Bonus Rumah Menanti Eko dan Yuni


Wartawan : JPNN - Editor : Riyon - 11 August 2016 09:38 WIB    Dibaca : 18 kali

 

Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi, Angkat Berat, dan Binaraga Seluruh Indonesia (PABBSI) akan berupaya mempertahankan eksistensi dalam perolehan medali di Olimpiade.

“Sejak Olimpiade Beijing 2008 hingga Rio 2016 kita selalu mendapat medali. Tradisi ini harus dipertahankan,” kata Ketua Umum PB PABBSI, Rosan P. Roeslani di Rio de Janeiro, Brasil.

Pada Olimpiade ke-31 ini cabang angkat besi Indonesia sudah mendapat dua medali perak melalui Sri Wahyuni di kelas 48 kg putri dan Eko Yuli Irawan di kelas 62 kg putra.

“Dua perak ini harus kita syukuri. Inilah hasil terbaik angkat besi Indonesia dalam Olimpiade. Malah kemungkinan masih bisa bertambah lagi,” kata Rosan. “Seharusnya Eko Yuli dapat medali emas, tapi perak inilah pencapaian yang harus kita terima,” tambahnya.

Sebelumnya di Olimpiade Beijing 2008 angkat besi Indonesia mempersembahkan dua medali perunggu, sedangkan di London 2012 mendapat satu perak dan satu perunggu.

Rosan mengatakan, PABBSI akan terus menggencarkan kaderisasi lifter agar pada Olimpiade berikutnya tradisi medali ini bisa berlanjut dan meningkat. “Perlu ada lifter-lifter pelapis yang siap untuk persaingan di Olimpiade mendatang,” katanya.

Rosan juga mengharapkan pemerintah lebih perhatian lagi terhadap olahraga angkat besi yang konsisten dalam mempersembahkan medali di Olimpiade.

Sementara itu mengenai bonus untuk peraih perak Olimpiade 2016, Rosan mengatakan bahwa selain yang sudah dijanjikan Kemenpora, PB PABBSI sendiri akan memberikan hadiah berupa rumah. “Kalau hadiahnya berupa rumah kan ada kenangannya nanti,” katanya.

Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi yang tengah melanjutkan kunjungan kerja ke Suriname. Ia memberikan ucapan selamat kepada Eko atas prestasinya.

“Merah Putih kembali berkibar di Olimpiade, Terimakasih Eko Irawan. Prestasi yang luar biasa telah dipersembahkan dari hasil kerja keras selama ini. Kami bangga!”ujar Menpora.

Prestasi Eko Yuli Irawan menjadi spesial karena ia mencatat rekor sebagai atlet pertama yang meraih 3 medali berturut-turut dalam tiga Olimpiade yang berbeda.

Pada Olimpiade di Beijing (2008) Eko memperoleh medali perunggu, 4 tahun berikutnya dalam Olimpaide London (2012) Eko juga memperoleh perunggu. Kini, di Olimpiade Rio (2016), ia meningkatkan prestasinya dengan meraih perak.

“Konsistensi dalam berprestasi telah ditunjukkan oleh Eko, semoga ia menjadi contoh bagi para atlet Indonesia lainnya tentang bagaimana menjaga konsistensi dan stamina untuk terus berprestasi. Bukan tidak mungkin Eko masih bisa tampil membela Merah Putih di Olimpiade Tokyo 2020 nanti,” ujar Imam sambil berharap dan mendukung atlet lainnya berprestasi dan bisa merebut emas. (*)

 

© 2014 Padek.co