Air Mata Kesedihan Novak Djokovic


Wartawan : JPNN - Editor : Riyon - 09 August 2016 09:32 WIB    Dibaca : 27 kali

 

Kejutan-kejutan Besar Terjadi  di Hari Ketiga 

Banyak kejutan besar terjadi pada hari ketiga Olimpiade Rio 2016. Nama-nama kondang bertumbangan pada babak-babak awal. Berita yang paling mengguncang datang dari cabang olahraga tenis. Unggulan pertama sekaligus petenis nomor satu dunia Novak Djokovic tersingkir pada babak pertama. 

Dia dikalahkan petenis Argentina Juan Martin del Potro dalam pertandingan yang sangat ketat dengan skor 6-7 (4), 6-7 (2) di Center Court, Olympic Tennis, Barra da Tijuca.

Itulah kekalahan pertama Djokovic pada babak pertama kejuaraan apa pun sejak Januari 2009. Tak heran jika Nole, panggilannya, menangis ketika meninggalkan lapangan. 

Fans di Olympic Tennis yang banyak berisikan orang Argentina akhirnya memberikan standing ovation mengiringi keluarnya pemilik 12 gelar grand slam tersebut. Padahal sesaat setelah Del Potro menang, penonton luar biasa gembira dan sangat heboh. 

Del Potro memang tidak bisa dianggap enteng. Meski datang bukan sebagai unggulan, dia adalah satu dari lima petenis putra pemilik gelar grand slam di Rio 2016. Petenis 27 tahun itu seperti lahir kembali.

Dia menemukan permainan terbaiknya pasca cedera lama nyaris sepanjang dua musim. Peringkat juara grand slam Amerika Serikat Terbuka 2009 itu sekarang turun drastis sampai ke level 144 dunia. 

Dalam pertandingan kemarin, terlihat sekali kalau De Potro belum bisa menampilkan backhand andalannya. Cedera akut pada pergelangan tangan ternyata tidak mudah untuk dipulihkan. 

Namun, forehand petenis jangkung bertinggi 198 cm itu sangat mematikan. Itulah senjata utamanya dalam pertandingan kemarin. Satu lagi kelebihan Del Potro adalah soiditasnya dalam bertahan. Djokovic sendiri terlihat sangat tertekan menghadapi lawannya yang bermain sangat tenang tersebut. 

“Tidak diragukan lagi, ini adalah salah satu kekalahan terberat yang saya rasakan dalam hidup saya, sepanjang karir saya,” kata Djokovic.

“Dia (Del Potro) terlihat sangat segar, saya tidak bisa mengatasinya. Ini bukan kekalahan pertama atau yang terakhir dalam karir saya. Namun ini adalah pertandingan Olimpiade, ya, ini berbeda,” imbuh petenis 29 tahun itu.

Kalau Djokovic begitu terpukul, sebaliknya Del Potro luar biasa bahagia. Setelah masa frustrasi yang sangat panjang dan cuma berkutat di ruang tengah menonton televisi, peraih 18 gelar ATP itu akhirnya bisa kembali. 

“Ini pertandingan yang sangat luar biasa bagi saya. Saya tidak terlalu berharap bisa mengalahkan Novak karena saya paham kondisi saya seperti apa. Namun, forehand saya bekerja dengan sangat baik. Apalagi atmosfernya sangat luar biasa. Saya bahagia!,” kata Del Potro.

“Dia adalah teman saya, dia adalah juara yang luar biasa,” pujinya kepada Djokovic. 

Masih dari tenis, kejutan besar juga terjadi pada ganda putri. Pasangan unggulan nomor satu asal Amerika Serikat Serena/Venus Williams juga tumbang pada babak pertama. Mereka dikalahkan Lucie Safarova/Barbora Strycova dari Republik Ceko dengan skor 3-6, 4-6. 

Hasil ini membuat upaya Serena/Venus untuk meraih emas keempatnya di Olimpiade akhirnya kandas. Pasangan adik-kakak itu pertama kali meraih emas di Sydney 2000. Pada 2004 di Athena, Serena memutuskan untuk absen.

Dia lantas setuju bermain di Beijing 2008 dan London 2012. Bersama Venus, Serena sukses mempersembahkan dua emas lagi untuk negaranya. “Hasil ini menunjukkan semuanya. Kami bermain sangat buruk,” kata Serena.

“Kami punya kesempatan bermain untuk membela negara kami, namun kami gagal. Namun, kami sudah mencoba untuk memberikan yang terbaik,” imbuh pemilik 22 gelar grand slam di nomor tunggal tersebut. 

Dari arena basket, finalis dua Olimpiade sebelumnya Spanyol kalah mengejutkan melawan Kroasia pada pertandingan pertama Grup A. Spanyol yang terus memimpin sampai kuarter ketiga, menyerah 70-72 dalam pertandingan yang dramatis di Carioca Arena. 

Superstar Spanyol Pau Gasol sebetulnya berpeluang untuk memaksakan overtime. Namun, layupnya di penguhujung kuarter keempat, diblok oleh pemain baru Philadelphia 76ers Dario Saric. 

Kegagalan itu membuat Gasol yang mencetak 26 poin dan 9 rebound seolah tidak berarti. Dari kubu Kroasia, pemain asal Brooklyn Nets Bojan Bogdanovic menjadi bintang utama timnya dengan 23 poin. Hari ini, Spanyol akan mencoba bangkit, menghadapi tuan rumah Brasil. (*)

 

© 2014 Padek.co