Finis dalam Kondisi Bahu Patah


Wartawan : JPNN - Editor : Riyon - 21 August 2016 11:30 WIB    Dibaca : 23 kali

 

Toni Gagal ke Semifinal

Harapan terakhir Indonesia untuk meraih medali Olimpiade, Toni Syarifudin, kandas. Dia sebetulnya punya kesempatan besar untuk lolos ke semifinal balap BMX di Olimpiade Rio 2016. Namun, kecelakaan pada run kedua membuyarkan semuanya. 

Toni berlaga pada heat kedua di Centro Olimpico de BMX, Deodoro, kemarin WIB. Dia langsung bertarung melawan legenda BMX Maris Strombergs. Pebalap asal Latvia tersebut adalah peraih emas Olimpiade Beijing 2008 dan London 2012. Selain itu, saingan Toni di heat kedua adalah juara dunia 2013 asal Inggris Liam Phillips.

Balapan dibagi dalam tiga run. Pebalap yang menempati empat besar klasemen heat berhak meraih tiket ke semifinal. Pada run pertama, Toni berhasil menempati posisi kelima dari delapan pebalap.

Pada run tersebut, terjadi tabrakan hebat yang melibatkan tiga pebalap, yakni Strombergs, Phillips, dan David Graf (Swiss). Strombergs dan Graf masih mampu menyelesaikan balapan meski tertatih-tatih. Namun, Phillips yang menjadi korban terparah gagal meneruskan lomba. 

Trek BMX Rio 2016 berjenis supercross yang ekstrem. Karena kondisi angin sangat kencang, banyak sekali kecelakaan terjadi pada heat 1 sampai heat 4.

Belajar dari situasi tersebut, Toni memilih strategi aman dengan menunggu lawan me  lakukan kesalahan. Setelah siasatnya sukses pada run pertama, Toni di ambang finis peringkat keempat pada run kedua. 

Namun, dia memaksa melakukan lompatan pada line ketiga alias lintasan terakhir karena mendapat tekanan intens dari pebalap Afrika Selatan, Kyle Dodd. Ketika melakukan jump itulah, angin sangat kencang berembus dan langsung mengempaskannya ke lintasan.

Pebalap kelahiran Surakarta tersebut jatuh terjengkang dengan sangat keras. Toni terlihat kesakitan dengan memegangi bahu kiri. Namun, pebalap 25 tahun itu masih mampu menyelesaikan balapan dan melaju sangat pelan menuju finis. “Anginnya sangat kencang. Saya tidak bisa mengontrol diri,” ucapnya. 

Karena insiden tersebut, Toni diangkut ambulans untuk mendapat perawatan di emergency room Centro Olimpico de BMX. Toni mengalami patah tulang clavicula alias selangka sebelah kiri. 

“Sayang Toni tidak bisa melanjutkan perlombaan, padahal masih ada run satu lagi. Kalau dia bisa bertanding, saya yakin dia bisa menembus semifinal karena posisinya sudah lima besar. Sayang sekali,” kata Ketua Umum PP ISSI Raja Sapta Oktohari. 

Pelatih BMX Dadang Haries Purnomo mengungkapkan, trek BMX Rio 2016 adalah salah satu yang paling berbahaya di dunia, bahkan mungkin yang paling ekstrem. Tingkat kesukaran lintasan tersebut hanya bisa dibandingkan dengan Complejo Mariana Pajon di Medellin, Kolombia, venue Kejuaraan Dunia 2016. 

“Karakter jump-nya mempunyai ukuran besar dan panjang. Jadi, pebalap akan mengalami kesulitan teknikal untuk jump-jump di sana,” kata Dadang. (*)

 

© 2014 Padek.co