Semangat di Olimpiade Rio 2016


Wartawan : Redaksi - Editor : Riyon - 09 August 2016 10:29 WIB    Dibaca : 15 kali

 

Obor telah dinyalakan dan Olimpiade Rio de Janeiro 2016 di Brazil resmi dimulai sejak Sabtu lalu WIB. Kemarin, kontingen Indonesia mengawali dengan baik keikutsertaan kali ini dengan meraih medali perak. Medali pertama untuk Merah-Putih ini dipersembahkan ca­bang angkat besi. Lifter putri Sri Wahyuni Agustiani berhasil menduduki peringkat kedua di nomor 48 kg. 

Kabar ini tentu menggembirakan dan diharap dapat meningkatkan lagi semangat semua atlet dan kontingen Indonesia untuk meraih prestasi terbaik dan mampu me­wujudkan tradisi emas yang kerap diraih sejak sukses pertama pada Olimpiade Bar­celona 1992 dengan meraup dua medali emas melalui cabang bulutangkis.

Ya, semangat untuk menjadi yang terbaik di dunia, menjadi misi yang diemban setiap atlet yang terpilih untuk bertanding mewakili negaranya di arena akbar seperti olimpiade ini. Semangat dalam bentuk lain juga kita tangkap dari negara penyelenggara olimpiade kali ini, Brazil, yang gencar disorot karena dianggap kedodoran melengkapi segala persiapan pelaksanaan ajang empat tahunan ini.

Jika kemudian Brazil  mampu meng­hadirkan  spirit luar biasa dan sukses mewu­judkannya melalui semarak pembukaan  pesta olahraga sedunia ini, kita sebagai negara yang juga bakal menjadi tuan rumah pesta olahraga multi-iven Asian Games, semestinya mampu memetik banyak hal dari pengalaman Brazil menghadapi kesulitan membangun warisan nyata dalam olahraga, pariwisata dan transportasi. Sebuah pencapaian yang patut diapresiasi. 

Spirit lain yang juga kita tangkap dari ajang pesta olahraga sekelas olimpiade ini adalah semangat untuk tetap mengedepankan spor­tivitas, yang pada setiap pergelarannya, selalu diwarnai praktik tidak sportif seperti kasus doping, atau bahkan skandal suap untuk memuluskan ambisi sebuah negara untuk terpilih dan diputuskan sebagai tuan rumah penyelenggara iven akbar ini.

Kita tak ingin tujuan mulia para olimpian yang di antaranya ingin membangun dunia yang lebih baik dan damai, justru harus patah karena berbenturan keras dengan fakta lain yang memalukan, bahwa ada pihak lain di luar atlet peserta dan juga tuan rumah yang justru menangguk keuntungan besar dari ajang yang secara bisnis mirip industri bernilai miliaran dolar ini.

Artinya, jangan sampai semangat  yang ditempuh setiap negara dengan para atlet­nya yang sedemikian rupa menyiapkan diri, berjuang dan berlatih bertahun-tahun demi mencapai kemuliaan menjadi yang terbaik di dunia secara sportif, akan tercoreng oleh tindakan yang justru tidak sportif. Kita bukan terjebak pada sinisme, namun ke­gagalan mengatasi isu doping, tegas mendorong munculnya sinisme itu.

Di luar itu semua, kita tetap optimis bahwa justru spirit yang terbanyak dari para olimpian ini adalah semangat untuk mem­persem­bahkan yang terbaik untuk dirinya, nega­ranya dan dunia olahraga. Semangat itu lah yang kita titipkan kepada setiap duta olah­raga negara yang kini bertarung menjadi yang terbaik di dunia lewat ajang Olimpiade Rio de Janeiro 2016 ini. Semangat, dan se­lamat bertanding! (*)

© 2014 Padek.co