Saatnya Alih Generasi


Wartawan : JPNN - Editor : Riyon - 15 August 2016 09:36 WIB    Dibaca : 12 kali

 

Rio 2016 mungkin adalah Olimpiade terakhir bagi Hendra Setiawan. Pada Agustus empat tahun lagi, usia pebulu tangkis kelahiran Pemalang, Jawa Tengah, itu sudah 36 tahun. Jadi, agak sulit mengharapkan atau membayangkan Hendra kembali turun dan bermain di Tokyo 2020. 

Sayang, Hendra mengakhirinya dengan kekecewaan mendalam. Tersingkir di fase grup. “Mungkin ini adalah Olimpiade terakhir Hendra. Jadi, dia terlalu menggebu-gebu untuk menang,” kata pelatih kepala ganda putra, Herry Iman Pierngadi saat ditemui Jawa Pos (grup Padang Ekspres) di mixed zone Riocentro.

“Mereka terlihat sekali nervous. Padahal, untuk sekelas mereka, Hendra dan Ahsan harusnya lebih tenang lagi. Saya sebagai pelatih minta maaf karena tidak bisa memenuhi target (emas),” imbuhnya.

Pada game pertama, Hendra/Ahsan yang tertinggal 1-4 lebih dulu bisa menyamakan menjadi 4-4. Pertandingan ketat sampai menuju interval pertama ketika Chai/Hong unggul 11-9. 

Pasangan nomor lima dunia itu mampu mencetak lima angka beruntun dan membuat mental Hendra/Ahsan ambruk. Hendra/Ahsan mulanya mampu bangkit dan bermain lebih baik pada awal game kedua. 

Tetapi, lagi-lagi, peringkat kedua dunia itu kehilangan momentum saat lawan menyamakan kedudukan menjadi 17-17. Chai/Hong langsung melesat dengan mencetak empat angka beruntun dan mengakhiri pertandingan dengan kemenangan.

Ahsan sempat terlihat emosional karena beberapa servisnya disalahkan. Bahkan, pada game kedua, dia sampai nekat menaruh raket di pangkuan service judge. Namun, dia menolak bahwa emosi yang meluap itu menjadi penyebab kekalahannya. 

“Justru saya seperti itu untuk memacu semangat. Kalau kita diem, kita akan digituin lagi,” kata Ahsan. “Namun, saya akui, secara keseluruhan, permainan lawan sangat bagus,” imbuh pemain berusia 28 tahun tersebut.

Herry I.P. mengatakan, yang sekarang harus dikerjakan adalah alih generasi. Yakni, mempersiapkan dua pelapis utama Hendra/Ahsan. Mereka adalah Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi dan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo.

Saat ini, keduanya masing-masing berada di peringkat ke-10 dan 11 dunia. Ahsan menambahkan, Angga/Ricky dan Marcus/Kevin memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi ganda putra top dunia. (*)

 

© 2014 Padek.co