. (*)

 

© 2014 Padek.co