Selfie Bareng Atlet Korsel, Pesenam Korut Bikin Heboh


Wartawan : JPNN - Editor : Riyon - 11 August 2016 10:46 WIB    Dibaca : 6 kali

 

Seperti atlet lain, Lee Eun-ju selalu senang bertemu dengan teman baru. Tidak terkecuali, atlet atau teman baru dari negara ’’musuh.’’ Pekan lalu atlet senam Korea Selatan (Korsel) itu berkenalan dengan Hong Un-jong dari Korea Utara (Korut). Mereka lantas berfoto bersama. Kini foto Lee dan Hong menjadi pembicaraan.

Begitu foto ’’biasa’’ tersebut tersebar di dunia maya, komentar politis bermunculan. Sebab, Korsel dan Korut tidak pernah rukun meski bertetangga. Pyongyang juga melarang warganya berinteraksi dengan penduduk Korsel.

"Tapi, ini olahraga. Bisa jadi aturannya tidak akan seketat itu,’’ terang Michael Madden, mahasiswa Johns Hopkins University yang mendalami hubungan dua Korea, pada BBC kemarin (10/8).

Rumornya, Hong bakal menerima hukuman berat karena berfoto dengan Lee. Ancaman terberat adalah hukuman mati atau kerja paksa seumur hidup.

’’Dulu atlet yang gagal menang juga menerima hukuman. Yakni, hukuman mati atau kerja paksa seumur hidup. Tapi, praktiknya berakhir sekitar 25 tahun lalu,’’ papar Madden. Menurut dia, Korut sekarang sudah jauh lebih modern dan terbuka.

Pada 2014, Hong juga terjepret kamera sedang memeluk rekannya sesama atlet senam, Simone Biles. Padahal, Biles adalah wakil dari Amerika Serikat (AS). Ketika itu hubungan dua negara tidak baik. Namun, Hong terbukti tidak menerima sanksi apa pun. ’

"Bahkan, dia tetap bisa ikut berkompetisi dalam Olimpiade. Jika kena hukuman, dia pasti tidak bisa bertanding di Brasil,’’ jelas Madden.

Hubungan panas dingin dua Korea sebenarnya tidak hanya merepotkan Hong yang berasal dari Korut, negara yang sangat tertutup dan misterius. Namun, berinteraksi dengan atlet Korut juga bisa berdampak buruk bagi Lee.

Karena itu, atlet muda tersebut harus menjalani sesi interogasi. Dia akan diminta membeberkan isi pembicaraannya dengan Hong kepada ketua kontingen Olimpiade Korut di Brasil.

’’Warga Korsel yang melakukan interaksi spontan dengan warga Korut harus melaporkan isi perbincangan kepada Kementerian Unifikasi dalam waktu tujuh hari,’’ jelas Seoul.

Warga Korsel yang berencana melakukan pertemuan atau perbincangan dengan warga Korut harus lebih dulu minta izin kepada pemerintah. Jika pemerintah tidak memberikan izin, pertemuan terpaksa batal. (*)

 

© 2014 Padek.co