Indonesia Emas!


Wartawan : JPNN - Editor : Riyon - 18 August 2016 11:13 WIB    Dibaca : 28 kali

 

Indonesia Raya berkumandang di arena Olimpiade Rio de Janeiro 2016. Ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir berhasil mempersembahkan emas.

Di final tadi malam, Owi/Butet, sapaan mereka, menggasak pasangan Malaysia Chan Peng Soon/Goh Liu Ying dengan skor telak 21-14, 21-12, di Riocentro-Pavilion 4, Barra da Tijuca.

Emas dari Owi/Butet itu menjadi medali emas perdana ganda campuran dalam sejarah Indonesia di Olimpiade. Raihan itu mengembalikan tradisi Indonesia merebut emas dalam ajang Olimpiade. Sejak 1992, hanya pada 2012 di London Indonesia tidak merebut satu pun gelar juara dalam multiiven paling akbar tersebut. 

Kesuksesan Owi/Butet menjadi klimaks penampilan hebat mereka. Mereka tampil luar biasa konsisten sepanjang Olimpiade. Selalu menang dengan dua game langsung. 

Pada fase grup C, mereka menyapu bersih tiga pertandingan, termasuk menggulung Chan/Goh dengan skor nyaman 21-15 dan 21-11. Keperkasaan mereka berlanjut pada perempat final dan terutama semifinal.

Owi/Butet melaju dengan sangat meyakinkan lewat dua kemenangan relatif nyaman melawan kompatriotnya, Praveen Jordan/Debby Susanto, serta menghajar ganda campuran nomor satu dunia dan peraih emas London 2012 Zhang Nan/Zhao Yunlei.

Owi/Butet sebetulnya tidak datang ke Olimpiade 2016 dengan catatan yang sangat mengesankan. Bahkan, mereka dianggap sudah habis dan diprediksi sulit mendapat medali. Patokannya adalah performa mereka yang sangat buruk pada dua ajang superseries terakhir sebelum Rio 2016.

Bermain di kandang sendiri pada ajang Indonesia Open Superseries Premier, Owi/Butet sudah takluk pada babak kedua Mei lalu. Sementara itu, pada Australia Open yang berlangsung Juni, mereka sudah gagal pada babak pertama.

Namun, keraguan tersebut sirna seluruhnya. Pada pertandingan kemarin, keduanya tampil sangat kompak. Pada game pertama, Butet yang berdiri di depan net sangat agresif untuk terus membuat pasangan Indonesia unggul nyaman 9-2, lalu berlanjut 10-3 dan terus memimpin 11-4 memasuki interval.

Setelah itu, Owi/Butet masih terus menjaga keunggulan atas lawannya. Mereka bermain dengan sangat nyaman, tenang, fokus, serta ofensif untuk mengambil game pertama dengan skor 21-14.

Kunci kemenangan Owi/Butet pada game pertama adalah rotasi, serta perpindahan antara keduanya yang mulus. Owi konsisten memancing lawan dengan smes-smes yang keras dari belakang. Kalau sudah begitu, Butet tinggal menghabisi serangan dengan smes keras di depan net.

Pada game kedua, Owi/Butet mengawali semuanya dengan baik. Mereka terus leading, konsisten memimpin dengan 2–3 poin. Riocentro-Pavilion 4 semakin riuh dengan teriakan warga Indonesia. Gema suara mereka menenggelamkan suara suporter Malaysia yang sebetulnya tidak kalah banyak.

Setelah interval, Owi/Butet lebih menggila. Mereka terus mengambil game kedua dengan angka mudah 21-12. Indonesia masih punya satu wakil dari cabor BMX. Namun, sulit mengharapkan Toni Syarifuddin yang berstatus wildcard untuk mencetak prestasi di Rio 2016. (*)

 

© 2014 Padek.co