Menpora Gundul Ramai-ramai


Wartawan : JPNN - Editor : Riyon - 19 August 2016 09:42 WIB    Dibaca : 9 kali

 

Euforia kemenanganan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir ikut terasa di lobi gedung Kemenpora, Senayan Jakarta Kamis dini hari (18/8). Dalam acara yang dikemas nonton bareng, riuh rendah teriakan penonton terdengar jelas.

Dalam kesempatan yang sama, Menpora, Imam Nahrawi pun tak lupa merapalkan doa sepanjang pertandingan berlangsung. Kejutan terlihat sebelum prosesi pengalungan medali nomor ganda campuran rampung.

Menpora yang sebelumnya akan memberikan kejutan kalau Owi/Butet, sapaan karib Tontowi/LIliyana membawa pulang medali emas menunaikan janjinya. Prosesi dimulai dengan mencukur kumis hingga bersih. Alat cukur kumis yang ada dihadapan menteri asal Bangkalan itu langsung disabet.

Sejurus kemudian, Lagu kebangsaan Indonesia Raya berkumandang yang membuat Imam tak kuasa menahan haru. Tetesan air mata bercampur peluh nampak jelas mengalir begitu saja. Raut wajah gembira penuh haru berganti suka cita.

Imam yang didampingi pejabat eselon 1 Kemenpora langsung maju ke depan panggung utama. Teriakan “gundul…gundul…” dari penonton yang datang menjadi penanda bahwa Imam akan menunaikan nazar cukur gundulnya.

Setelah itu, muncul dua orang tukang cukur yang sengaja di datangkan karena untuk menunaikan nazar tersebut. Imam yang mencukur lebih dahulu sumringah dalam menjalankan tugasnya. Selanjutnya Deputi IV bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Gatot S Dewa Broto mengikuti jejak Imam.

Gatot yang berambut tipis lantas memilih mencukur bersih hingga plontos. Dua pejabat lainnya, Kabiro Hukum dan Humas, Amar Ahmad dan Agus Prayitno (Kabag Humas Kemenpora) juga langsung cukur gundul!.

“Ini niat pribadi yang sudah saya siapkan setahun lalu,” kata Imam. Menurutnya, momentum emas Olimpiade 2016 harus menjad motovasi untuk wujud kerinduan dalam keikutsertaan Olimpiade tahun ini.  

“Ini saya lakukan dengan sukarela, mulai hari ini akan kami lakukan perubahan untuk olahraga Indonesia,” terangnya. Imam mengatakan bahwa kegiatan cukur gundul kemarin bukanlah langkah berlebihan. Dia berharap bahwa makna perubahan buat olahraga Indonesia harus bisa diwujudkan lebih nyata.

Sementara itu, Gatot mengaku bahwa langkah serupa yang dilakukan juga menjadi wujud syukurnya. Beban berat yang dia rasakan sejak Maret lalu setelah didapuk menjadi Deputi IV. “Kalau sampai tadi gak dapat emas beban itu semakin terasa berat,” bebernya.

Gatot mengatakan bahwa meski masih singkat dalam menjabat, dia memang dihadapkan pada tanggung jawab prestasi olahraga Indonesia. Karena itu, sebelum hingga kemarin, koordinasi intensif terus dia jalankan dengan Satlak Prima. 

Khusus Gatot, langkah cukur gundul juga menjadi penanda untuk melanjutkan tren positif prestasi olahraga Indonesia di masa depan. “Sebelum kontingen berangkat saya sudah tanamkan nazar itu dalam-dalam, malam ini saya tunaikan,” sebutnya. (*)

 

© 2014 Padek.co