Disilpin dan Fokus, Kunci Sukses Eko


Wartawan : JPNN - Editor : Riyon - 11 August 2016 09:41 WIB    Dibaca : 14 kali

 

Keberhasilan Eko Yuli Irawan merebut medali perak angkat besi Olimpiade 2016, tidak lepas dari sikapnya yang disiplin selama menjalani latihan. Selain disiplin, pria asal Lampung yang akrab disapa Eko ini juga fokus dan rajin menjaga kondisi.

“Disilplin latihan, jaga kondisi dan fokus. Itulah rahasia sukses Eko meraih medali perak,” ujar Alamsyah Wijaya, manager tim angkat besi saat dihubungi melalui WA kepada INDOPOS (grup Padang Ekspres), kemarin sore.

Eko Yuli Irawan menempati peringkat kedua pada kompetisi angkat besi Olimpiade 2016 kelas 62 kg, Senin (8/8) malam waktu Rio de Janeiro. Eko mengangkat beban dengan total berat 312 kilogram, terpaut enam kilogram dari sang juara Oscar Figueroa dari Kolombia.

Medali perunggu diraih Farkhad Khaki dari Kazakstan. Meski mendapat medali perak, Alamsyah mengaku ini merupakan hasil yang terbaik.

“Hasil ini sebenarnya terbilang luar biasa melihat masa persiapan efektif yang hanya tujuh bulan. Ini memang hasil terbaik yang bisa dicapai saat ini. Pemusatan latihan di Afrika Selatan cukup efektif untuk meningkatkan performa para lifter,” kata Alamsyah.

Lebih lanjut Alamsyah menambahkan, tidak ada masalah dengan strategi karena strategi apapun yang dipakai, para lifter sudah sering berhadapan satu sama lain di berbagai kejuaraan.

“Bukan di strategi. Jika power-nya ada, strategi akan berjalan baik. Saya pikir masalahnya ada di nutrisi. Tapi apapun itu, kami tetap  bersyukur. Kami juga berterima kasih pada semua pihak, termasuk pemerintah, melalui Menpora, yang sudah banyak mendukung kami,” jelas Alamsyah.

Eko Yuli menyumbang medali perak kedua bagi kontingen Indonesia. Sebelumnya, Sri Wahyuni menyumbang perak di kelas 48 kg putri sekaligus mengulang prestasi yang dicetak lifter Lisa Rumbewas yang meraih perak di Olimpiade Sydney 2000.

Dengan keberhasilan ini, Eko mencatat sejarah sebagai satu-satunya atlet angkat besi yang meraih medali dalam tiga penampilan pada pesta akbar olahraga dunia empat tahunan.

Di Olimpiade Beijing 2008, dia meraih medali perunggu dan di Olimpiade London 2012 menyelamatkan wajah kontingen Indonesia dengan merebut perunggu bersama Triyatno yang meraih perak saat bulutangkis gagal mempertahankan tradisi medali emas.

“Dua medali perak yang berhasil disumbangkan Eko dan Sri Wahyuni merupakan sejarah bagi cabang olahraga angkat besi yang menjadi penyumbang medali tetap di Olimpiade. Khusus bagi Eko kesuksesan itu mencatat dirinya sebagai satu-satunya atlet angkat besi yang meraih medali dalam tiga Olimpiade beruntun,” kata HPD One Race Satlak Prima, Hadi Wihardja.

Selain Olimpiade, Eko Yuli juga telah menorehkan prestasinya di ajang-ajang lain. Dia meraih perak di Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2009 di Goyang, Korea Selatan (kelas 62 kg putra) dan perak di Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2014 di Almaty, Kazakhstan (kelas 62 kg putra).

Sementara di Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2007 (kelas 56 kg putra) dan Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2011 (kelas 62 kg putra) Eko Yuli membawa pulang perunggu.

Di arena Sea Games, Eko Yuli telah empat kali menyabet medali emas, yaitu di Sea Games 2007, Sea Games 2009, Sea Games 2011, dan Sea Games 2013. Dia juga meraih dua medali perunggu di Asian Games, masing-masing di Asian Games 2010 dan Asian Games 2014. (*)

 

© 2014 Padek.co